Anxiety disorder sering kali tumbuh diam-diam di dalam diri seseorang yang mentalnya pernah dihancurkan oleh orang terdekat.
Bukan oleh orang asing, bukan oleh dunia luar yang jauh, tapi justru oleh mereka yang seharusnya menjadi tempat paling aman. Orang yang paling dipercaya. Orang yang paling diharapkan mengerti. Ketika dari tangan merekalah datang luka yang dalam, yang tersisa bukan hanya sakit, tapi juga kewaspadaan yang tidak pernah benar-benar padam.
percaya nggak percaya, i believe kindness has a way of finding its way back.
orang tua yang suka nolong, anaknya sering dipertemukan sama orang-orang baik. orang tua yang jujur, keberkahannya ikut ngalir. orang tua yang selalu bikin urusan orang lain jadi lebih gampang, somehow anaknya juga sering dimudahkan.
maybe that's how life works.
makanya, di hidup yang cuma sekali ini, i still choose to be kind. even when not everyone treats me the same.
Tapi jujur, nangis karena kasian sama diri sendiri itu rasanya beda. It’s not angry crying, it’s exhausted crying. Lu nangisin versi lu yang udah berjuang keras tapi jarang dapet break or appreciation even from yourself. Yang diam-diam terus jalan meski kaki udah gemetar, yang tetap senyum biar orang lain gak khawatir, padahal di dalam udah lelah banget minta diistirahatin.
Dear Amygdala,
Thank you for helping me survive life all this time. However, for most of the time, could you please calm the f*** down? I want to live mostly in peace.
Thank you.
Love, Marissa
Surah Ibrahim always teaches and reminds me that:
"di dunia ini aku tuh gapunya apa-apa. aku gaboleh ngerasa memiliki apapun, karna everything in my life belongs to allah. bahkan nyawa yang masih ada di tubuh ini pun titipan dan milik allah, dan kapanpun Allah ingin ambil apapun dari ku, aku ga berhak marah atau kecewa karna sedari awal emang bukan punyakuu, justru aku harus selalu bersyukur dan say thankyou to allah, alhamdulillah untuk semua yang udah di pinjemin sampai detik ini"
seporsi kekalahan anak pertama
ga pernah ada yang ngasih tau ke mereka gimana cara dunia bekerja. ga pernah ada yang ngasih tau abis ini mereka harus apa. ga punya gambaran apa-apa tentang semua hal, ga ada yang ngajarin itu semua. ga punya contoh, semua ngeraba sendiri, harus nyari jalan sendiri. rulesnya HARUS BISA SENDIRI.
Setuju. Menurutku orang yg komunikasinya enak, emosinya stabil, dan hidup teratur tuh ga serta merta langsung dapetin itu dari lahir
Buatku itu adalah kombinasi dari curiosity dan kerendahan hati untuk belajar menjadi pribadi yang lebih baik selama bertahun-tahun
And once mereka udah sampe di titik itu, mereka akan sadar bahwa punya hidup yang tenang itu jauh lebih mewah dibandingkan berada di hubungan yg "timpang"
Belum lagi rasanya makin susah buat menemukan yang setara karena udah berasa kayak outlier di kurva normal alias makin banyak juga orang-orang yg tersaring dengan sendirinya karena yg dicari ga cuma partner hidup tapi juga partner tumbuh bareng. And not everyone is willing to grow
Repeat after me:
Mereka yg well dressed, pake perfume, bentuk tubuh, atur pola makan, perawatan etc itu sebagai bentuk apresiasi diri. Bukan untuk validasi orang lain.
Kalau diapresiasi, yah bersyukur.
Yah kalau nggak, yah gpp.
I do it for me, from me, to me.
jangan jadi penyebab orang tak makan, jangan jadi penyebab orang menangis, jangan jadi penyebab orang jadi diam, jangan pernah jadi alasan orang berdoa sambil nangis
Penyebab anxiety disorder itu bisa bermacam-macam. Salah satunya karena seseorang pernah mengalami luka atau trauma dari orang yang paling dekat dengannya. Bukan dari orang asing, tapi justru dari orang yang seharusnya menjadi tempat paling aman, seperti orang tua, pasangan, keluarga, atau orang yang sangat dipercaya.
Kalau seseorang berkali-kali disakiti, diabaikan, dibohongi, atau sering merasa tidak aman dalam hubungan yang dekat, lama-lama itu bisa memengaruhi cara otak dan tubuhnya merespons keadaan. Akibatnya, mereka jadi lebih mudah merasa cemas, takut, atau selalu waspada, bahkan saat sebenarnya tidak ada bahaya.