Ini latihan underrated yang bagus banget tau apalagi buat bocah kantoran yang biasa duduk 8 jam sehari.
Biasain latihan ini (kalo ada alatnya) di Gym dan lower back anda akan berterima kasih.
Alternatifnya ada yang namanya Superman Pull for lower back.
UPGRADE DIRI
- BUTUH MINIMAL 24 JAM
Untuk mengubah mindset kita
- BUTUH MINIMAL 21 HARI
Untuk terbiasa dengan kebiasaan baru
- BUTUH MINIMAL 42 HARI
Otak mencatat rutinitas sebagai pola
- BUTUH MINIMAL 66 HARI
Kebiasaan jadi otomatis tanpa paksaan
- BUTUH MINIMAL 90 HARI
kamu mulai pede dengan skil baru
- BUTUH MINIMAL 180 HARI
Kebiasaan berubah jadi identitas
- BUTUH MINIMAL 200 HARI
Kamu mulai meninggalkan versi lama mu
TRIK JAM TIDUR
BIAR PAS BANGUN GAK LEMES
1. Kalau lo harus bangun jam 7 pagi
Tidur di: 21.45 / 23.15 / 00.45 / 02.15
2. Kalau lo harus bangun jam 8 pagi
Tidur di: 22.45 / 00.15 / 01.45 / 03.15
3. Kalau lo harus bangun jam 6 pagi
Tidur di: 20.45 / 22.15 / 23.45 / 01.15
4. Kenapa jamnya aneh?
Karena tidur itu siklus (±90 menit),
kalau bangun di tengah siklus = badan lo
makin capek.
Selama 3 bulan ke depan, lakukan tantangan ini:
* Tidak ada film porno
* Tidak ada alkohol
* 2-4 butir telur/hari
* 3 liter air
* 6-7 jam tidur
* 10.000+ langkah/hari
* 100+ push-up setiap hari
* Mandi air dingin di pagi hari
* Tulis setidaknya 1.000 kata setiap hari
* Tuliskan 5 hal yang telah kamu lakukan
Itu akan menyelamatkanmu.
Bahlil dan pigai sudah melakukan itu, selamat menjalankan. Hidup ijajah palsu💙
CARA NGE-HACK OTAK KAMU
1. DOPAMIN (hormon bikin happy)
* Selesain kerjaan/tugas
* Makan enak
* Rayain pencapaian kecil
* Me time / rawat diri
2 OKSITOSIN (hormon cinta & bonding)
* Main sama bayi
* Main sama hewan peliharaan
* Ngasih pujian ke orang
* Pelukan sama pasangan/keluarga
3. SEROTONIN (hormon penenang mood)
* Main & having fun
* Berjemur kena matahari
* Jogging/lari
* Gowes atau berenang
4. MELATONIN (hormon tidur nyenyak)
* Redupin lampu pas malem
* Kurangin screen time dimalam hari
* Makan sehat
* Lakuin hal-hal yang bikin tenang
Guys, lu pada tau Gayus Tambunan?
Pegawai pajak.
Golongan 3A.
Gaji sekitar Rp12 juta sebulan.
Yang punya rekening Rp28 miliar.
Dan itu baru yang ketahuan.
Gayus Halomon Tambunan lahir 1979 di Jakarta. Kerja di Direktorat Jenderal Pajak tepatnya di subdirektorat banding pajak.
Posisinya bukan posisi strategis tingkat tinggi.
Dia bukan direktur.
Bukan pejabat eselon satu.
Tapi posisinya adalah posisi kunci.
Karena di situlah ditentukan nasib sengketa pajak antara perusahaan-perusahaan besar dan negara.
Di sinilah pajak miliaran bisa dikurangi.
Sanksi bisa dihapus.
Dan semua itu dengan imbalan tertentu.
Dan sistem pengawasannya?
Nyaris tidak ada.
Ini yang bikin gue diem lama.
Gayus bukan orang yang tiba-tiba jadi jahat.
