aku lah salah satunya. gak pernah neko-neko, pergaulan bebas? no, 100% anak rumahan. dari kecil sampe kuliah selalu straight As belajar juga sebagai tanggung jawab atas diri sendiri. but i always suffer in silence, karena orang tua ngga ngasih emotional safe space.
disaat aku udah dewasa baru protes kenapa ngga terbuka sama mereka, kenapa suka mengambil keputusan sendiri? well... i've been surviving alone all this time (mentally). dulu bahkan aku pernah mikir, "aku yang paling gak neko-neko gini kok malah jadi yg paling unlovable ya dibanding my siblings?" but it's okay aku udah berdamai dengan hal itu. peluk diri sendiri 🫂
kalo seseorang lagi puasa, lalu ada orang makan di depan gue, masa gue larang dia makan karena gue lagi menahan lapar?
menahan lapar itu urusan gue, bukan orang lain. puasa itu ibadah gue, bukan orang lain.
“sumber nafsu disuguhin di mana2” ya itulah yang bikin pahala lu jadi besar. kalo ga ada “sumber nafsunya” maka apa yang membuat ibadah lu jadi bermakna?
anak sekolah dikasih ujian ya jangan dibantu, jangan buka buku, jangan nyontek. kalo buka buku maka apa istimewanya ujian itu?
beli ac, trs lg dirakit sama tukangnya.
mak w tb2 naik, ngalor ngidul, tb2 ngomong "anak saya mah males, ga pinter cari duit"
sama kang ac ny dibalas "lah ini bs ganti AC ya ada duitnya bu"
🫣
"as a woman I have so much empathy for my mother, but as a daughter I have so much anger"
resonated deep to me karena memang hubungan ibu-anak perempuan memang kompleks sekali, rasa sayang, rasa marah, rasa ingin memperbaiki, rasa ingin pergi jauh.. tumpah ruah jadi satu
@worksakun Orang kaya gabutnya kalo gak eksploitasi alam ya ekploitasi manusia. Kadang tuh liat orang orang hype orang kaya kek ngapain sih lu pada, lu miskin karena orang orang kaya itu serakah dll
SAYA TES DNA SEBELUM BERANGKAT KE INDIA.
SAYA ADA DNA INDIA!
KALAU DENGAR LAGU INDIA SAYA GOYANG!
KEMARIN WAKTU JAMUAN DI ISTANA,
MENTERI-MENTERI SAYA JUGA SUKA NYANYI DAN GOYANG!
MUNGKIN MEREKA ADA DNA INDIA JUGA!
Negara dengan pendidikan busuk core:
- Perguruan tinggi diburu"in
- Kalau udh lewat 3 tahun udh g bisa pakai jalur snbt lagi
- Lulus langsung disuruh cari kerja karena kbnykan maksimal tahun lowongan kerja 25 tahun
- MAGANG UNPAID
Dan negara tidak memprioritaskan pendidikan🤗
meskipun kita miskin gaji kita kecil kita harus rajin bayar pajak karna masih ada tas, baju branded, tiket pesawat ke LN sama biaya hidup pejabat & keluarganya yg harus harus kita bayarin 😇
JAWA-BALI TERANCAM REAL KEGELAPAN !!!
BUKAN KARENA BATUBARA INDONESIA SUDAH HABIS,
BUKAN KARENA SEMUA BATUBARA DI EKSPOR
TAPI KARNA TIDAK LAIN DAN TIDAK BUKAN,
KEBIJAKAN PEMERINTAH YANG AMBURADUL
- RKAB DIPOTONG 60% (VOLUME BATUBARA TURUN JAUH)
- HARGA DMO YANG HAMPIR 50% DIBAWAH HARGA PASAR
- KEBIJAKAN YANG BERUBAH-UBAH
LALU, DARI CERITA INI ADA PERTANYAAN JUGA
APAKAH INI SERANGAN PARA KONGLO BATUBARA?
PLTU Pacitan, salah satu tulang punggung kelistrikan Jawa-Bali, dilaporkan hanya memiliki stok batubara untuk dua hari operasi. Bukan cuma Pacitan.
Sejumlah PLTU besar di sistem Jamali (Jawa-Madura-Bali) sudah masuk lampu merah, termasuk Paiton, Rembang, Indramayu, Tanjung Awar-Awar, Cilacap, hingga Celukan Bawang.
Standar aman PLN itu 26 hari operasi (HOP). Kenyataannya, banyak PLTU hanya punya stok 11-12 hari,
bahkan ada yang tinggal 2 hari.
Pertanyaannya: Kenapa bisa sampai separah ini?
Pertama, DMO harga murah diabaikan produsen.
Batubara untuk PLTU dijual dengan harga DMO hanya USD 70 per ton. Sementara untuk pabrik semen, harganya USD 90 per ton. Untuk smelter dan ekspor, harga pasar jauh lebih tinggi.
Jelas, produsen lebih pilih jual ke luar negeri atau ke industri lain ketimbang pasok PLTU.
Akibatnya, pembangkit listrik jadi "pelanggan prioritas terakhir" para produsen.
Kedua, RKAB batubara dipangkas drastis. Di awal 2026, pemerintah memotong kuota produksi batubara nasional dari 790 juta ton (realisasi 2025) menjadi hanya 600 juta ton, alias dipangkas hampir 24%. Beberapa perusahaan tambang bahkan kena potong 40% hingga 70% dari kuota yang mereka ajukan. Alasannya stabilisasi harga global dan efisiensi SDA.
