besok, 27 agustus 2026, ada beberapa kelompok yang bakal turun aksi di depan gedung dpr ri. tuntutannya beda-beda, ini rinciannya:
1. ampb (aliansi masyarakat pati bersatu)
→ ruu perampasan aset segera disahkan
→ hukuman mati bagi koruptor
→ pemberantasan korupsi & transparansi pengelolaan dana daerah
2. aliansi geram
→ menuntut dialog langsung dengan pimpinan dpr ri terkait 10 poin aspirasi rakyat yang mereka bawa
3. RMP4 (relawan masyarakat pendukung program pemerintah) & kelompok pendukung lainnya
→ mendukung keberlanjutan program pemerintahan presiden prabowo subianto
→ meminta tata kelola mbg terus dievaluasi dan diperbaiki agar lebih tepat sasaran
jadi, yang turun besok bukan satu kelompok dengan satu agenda. tuntutannya memang beragam
sc. jannahmusic on instagram
Dari rezim ini kita belajar:
1. Judol bisa dibasmi: buktinya Mandiri bisa blok rekening pendemo Pati atas perintah aparat
2. Bangunan sekolah bisa distandardisasi, sekolah rusak bisa segera renov: buktinya bangunan Kopdes bisa berdiri sampe pelosok negeri
3. Gaji nakes, guru, dan dosen bisa lebih sejahtera: buktinya ribuan karyawan SPPG bergaji di atas mereka
4. Jumlah kriminal di Indonesia bisa berkurang signifikan, kasus kriminal lebih cepet kelar: buktinya jumlah aparat saat demo sebanyak itu
Kita jadi tau kalo kita bisa, cuma mereka aja yang nggak mau😊
Kesimpulannya: kebobrokan memang sengaja dipelihara buat meraup suara di pemilu😊
mungkin selayaknya luka perasaan ya, meskipun jerawat yg parah dan menahun mereda atau bahkan sembuh, kulit masih nyimpen bekas (scars, bopeng, tekstur berubah). bukan ga sembuh, tp krn pernah terluka cukup dalam dan waktu yg lama
Wow! Copernicus ECMWF, lembaga kredibel yang data-data model iklimnya digunakan secara luas oleh ilmuwan di seluruh dunia telah merilis edisi spesial pemantauan emisi aerosol dan smoke yang dihasilkan oleh Karhutla di Kalimantan. Pergerakannya pun sangat jelas; dari tenggara menuju ke barat laut, sesuai arah angin monsun tenggara. Jadi nggak bolak-balik, ya.
Jangan lagi menyalahkan El Niño. El Niño membuat cuaca kering, tetapi tidak menyalakan api. Ada tata kelola yang gagal, pengawasan yang lemah, dan mungkin pembiaran. Laporan Walhi bulan lalu telah mengingatkan, mayoritas titik panas ada di konsesi perusahaan.
Maka, pertanyaannya kini tak cukup mengapa hutan terbakar, tetapi di mana tanggung jawab negara ketika warganya dipaksa menghirup asap?