Dia adalah produk dari sistem yang memberinya kekuasaan besar tanpa kontrol memadai.
Dalam kultur birokrasi yang sudah terlanjur permisif terhadap penyimpangan.
ICW bilang posisi Gayus adalah posisi kunci dalam ekosistem mafia pajak.
Dan hampir mustahil dia mengelola aliran dana miliaran sendirian tanpa bantuan atau perlindungan dari internal DJP, institusi perbankan, atau aparat penegak hukum.
Gayus bukan pelaku tunggal.
Dia simpul kecil dari jaringan yang jauh lebih besar.
Lalu kasusnya meledak.
Dan negara mulai bergerak.
Tapi geraknya aneh.
Dari rekening Rp28 miliar yang ditemukan penyidikan awal hanya menjerat Gayus dalam satu kasus penggelapan pajak senilai Rp395 juta.
Rp395 juta.
Dari rekening Rp28 miliar.
Ini bukan ketidakmampuan investigasi.
Ini pilihan.
Pilihan untuk melihat sesempit mungkin supaya yang di balik Gayus tidak perlu disentuh.
Dan hasilnya?
Maret 2010 Pengadilan Negeri Tangerang membebaskan Gayus.
Bebas.
Dengan rekening Rp28 miliar yang sumber uangnya tidak pernah dijelaskan secara memadai.
Publik marah.
Dan kemarahan itu masuk akal.
Tapi yang paling gila bukan vonisnya.
Yang paling gila adalah September 2010, ketika Gayus sudah berstatus tahanan, publik dikejutkan oleh foto yang beredar di media.
Gayus dengan rambut palsu dan identitas palsu ketahuan nonton turnamen tenis internasional di Bali.
Sebagai tahanan.
Yang seharusnya ada di balik jeruji.
Dan ini bukan kebetulan.
Ini bukan kelalaian.
Gayus sendiri mengaku dia membayar oknum petugas rutan dan aparat agar bisa bebas bergerak.
Dia tidak kabur lewat tembok.
Dia jalan keluar lewat pintu yang sengaja dibuka.
Dan dari sini semuanya mulai terbongkar bukan karena sistem bekerja.
Tapi karena media bekerja.
Foto-foto itu tersebar.
Investigasi jurnalistik masuk.
Publik menekan.
Dan baru setelah tekanan itu mencapai titik didih negara mulai bergerak serius.
Ini yang kemudian dikenal sebagai asal-usul istilah yang kita kenal sekarang no viral, no justice.
Tanpa foto itu mungkin Gayus selesai dengan dakwaan kecil dan hukuman ringan.
Dan dunia tidak pernah tahu.
Akhirnya Gayus masuk pengadilan serius.
Januari 2011 vonis 7 tahun.
Publik marah, jauh dari tuntutan jaksa yang 20 tahun.
Banding naik jadi 8 tahun.
Masih dianggap tidak sebanding.
Kasasi ditolak Mahkamah Agung.
Tapi kasus tidak berhenti di satu perkara.
Satu per satu kasus lain disidangkan terpisah pencucian uang, pemalsuan paspor, penyuapan pejabat rutan, suap aparat.
Total akumulasi hukuman dari semua perkara sekitar 30 tahun penjara.
Tapi ini yang paling penting dan paling jarang dibahas.
Di ruang sidang, Gayus mulai bicara.
Dia mengaku tidak bekerja sendirian.
Dia sebut nama-nama.
Dia klaim ada oknum polisi, oknum jaksa, oknum hakim yang terlibat dalam jaringannya.
KPK memeriksa.
Media meliput.
Publik berharap.
Dan kemudian sunyi.
Sebagian besar nama yang disebut Gayus tidak pernah benar-benar sampai ke meja pengadilan. Pengakuannya berhenti jadi wacana.
Tidak berkembang jadi tersangka baru dalam skala besar.
Dan ini adalah pola yang selalu berulang di Indonesia.
Individu dihukum.
Sistem diselamatkan.
