[THREAD FAKER BUMBLE]
Nama: Wahyu Jatmiko (Jojo)
(Foto pertama) Since dia udah gue chat baik baik untuk delete bumble nya, akhirnya dia malah block gue jadi gue akan spill aslinya.
(Foto ke-2) Jadi, dia pake identitas gue untuk mengajak cewe-cewe first meet di hotel (contoh ajakannya ada di slide foto ke-2).
Lalu, karena gue udah gedek banget akhirnya gue coba contact si JATMIKO ini lewat WA yang dia kasih ke temen gue.
(Foto ke-3) Itu gue chatan sama si Jatmiko ini untuk memancing dia buat selfie dan berakhir dia mau vidcall. Memang dia to the point banget ngajak meet di hotel gamau di ruang public.
(Foto ke-4) ADALAH MUKA SI JATMIKO YANG NGAKU FOTO BUMBLE DIA (alias itu gue) ada foto lama dan sekarang udah PLONTOS, eh kunyuk kalo tujuan lo jelek cuman buat meet sama cewe di hotel pake muka sendiri lah anj jangan pake muka orang. Pencemaran Nama Baik ini masuknya ya sialan.
Pas magang di Jepang kmrn, ada pegawai baru yg no experience di usia 30an. Pas gue nanya ke buchou di Jepang kek gt lazim apa ngga, jawabannya "iya wajar aja, dia lagian lulusan S3." Njir lulusan S3, first job, umur 35, bisa masuk kerja di industri entry level. Indo could never
gw jadi berpikir kalo hal ini ada kaitannya kenapa anak-anak muda di western countries punya self esteem sama confident yang tinggi dibanding negara timur (especially indonesia) karena ya banyak standar-standar tolol yang dibuat ama boomers
You know how brilliant their idea to choose Bundaran HI sebagai tempat "aksi" mereka adalah? It’s because they know Bundaran HI adalah pusat titik keramaian Jakarta.
Choosing Bundaran HI means maximum exposure. Akses ke semua lapisan masyarakat itu potensial banget buat attract publik. From the corporate slaves stepping out of their Sudirman offices, people commuting, to the general public—everyone is literally there. It is the ultimate hub to get eyes on your movement.
Plus di Bundaran HI, segala jenis transportasi umum ada. It’s the literal heart of Jakarta's transit. So obviously, the traffic will be disrupted. But honestly? In modern activism, that disruption is a feature, not a bug. When the traffic gets a bit chaotic, people are forced to look. It creates that instant "Wait, what’s happening over there?" effect.
As someone who used to organize actions and protests too, let’s be real for a second: pemilihan Bundaran HI ini bukan lagi buat "protes" langsung ke pihak yang diprotes.
Why? Karena ya udah pasti gak bakal didengar. Pointing fingers directly at the institutions just ends up making you tired, drained, and honestly, males banget. It’s a dead end.
Makanya mereka pilih Bundaran HI. It’s no longer about yelling at a brick wall; it’s about controling the narrative and winning the public's attention. If the authorities won't listen, you make the entire city talk about it instead. And there’s no better stage for that than Bundaran HI.
@SmgMenfess Izin ralat, nder.
Nobody is perfect, lanjutannya pakai neither.
Nobody is perfect, neither am I.
.
Saran, jangan cari istri yang NURUT, lebih baik cari istri yang sepandangan, semisi, sevisi.
Kalau cari yang NURUT, mending cari ART saja.
Good luck, nder 👍
Tapi sales online naik 31% dalam hitungan hari. Brand value naik jutaan dolar. Jadi salah satu campaign paling sukses sepanjang sejarah mereka
Kadang brand gak perlu takut ambil sisi yang kontroversial
Kalau ceritanya tulus, dan timingnya pas,
orang juga bakal connect 😊
@yappingfess Gue setuju elu childfree, biar ngga melahirkan keturunan yang ngga waras. Btw, coba kalian bertiga ke poliklinik siapa tau ada yang sakit jiwa.
Kenapa sih orang-orang begitu anti dengan MBG dan berusaha untuk menghentikan progam baik ini?
MBG adalah program paling baik di dunia, tidak ada negara mana pun yang punya rencana semulia ini, ingin memberi makan seluruh anak bangsa agar terhindar dari kekurangan gizi.
Itulah misi MBG sedari awal, misi Prabowo seorang jendral tangguh yang tak gentar diterpa banyak badai dan hinaan dari masyarakatnya sendiri.
Kita harusnya mendukung program ini agar perut anak-anak bangsa bisa terisi dan terhindar dari lapar serta kekurangan gizi.
Lihatlah betapa banyak anak bangsa yang berterima kasih pada presiden Prabowo karena telah membahagiakan mereka dengan makanan yang enak dengan gizi yang terjaga; sehingga mereka tumbuh menjadi anak-anak yang cerdas dan mampu bersaing di tingkat internasional dan membuat bangga Indonesia, tak hanya kancah dunia, tapi kancah alam semesta yang bersaing dengan makhluk-makhluk di planet lain.
Kita harus dukung presiden Prabowo sebagai pemimpin seumur hidup di negeri ini!
Baru beres nonton video ini di yt.
Dan saya tersadarkan kalo menjamurnya org yg jualan seblak, cilok, gorengan dan pedagang olahan tepung lainnya di jalanan bukanlah tanda kebangkitan ekonomi rakyat, tpi sinyal keputusasaan (necessity entrepreneurship) untuk menutupi status pengangguran.
Setidaknya ada 6 poin yg saya dapati :
• Jebakan low barrier to entry: Bisnis olahan tepung dipilih cuma krn modalnya murah dan gk butuh keahlian khusus.
Dampaknya, terjadi ledakan keseragaman yg memicu kanibalisme ekonomi (sesama pedagang kecil saling mematikan di radius beberapa meter saja)
• Romantisasi penderitaan oleh negara: Narasi "UMKM Pahlawan Ekonomi" dikritik sebagai alat politik agar negara bisa lepas tangan dari kewajiban menyediakan lapangan kerja formal dan jaring pengaman sosial.
• Paradoks data pengangguran: Angka pengangguran resmi terlihat turun, tpi pekerja sektor informal melonjak smpe 60%. Ini adalah fenomena pengangguran terselubung, tercatat bekerja, tapi pendapatan minim dan gk menentu.
• Perang Harga vs Hancurnya Daya Beli: Di tengah inflasi dan turunnya kasta kelas menengah, merek bukan lagi faktor penting. Pedagang terpaksa memotong margin keuntungan demi mempertahankan konsumen yg sensitif harga.
• Ironi "Negara Tepung" yg 100% Impor: Indonesia menopang jutaan pedagang kecil dari komoditas yg gak bisa tumbuh di tanah sendiri. Ketergantungan impor gandum yg mutlak membuat nasib pedagang cilok di jalanan sangat rentan terhadap konflik geopolitik dunia dan kurs Dolar.
• Model bisnis ini udah di titik jenuh. Para pedagang seperti berjalan di tempat, bekerja keras 12 jam sehari menghirup asap jalanan, tetapi posisi finansialnya gk bergeser maju sama sekali.
Source : https://t.co/YnzpIZpO3L
Barusan nemu Linkedin mas2 consultant israeli yg spesialis di relasi geopolitik indonesia - israel, salah satunya yg ngarahin buat bikin visa di singapore buat israeli bisa masuk indo 😀