Volume batubara yang tersedia untuk pasokan dalam negeri ikut menyusut.
Ketiga, persetujuan RKAB lambat dan berlarut-larut. Di awal tahun 2026, banyak perusahaan tambang belum mengantongi persetujuan RKAB dari Kementerian ESDM. Artinya mereka tidak bisa produksi penuh.
Pasokan batubara ke PLTU pun ikut tersendat.
Keempat, royalti batubara dinaikkan progresif. Sejak April 2025, berlaku PP No. 18/2025 yang menaikkan royalti batubara secara progresif berdasarkan harga acuan (HBA). Jika HBA di bawah USD 70 per ton, royalti 15%. Jika HBA mencapai USD 180 per ton ke atas, royalti bisa sampai 28%. Bagi produsen kecil dan menengah, beban ini sangat berat, sehingga banyak yang memilih kurangi produksi atau alihkan pasokan ke sektor yang lebih menguntungkan.
Kelima, ekspor batubara kini wajib lewat Danantara.
Pemerintah menetapkan bahwa mulai Juni 2026, semua ekspor batubara harus disalurkan melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Sistem satu pintu ini masih dalam transisi dan memunculkan ketidakpastian bagi eksportir. Di tengah masa peralihan ini, rantai distribusi batubara domestik ikut terganggu.
Ada narasi yang beredar, krisis stok batubara ini sengaja diciptakan untuk menekan pemerintah agar mencabut atau melunak soal kebijakan DMO, RKAB, royalti, dan DSI.
Logikanya, jika listrik padam, pemerintah panik, dan akhirnya produsen batubara bisa "negosiasi ulang" syarat yang lebih menguntungkan mereka.
Kalau dilihat, nama-nama besar di balik tambang batubara Indonesia memang bukan orang sembarangan. Grup Bakrie (BUMI), Grup Indika (INDY), Grup Barito (PTRO), hingga pemain PKP2B lama lainnya punya pengaruh politik dan ekonomi yang sangat besar.
Ketika RKAB dipangkas hingga 70%, wajar jika ada tekanan balik.
Tapi apakah ini benar-benar "serangan terkoordinasi"?
Belum ada bukti eksplisit.
Yang jelas, kombinasi kebijakan yang menghantam semua sisi produksi dibatasi, royalti dinaikkan, ekspor diatur ulang membuat produsen enggan prioritaskan pasokan dalam negeri yang harganya paling murah.
Lampu listrik yang redup di Jawa-Bali bukan sekadar soal stok batubara. Ini cerminan dari tarik-menarik kepentingan antara negara, konglomerat tambang, dan kebutuhan rakyat akan energi yang murah dan andal.
Kebijakan dengan implementasinya kacau dan rantai pasok tidak dijaga, rakyatlah yang paling merasakan
Kejadian tadi pagi di alun2 bener2 menyayat hati aku.
Bapak ini jualan kaos kaki di sebelah ku.
Belum lama dia gelar lapaknya malah kami di usir sm satpol PP.
dr awal bapaknya masuk2in kaos kaki nya lagi, pelan2 banget, sambil sesekali memeluk dan mendo'akan dagangan nya.
Foto kedua di ambil sore pukul 14.30 masih dengan baju yg sama bapak kecapean sampe tidur di angkong😭
Di hati ku bener2 sedih pengen kasih bapaknya buat sarapan,
Tapi di sisi lain aku jg belum laku 1pun.
Malah pas ada orang beli pas aku di usir.
Orangnya aku suruh pergi aja gak usah bayar kasian soalnya mereka jg ky panik gitu anak SMP .
Guys pliss ramein dagangan bapaknya klo pada lewat ya beli aja walaupun cuma 1.
Mereka jualan bukan untuk memperkaya diri melaikan untuk bertahan hidup 🙏
sc:threadsraysa_mela
lagi beli es doger trus abang-abangnya curhat ke aku, padahal aku ga nanya. beliau bilang “dollar naik, tp katanya org desa ga make dollar” trus aku baru record dia bilang “kalo ga ngaruh tapi ini semua bahan pokok naik, imbas bbm naik juga. saya gabisa naikin harga nanti pelanggan kabur.”
(Lagi, karena aku selalu menyebarkan soal MBG ke temen-temen bule WAKAKAK), temenku orang Hungary kaget bukan main pas ku kasih liat https://t.co/DlqYauop8i sampe dia kira aku bercanda, karena negara doi pas kena denda Uni Eropa sekitar Rp4 triliunan langsung jadi isu konflik politik gede-gedean yang akhirnya memicu gelombang protes ke pemerintahnya. Bagi mereka itu angka yang nggak masuk akal
Rp 4 triliun.
Alias kisaran 10 hari MBG.
Jadi emang skala MBG ini bener-bener susah dicerna.
Training Manajer Koperasi Desa Merah Putih buat ngurus minimarket
Yang gak diajarin:
- Manajemen stok dan inventaris ❌
- Pengelolaan uang tunai ❌
- Pertanggungjawaban keuangan ❌
- Penerimaan barang dan hubungan dengan supplier❌
- Pencegahan kehilangan barang❌
- Penataan produk di rak❌
- Penjadwalan staf dan manajemen tim❌
- Standar pelayanan pelanggan❌
- Keamanan dan kebersihan produk❌
- Pembacaan laporan penjualan dan data dasar❌
- Regulasi penjualan dan barang❌
- Perizinan usaha❌
Yang diajarin:
- Kicau mania ✅
- Huu haaa ✅
- Teroreroteroret ✅