Gayus dipenjara 30 tahun.
Tapi struktur yang memungkinkan mafia pajak dan mafia hukum tumbuh tidak pernah sepenuhnya dibongkar.
Pertanyaan yang paling jujur dari kasus ini bukan berapa tahun Gayus dipenjara.
Tapi apa yang benar-benar berubah setelah Gayus?
Apakah sistem perpajakan lebih bersih sekarang?
Apakah posisi-posisi kunci di DJP sekarang punya pengawasan yang memadai?
Apakah masih ada Gayus-gayus lain yang belum ketahuan kamera?
Kalau jawabannya tidak pasti maka kasus Gayus Tambunan bukan sejarah yang sudah selesai.
@BPJSTKinfo Hi kak jika peserta aktif meninggal dunia setelah 14 tahun aktif nonstop menjadi anggota, apa saja manfaat yang didapatkan ahli waris?
Kondisi suami masih ada dan mempunyai 2 anak masih SD.
Jht, jkm, jp
Sebenernya ada yg lebih mantep lagi buat sakit tenggorokan di atasnya Degirol. Kalo sakit tenggorokan kalian berasa sakit banget dan gatel juga, cobain ini dah. Tantum Lozenges. Karna ini ada analgetik nya (meredakan nyeri, CMIIW)
The Perfect Neighbor sebenarnya memulai segalanya dengan hal sepele: soal ribut-ribut tetangga di daerah perumahan di Ocala, Florida tahun 2023 lalu. Gara-garanya ada perempuan paruh baya kulit putih bernama Susan Lorincz yang gak suka anak-anak tetangganya berisik dan bermain di halaman rumahnya. Siapa sangka urusan receh gini ternyata berujung pada tragedi penembakan fatal.
Dokumen ini menarik karena hampir sepenuhnya disajikan secara immersif dan “mentah” dengan editing brilian yang sukses ngejahit semuanya jadi sebuah tontonan yang kuat, bikin penonton jadi bisa ikut ngerasain langsung secara real time gimana ketidakberdayaan, kemarahan, dan kengerian dari rekaman body-cam polisi, interogasi, panggilan 911, dan sedikit footage keamanan rumah tanpa adanya suara narator konvensional yang memandu, termasuk ketika Susan Lorincz berulang kali ngegambarin dirinya sebagai "tetangga yang sempurna" ke polisi, tapi sebaliknya, apa yang kita lihat, Susan Lorincz adalah perempuan tua paranoid, halu agresif, dan (mungkin) rasis. Body-cam menangkap momen mencekam saat polisi daya, AJ tergeletak, dan Lorincz diinterogasi.
Salah satu nominator Best Documentary Feature di Oscar tahun ini juga ngupas soal undang-undang "Stand Your Ground" di Florida yang kontroversial, undang-undang yang ngebolehin seseorang pake cara mematikan jika ia ngerasa dirinya terancam di propertinya sendiri, tanpa ada kewajiban mundur dulu.
Dan gimana sutradara Geeta Gandbhir adalah menyoroti isu ras (perempuan kulit putih menembak ibu kulit hitam melalui pintu terkunci), kekerasan senjata, paranoia tetangga, dan soal sepele rupanya bisa bereskalasi jadi tragedi besar karena kurangnya komunikasi dan empati, itulah yang bikin The Perfect Neighbor jadi terasa powerful, emosional dan disturbing di saat bersamaan.
Keluarga korban sendiri saat ini masih terus berjuang healing sambil mengadvokasi perubahan hukum senjata, sementara Lorincz—dari balik jeruji—masih terus ngancem buat gugat balik keluarga korban atas tuduhan pencemaran nama baik.
The Perfect Neighbor bukan sekadar true crime biasa. Ia Dibuat dan dijahit dengan dedikasi, niat dan juga pesan besar, menjadikannya sebagai perwakilan dari kegetiran masyarakat Amerika yang makin terpecah, di mana ketakutan bisa ngebunuh lebih cepat daripada dialog.
4/5