Ini Fatimah lembut banget jawabnya, kalo gue yang ada di situ, mungkin akan jawab:
NAH ITU LO TAU AKSES KESEKOLAH JELEK!!! NAPA GAK LO BENERIN DULU SEBELOM EMBEGE2AN??? HAH???🙂🫵🏻🙏🏻
@tanyakanrl Tau pemerataan gk?? Nah daerahmu tuh, anak tiri, se simpel rute penerbangan ke situ pun belum maksimal, jalan aspal lebar ke tingkat desa-dusun belum semua dapet kan? Makanya harga apapun ya lebih mahal, tapi km diam aja karena sombong ‘merasa mampu bayar lebih’ padahal KASIAN
Kami lelah dengan dialog palsu yang dipenuhi kekerasan, intimidasi dan penangkapan setiap harinya! Wujudkan partisipasi bermakna sekarang juga!
Gue juga mendapat kabar dari @.bintang_msa16 Ketua @.semaugm.official yang baru melanjutkan @.tiyoardianto_ bahwa pasca demonstrasi kemarin di UGM mereka sedang mencari safehouse karena dalam situasi tidak aman dan terancam.
Kita doakan selalu keselamatan!
Selamat kepada mahasiswa UGM yang kemarin malam berhasil mengusir setan rezim yang menjelma pejabat menteri, wakil menteri, dan utusan presiden, di lingkungan perguruan tinggi.
Next, kita galang keberanian lagi untuk bisa mengusir sekaliber presiden, yang tiap kali disuguhi microfon dan podium, ia hanya bicara omong kosong dan malah mengorkestrasi kemampuan numeriknya yang berantakan.
Ia bahkan pernah dengan lantang menyatakan bahwa dirinya sendiri sangat anti dengan budaya dan tradisi diskusi.
Perguruan tinggi bukan tempat bagi pejabat negara untuk ber-yapping-yapping!
"kita sudah sampai pada masa kebodohan merajalela"
"ketika MBG dibela, keracunan dianggap biasa. mempertontonkan keserakahan & membiarkan negri ini dalam malapetaka" 🥹🥲
@LambeSahamjja Ngasih anak makan itu, semua orang tua bisa boss.. tp bikin jembatan, transum dll, itu hny pemerintah yg bisa. Pemerintah ga perlu ambil alih tugas ortu dan mengabaikan tugas pemerintah sendiri
@LambeSahamjja Bis sekolah siapain
Biar ke sekolah ga susah payah
Itu baru solusi konkret
Laah klo di biarin cape lalu "cuma" Dikasih makan
🤬
Biadab bener solusinya
Padahal lebih dr 70% MBG dilakukan di pusat kota
Mak Denok , ibu rumah tangga Cirebon Timur , turun ke jalan 15 Juni 2026.
Tuntutannya: tolak MBG yang anggarannya dikorupsi.
Respons Wakil Ketua DPRD Kab. Cirebon (Gerindra), Nana Kencanawati:
"Lagian siapa yang mau ngasih lo makan? Udah GEMBROT!!!"
Ini wakil rakyat , gajinya dari APBN , menghina rakyatnya sendiri karena berani protes.
Kalau kritik MBG dibalas body shaming, wajar rakyat curiga: MBG ini proyek buat siapa sebenarnya?
Ya allah benci banget liatnya. Ngapain nangis si??? Yang pantes nangis tu orang tua 33.000 siswa korban keracunan MBG. Bukannya dapet perbaikan gizi, malah dapet racun.