its just sad that with the state of our country’s job market, emang jadi ada meritnya untuk ubah ig jadi linkedin. menyedihkan but the situation “forces” us to.
sedangkan, kemarin aku exchange dengan anak2 aussie, tiap dapet materi ‘personal branding’ dr speaker indo, mereka-
kinda miss 2020.. masa2 aktif banget di twitter & fangirling sampe tweets nya ribuan, dan banyak ngobrol sama mutuals, getting encouraged & giving encouragement to them.. i miss it all :(