🇩🇪 One saxophone.
Thousands of voices.
Pure football magic. 🎷🔥
Germany fans are creating an unforgettable atmosphere ahead of Germany vs Ivory Coast at the FIFA World Cup 2026. 🏆🇩🇪
Kerja di coffee shop ❌
Ikut short course kopi ❌
Belajar dari Youtube ✅
Juara nasional Indonesia AeroPress Championship 2025 ✅
Farrel mengingatkan kita bahwa bakat nggak selalu hadir dari ruang kelas, berbekal menonton video dari Youtube dan ngulik kopi lewat temannya yang kerja di coffee shop, dia bisa menjadi juara nasional.
Mewakili Indonesia, tahun lalu Farrel berangkat ke Korea dalam kompetisi AeroPress dan menduduki peringkat 20 besar.
Kecintaannya terhadap kopi, disalurkan dengan membuka kedai kopi sendiri.
*Russia banned from football for attacking Ukraine*
*USA, host of the World Cup, bombs Iran for over a month, kills its Supreme Leader and refuses to let the Iranian team stay even one night in the country*
FIFA President:
Buat yang ngaggur coba belajar jadi Financial Astrology. Siapa tau berbakat dan bisa dibayar mahal nanti.
Menurut financial astrology tentang IHSG:
- Akhir fase Churning / Bottoming (pertengahan Mei–awal Juni) IHSG sempat mengalami tekanan tajam dan reversal (bottom cycle).
- Masuk fase Bullish Jupiter Exalted di Cancer (Juni–Oktober 2026) Jupiter di Cancer (rumah air, emosional, keamanan, banking, FMCG, properti, dan komoditas seperti emas).
Baru beres nonton video ini di yt.
Dan saya tersadarkan kalo menjamurnya org yg jualan seblak, cilok, gorengan dan pedagang olahan tepung lainnya di jalanan bukanlah tanda kebangkitan ekonomi rakyat, tpi sinyal keputusasaan (necessity entrepreneurship) untuk menutupi status pengangguran.
Setidaknya ada 6 poin yg saya dapati :
• Jebakan low barrier to entry: Bisnis olahan tepung dipilih cuma krn modalnya murah dan gk butuh keahlian khusus.
Dampaknya, terjadi ledakan keseragaman yg memicu kanibalisme ekonomi (sesama pedagang kecil saling mematikan di radius beberapa meter saja)
• Romantisasi penderitaan oleh negara: Narasi "UMKM Pahlawan Ekonomi" dikritik sebagai alat politik agar negara bisa lepas tangan dari kewajiban menyediakan lapangan kerja formal dan jaring pengaman sosial.
• Paradoks data pengangguran: Angka pengangguran resmi terlihat turun, tpi pekerja sektor informal melonjak smpe 60%. Ini adalah fenomena pengangguran terselubung, tercatat bekerja, tapi pendapatan minim dan gk menentu.
• Perang Harga vs Hancurnya Daya Beli: Di tengah inflasi dan turunnya kasta kelas menengah, merek bukan lagi faktor penting. Pedagang terpaksa memotong margin keuntungan demi mempertahankan konsumen yg sensitif harga.
• Ironi "Negara Tepung" yg 100% Impor: Indonesia menopang jutaan pedagang kecil dari komoditas yg gak bisa tumbuh di tanah sendiri. Ketergantungan impor gandum yg mutlak membuat nasib pedagang cilok di jalanan sangat rentan terhadap konflik geopolitik dunia dan kurs Dolar.
• Model bisnis ini udah di titik jenuh. Para pedagang seperti berjalan di tempat, bekerja keras 12 jam sehari menghirup asap jalanan, tetapi posisi finansialnya gk bergeser maju sama sekali.
Source : https://t.co/YnzpIZpO3L