Alasan sebagian orang yang lebih milih diam ketika lagi marah:
- Nggak mau buang-buang energi
- Sadar omongannya bisa nyakiti banget
- Karena kalau ngomong pasti nangis
Teringat ada dosen yang tertekan karena ada mhs yang menanyakan konfirmasi revisi skripsi setelah 2 minggu sidang. Nanyain ke akademik dept sebelah malah dirujak.
mhs tertekan, dosen tertekan, akademik tertekan
sehat-sehat orang-orang yang tertekan, semoga segera mumbul.
one day, aku pengen anakku belajar tentang cinta bukan dari film atau novel, tapi dari cara ayahnya memperlakukan ibunya: yang sabar, lembut, tanpa nada tinggi. aku ingin dia melihat bahwa ibunya dipenuhi rasa cinta dan terimakasih setiap harinya. makanya aku akan cari suami yang emang bisa menunjukan itu ke anak anaku nanti.
“don't be a judge mental person” karna kamu gatau seberapa besar usaha seseorang untuk mengembalikan hidupnya agar lebih ceria, dan become better then before
mau semarah atau secapek apapun, jangan pernah berhenti ngasih kabar. because communication is not about being in a good mood, it's about respect and care. boleh kecewa, boleh marah, bahkan boleh butuh waktu untuk menenangkan diri. tapi jangan sampai orang yang di sayang harus menebak-nebak keadaan kita. a mature relationship isn't about never fighting, it's about still choosing each other even in the middle of the fight. jadi kalau lagi marah, bilang.Kalau lagi butuh waktu sendiri, bilang. karena silent treatment hurts more than honest words. love is not only about saying "I love you", but also "I'm okay", "I'm home", and "I'll talk to you when I'm calmer."
paling benci kalo tbtb muncul perasaan gaenak, kaya pengen nangis tapi gak ada yang harus di tangisin gitu. hati rasanya kaya berat banget padahal semuanya lagi aman terkendali, gasuka banget dah perasaan kaya gini.