Kewarasanku sudah mulai tergoncang. Mentalku sudah mulai terganggu. Saatnya ambil sikap! Mulai detik ini saya selaku Pasukan Pecinta Kirima Sharo Garis Keras, akan lebih mencintai Kirima Sharo sak lawase. Bagiku, setiap hari adalah hari ultahnya. 😍😍😍😍🥰🥰🥰🥰😘😘😘😘🥳🥳🥳🥳
🇺🇸:
>Be TenZ
>starts dating Kyedae Shymko at 17 years old
>moves in together just a few weeks after meeting
>lives with her from 17 to 24 years old, almost 7 years total
>engaged since August 2022
>she gets diagnosed with leukemia
>TenZ quits competitive VALORANT at the peak of his career
>cuts back on full-time streaming
>takes on all the expenses: medical bills, rent, household costs
>accompanies her through every step: chemotherapy, treatments, hospitalizations, recovery
>helps keep her channel and audience growing while putting his own channel on the back burner
>February 2026
>Ky edae announces on Twitter and Instagram that they had already been separated for some time
>explains: mutual decision
>they ask for privacy to move forward
>7 years together, engagement, cancer fought side by side, he gave up everything for her
>ends with “we are on different paths”
>brutal
Former President Susilo Bambang Yudhoyono issues a statement as he warns of a possible WW3 amid current geopolitics:
“Tiga tahun ini, saya mengikuti perkembangan dunia. Terlebih dinamika global bulan-bulan terakhir ini. Sebagai seseorang yang puluhan tahun memperhatikan dan mendalami geopolitik, perdamaian dan keamanan internasional, serta sejarah peperangan dari abad ke abad, terus terang saya khawatir. Cemas dan khawatir kalau sesuatu yang buruk akan terjadi. Cemas kalau dunia mengalami prahara besar. Apalagi kalau prahara besar itu adalah Perang Dunia Ketiga.
Sangat mungkin Perang Dunia Ketiga terjadi. Meskipun, saya tetap percaya hal yang sangat mengerikan ini bisa dicegah. Tapi, day by day, ruang dan waktu untuk mencegahnya menjadi semakin sempit. Situasi dunia menjelang terjadinya Perang Dunia Pertama (1914-1918) dan Perang Dunia Kedua (1939-1945) memiliki banyak kesamaan dengan situasi saat ini. Misalnya, munculnya pemimpin-pemimpin kuat yang haus perang, terbentuknya persekutuan negara yang saling berhadapan, pembangunan kekuatan militer besar-besaran termasuk penyiapan ekonomi dan mesin perangnya, serta geopolitik yang benar-benar panas. Sejarah juga mencatat, bahwa meskipun sudah ada tanda-tanda nyata bakal terjadinya perang besar, tetapi sepertinya kesadaran, kepedulian, dan langkah nyata untuk mencegah peperangan itu tidak terjadi. Mengapa?
Mungkin bangsa-bangsa sedunia tidak peduli, atau tidak berdaya, atau mungkin tidak mampu untuk mencegahnya. Secara pribadi saya berdoa kepada Tuhan, semoga mimpi buruk terjadinya perang dunia disertai penggunaan senjata nuklir itu tidak terjadi. Banyak studi yang mengatakan bahwa jika terjadi perang dunia, perang total dan perang nuklir, maka kehancuran dunia tak bisa dihindari. Korban jiwa bisa mencapai lebih dari 5 milyar manusia. Tidak ada peradaban yang tersisa dan musnahnya harapan manusia.
Tapi tidak cukup dengan doa satu, dua orang. Andaikata 8,3 milyar manusia penghuni bumi juga berdoa secara khusyuk, Tuhan tak begitu saja mengabulkan kalau manusia dan bangsa-bangsa sedunia tidak bekerja dan berupaya untuk menyelamatkan dunianya.
Sesempit apa pun, masih ada waktu dan cara untuk menyelamatkan bumi dan dunia kita. Mari kita berbicara dan berupaya. Ingat kata-kata Edmund Burke dan Albert Einstein yang intinya mengatakan bahwa kehancuran dunia bukan disebabkan oleh orang-orang jahat, tetapi karena orang-orang baik membiarkan orang-orang jahat menghancurkan dunia. Atau juga, kalau yang baik-baik diam, yang jahat akan menang.
Saran dan usulan saya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil inisiatif mengundang para pemimpin dunia untuk berembuk di Persidangan Umum PBB yang sifatnya darurat (Emergency UN General Assembly). Agendanya adalah langkah-langkah nyata untuk mencegah terjadinya krisis dunia dalam skala yang besar, termasuk kemungkinan terjadinya perang dunia yang baru.
Saya tahu, boleh dikata saat ini PBB tidak berdaya dan tidak berkuasa. Tetapi, janganlah sejarah mencatat PBB melakukan pembiaran dan juga doing nothing.
Mungkin saja, seruan para pemimpin sedunia itu “bagai berseru di padang pasir”. Artinya, tak akan diindahkan. Tetapi, mungkin juga itu awal dari kesadaran, kehendak, dan langkah-langkah nyata dari bangsa-bangsa sedunia untuk menyelamatkan dunia yang kita cintai ini. Ingat, if there is a will, there is a way.”
Ingat yes anak-anak, fokus desak pemerintah dan up terus kenyataan di Tapanuli dan seluruh korban longsor tanpa kecuali.
Segala “berita” selebritas jangan diwaro, jangan mau ditipu, jangan mau dialihkan.
Sumpah, ini pernyataan paling nirempati dari No 1 Kita!
Dikira syarat Bencana Nasional itu harus nunggu Jakarta tenggelam atau 38 Provinsi rata tanah dulu baru negara panik?!
Logika macam apa ini?! Aceh, Sumut, Sumbar itu isinya MANUSIA, bukan angka di papan tulis yang bisa Bapak diskon seenak jidat!
Bpk bilang "Terkendali" sambil duduk di Istana, sementara di lapangan mayat ngapung dan warga ngibarin bendera putih minta makan? "Monitor Terus"? Monitor apaan? Monitor jumlah korban nambah sambil ngopi?
Kalau kelingking kaki diamputasi, satu badan demam, Pak! Gak perlu nunggu leher putus baru dibilang sakit!
Nyawa rakyat dikonversi jadi persentase.
Mereka pikir tangisan ribuan ibu yang kehilangan anak di 3 provinsi itu kurang keras buat nembus tembok kedap suara Istana?
Tuli nurani.
Jangan berlindung di balik angka "3 dari 38". Satu nyawa rakyat melayang karena negara lalai aja itu udah TRAGEDI, apalagi seribu!
Gw nggak mau buru-buru, tapi kalau suatu hari semesta kasih kesempatan jatuh cinta lagi, semoga jatuhnya ke orang yang tepat. Yang bisa nerima gw apa adanya, nggak bikin aku overthinking, dan bikin gw ngerasa cukup g setengah-setengah dan mau tumbuh bareng :)
@villifai gw kerja di media, dan yuppp. kita wartawan dilarang untuk nulis berita jelek yang berhubungan dengan pemerintahan Prabowo saat ini. kita bikin berita keracunan MBG aja ga dibolehin, langsung disuruh takedown sama atasan. jadi sebenernya pemerintah yang kayak anjing
this is a healthy way of communicating. i think we need to stop normalizing sharing the things people tell us in confidence. what happened to common courtesy?
Tuhan sedang berbicara melalui peristiwa alam yang di luar dugaan. Dengarkanlah dengan seksama maka saudara sekalian akan mengerti bahwa ada pesan tersembunyi dibalik sebuah peristiwa.