So Russia is banned from FIFA because of their invasion of Ukraine, but America is allowed to HOST THE FIFA GAMES WHILE BOMBING IRAN???
HOW DOES THAT WORK?????
They always draw communism as an empty fridge and capitalism as a full one.
They never draw the homeless person outside the capitalist supermarket, the farmer dumping food because selling it isn’t profitable, or the hundreds of millions who go hungry despite a world that produces more than enough food to feed everyone.
Under capitalism, the fridge is full if you can pay. Under socialism, the goal is that nobody is denied food because they’re poor.
DITANGKAP & TERSANGKA: "Kiai" pemerkosa puluhan santriwati di Pekalongan
Pelaku:
- Abdul Khalim Fadlun (AHF/AKF/AK), usia 55 tahun.
- Pendiri & pengasuh Padepokan Padang Ati (Ponpes), Desa Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan.
- Ditangkap Rabu (27/5/2026) setelah sholat Idul Adha oleh Satreskrim Polres Pekalongan Kota.
Korban:
- 6 mantan santriwati resmi melapor ke polisi
- Diduga ada 23–25 orang korban lainnya (mayoritas masih di bawah umur saat kejadian).
- Korban berasal dari Pemalang, Batang, Pekalongan, Semarang.
- Berlangsung sejak 2008.
(1)
Narasumber bukan entitas yang statis. Mereka bisa berubah. Bisa menarik pernyataan. Bisa menyangkal juga. Dan perubahan itu tidak selalu berarti bahwa mereka sejak awal berbohong.
Ada banyak kemungkinan, bisa jadi
mengalami tekanan, mendapat ancaman hukum, mengalami intimidasi fisik atau digital, atau mungkin ada tawaran lain.
Karena itu, dalam jurnalisme atau dalam hal ini film dokumenter, perubahan sikap narasumber tidak otomatis dibaca sebagai bukti bahwa laporan sebelumnya salah, dan Papua baik-baik saja. Tetapi juga tidak boleh diabaikan begitu saja. Justru di situlah pentingnya verifikasi berlapis dan prinsip informed consent.
Narasumber adalah manusia yang berada dalam relasi kuasa. Semoga Mama Yasinta sehat selalu.
فضيحة تاريخية يجب أن يشاهدها العالم أجمع
الوزير الإسرائيلي يُخاطب الجنود الإسرائيليين قبل دخولهم غزة قائلاً: "أمسكوا بالأطفال الرضع في غزة وحطموا رؤوسهم على الصخور"
"Kok propaganda negara dimakan o/ khalayak" adl pertanyaan yg lebih taktis drpd pertanyaan "kok negara membuat musuh imajiner?"
Itulah knp populisme ga cukup dibaca sbg propaganda krn ia harus jg dibaca sbg simptom sosial. Memahami ini akan beri kemungkinan2 alat bela diri tadi
Influencer berimej akademis or akademis yg jadi influencer sama2 berangkat dr "logika pastoral": ada podium, ada yg omon2, ada yg "digembalakan".
Kalo social disruption bisa lahir dr logika pastoral, pekerjaan kita sebetulnya akan lebih mudah. Sayangnya, ya, sayangnya.... wkwkw
Tiap hari menangisi knp tidak ada uluran tangan dari Kementerian Kebudayaan……………. padahal program-programnya jg ada yg bersinggungan lewat promotor & penerjemah sastra. Bener2 dianggap “nggak ada”. Banyak pegiat literasi dilibatkan, tapi Balai Pustaka diundang pun enggak😅
terus kalo anak-anaknya sekolah dimana? dengan keadaan seperti ini
di TENDAAAAA! sekali lagi, di tenda!!
panas banget dan ini semua kelas digabung😭💔
buku pelajaran mereka juga hanya satu, karena sisanya hanyut…….
Rawat ingatan dan lawan penghapusan sejarah tragedi 1998 dan pemerkosaan massal etnis Tionghoa-Indonesia oleh pemerintah!
Baca gratis lewat https://t.co/LBHrUjN6sn