Guys guys, lu pada tau gak…
Pope Leo XIV ngeluarin pernyataan yang dalem banget soal perang dan cara berpikir manusia.
Intinya dia bilang:
orang-orang yang ngajak berdoa supaya menang perang dan menghancurkan musuh,
itu bukan ajaran Tuhan.
Dia juga bilang,
agama khususnya Kristen sering disalahgunakan
karena ada dorongan gelap buat menguasai dan mendominasi.
Manusia sekarang sering:
nganggep kuat = bisa nguasain orang lain
nganggep menang = bisa menghancurkan lawan
Padahal menurut dia,
itu bukan kemenangan…
itu justru kekalahan dari sisi kemanusiaan.
Maknanya apa?
Ini kritik keras ke cara orang melihat perang:
agama dipakai buat legitimasi kekerasan
moral dikalahkan sama ambisi kekuasaan
Kalau “menang” harus dengan menghancurkan,
mungkin itu bukan kemenangan…
tapi tanda kita lagi kehilangan arah sebagai manusia.
CARA NGE-HACK OTAK KAMU
1. DOPAMIN (hormon bikin happy)
* Selesain kerjaan/tugas
* Makan enak
* Rayain pencapaian kecil
* Me time / rawat diri
2 OKSITOSIN (hormon cinta & bonding)
* Main sama bayi
* Main sama hewan peliharaan
* Ngasih pujian ke orang
* Pelukan sama pasangan/keluarga
3. SEROTONIN (hormon penenang mood)
* Main & having fun
* Berjemur kena matahari
* Jogging/lari
* Gowes atau berenang
4. MELATONIN (hormon tidur nyenyak)
* Redupin lampu pas malem
* Kurangin screen time dimalam hari
* Makan sehat
* Lakuin hal-hal yang bikin tenang
Rekap 20 pelajaran hidup ala Bang Radit:
1.Jadi orang nyeleneh dikit? Santai aja, itu bukan dosa.
2.Stop julid, hidup lo bakal lebih tenang.
3.Kita tuh nggak sepenting itu di hidup orang lain, jadi chill aja.
4.Hidup simpel itu underrated banget.
5.Kerjaan berat jadi enteng kalau dicicil pelan-pelan.
6.Kerjaan juga lebih ringan kalau dikerjain bareng.
7.Ide nggak bakal keinget kalau nggak ditulis.
8.Belajar dari yang udah jago, biar nggak muter-muter.
9.Tapi kadang belajar dari yang “nggak tau apa-apa” juga buka perspektif baru.
10.Bengong dikit itu bukan buang waktu, itu bagian dari mikir kreatif.
11.Waktu tuh bukan dicari, tapi dibikin.
12.Uang bisa dipakai buat “beli waktu”, manfaatin.
13.Jangan lupa have fun, hidup bukan cuma kerja doang.
14.Coba hobi baru, itu cara paling gampang biar hidup kerasa fresh lagi.
15.Kejar momen-momen berkesan, bukan cuma pencapaian.
16.Jangan ambil keputusan pas lagi emosi, fix sering nyesel.
17.Kadang harus berani bilang “iya” ke hal yang biasanya lo tolak.
18.Tapi di sisi lain, belajar bilang “nggak” itu penting banget.
19.Main game = cara paling gampang buat kabur bentar dari realita.
20.Dapat kritik? Artinya masih ada ruang buat naik level.
Isi hati: Pengen pindah ke luar negeri aja.
Isi kepala: Swiss asik kayaknya, atau New Zealand.
Isi tabungan: Wkwk coba duduk dulu sini kasi tau gue gimana caranya.
Psikolog bilang:
“Kalau seseorang diabaikan oleh orang yang paling dia harapkan, otak bisa menafsirkan itu sebagai rasa sakit yang mirip dengan luka fisik.”
Dalam penelitian psikologi dan neurosains, penolakan sosial, seperti diabaikan, tidak dianggap, atau tidak direspons memicu aktivitas di bagian otak yang sama dengan saat tubuh merasakan sakit secara fisik. Karena itu banyak orang merasa benar-benar “sakit”, bukan cuma sedih secara emosional.
Ada orang yang sejak kecil sudah terbiasa menjalani semuanya sendiri.
Tidak punya banyak tempat bersandar selain dirinya sendiri dan Tuhannya. Dari kecil dia belajar jatuh, bangkit, dan memperbaiki dirinya tanpa banyak bantuan. Pelan-pelan semua itu membentuknya jadi pribadi yang mandiri dan kuat.
Menariknya, ketika bertemu orang lain, yang dia bawa justru energi baik, dia tidak suka menyebarkan luka yang pernah dia rasakan, dia lebih memilih hadir dengan sikap tenang, membantu kalau bisa, dan membuat orang lain merasa nyaman.
Orang datang dan pergi itu bukan tragedi.
Itu alur.
– Teman masa kecil perlahan cuma jadi kenangan foto lama.
– Teman kuliah yang dulu tiap hari bareng, sekarang cuma saling lihat story.
– Teman kerja yang dulu satu tim, sekarang sibuk di tempat berbeda.
– Sahabat yang dulu tahu semua cerita, sekarang obrolannya terasa asing.
Dan itu bukan karena benci.
Bukan juga karena ada yang berubah jadi jahat.
Kadang memang waktunya saja yang selesai.
Ada tipe orang yang kelihatannya biasa aja di sosial media. Jarang update. Nggak pernah share lokasi. Nggak pernah pamer lagi nongkrong di mana. Bahkan kadang orang mikir, “ini orang kemana sih hidupnya?”
Padahal dia tetap jalan. Tetap keluar. Tetap punya rutinitas, punya kesibukan, punya tempat favorit, punya circle. Cuma dia nggak merasa itu perlu diumumkan.
“Oversharing” dan “butuh validasi” adalah dua paket lengkap bikin jejak digital jadi bumerang buat diri sendiri.
Sebelum post, tanyakan ke diri:
- Kalau story ini viral, aku siap gak ketika orang asing tau tentang ini?
- Apa nulis ini bakalan menyelesaikan sesuatu atau cuma jadi pelampiasan aja?
- Setahun dari sekarang, kalau aku baca threads ini lagi bakalan bangga gak yah?
- Apakah ada pihak yg tersinggung dengan posting hal ini?
Skill survive = self-control✨