Mau tau seberapa besar jurang ketimpangan di Indonesia?
Bayangin ada 100 potong ayam goreng KFC buat 100 orang.
Idealnya, satu orang dapat satu potong.
Tapi di Indonesia:
- 1 orang ambil 50 potong buat dia sendiri
- 9 orang berikutnya masing masing dapat 2 potong
- 40 orang berikutnya harus berbagi 18 potong, per orang bahkan kurang dari setengah potong
- sementara 12 potong ayam sisanya harus diperebutkan 50 orang terakhir, masing-masing cuma dapat suwiran daging yang nempel tulang atau bahkan cuma kebagian tulang yang tercecer.
"Politisi dan Seleb yang Hilang dari X"
Salah satu tanda jika seorang pejabat, politisi, atau keluarga pejabat yang hidupnya "benar" adalah berani berinteraksi dengan publik.
Itulah kenapa rakyat suka dengan anak-anak Jokowi yang berani muncul di medsos selama ini.
Itulah kenapa netizen suka dengan PSI yang tokoh-tokohnya berani tampil di Twitter (X) atau media lain.
Kalau sekarang anak-anak Jokowi menghilang dari X, ya berarti mereka pun sadar bapaknya sekarang melakukan kesalahan.
Ini terjadi juga ke politisi-politisi lain. Tiba-tiba mereka menghilang. Atau setidaknya tak berani ngetwit soal kondisi politik di saat kondisi seperti sekarang ini.
Coba lihat politisi PSI (Tsamara, Giring, Grace, bahkan Uki) pada ke mana coba? Mas Budiman Sudjatmiko? Pak Fahri Hamzah?
Mereka nggak ikut posting "Peringatan Darurat" ataupun juga tak berani muncul untuk melawan itu.
Mereka semacam tidak tahu kalau ada kejadian mengenai Putusan MK dan adanya Raker Baleg DPR.
Mereka semacam tidak mendengar bagaimana masyarakat di titik puncak keresahan akan sikap pemerintah yang ingin mengendalikan siapa-siapa saja yang boleh berkontestasi di Pilkada 2024.
Mereka semacam tidak membaca ajakan para selebriti yang speak up semua tentang keadaan sekarang ini.
Sebenarnya, banyak kok selebriti yang dulu dukung Jokowi lalu sekarang bersuara. Mereka tidak takut menyatakan bahwa kali ini: Jokowi sudah berlebihan, meski mereka dulu pemilih Jokowi.
Orang yang memegang prinsip, tak harus fanatik ke suatu figur. Memilih jika orang itu benar dan mengkritik jika orang itu melakukan kesalahan.
Tokoh dan selebriti yang saat ini "menghilang", kira-kira punya peran sejauh apa hingga tak berani lagi berinteraksi dengan warga X?
Demokrasi Indonesia kembali berada di persimpangan krusial. Nasibnya ditentukan hari-hari ini oleh Ibu/Bapak wakil rakyat di DPR yang masing-masing dari mereka memegang titipan suara ratusan ribu rakyat Indonesia. Ibu/Bapak ketua partai memanggul kesempatan dan tanggung jawab yang sama pula saat ini.
Kita sampaikan harapan kuat kepada mereka semua agar berpikiran jernih dan berketetapan hati mengembalikan konstitusi dan demokrasi Indonesia kepada relnya, sesuai cita-cita reformasi. Semoga setiap mereka menjadi bagian yang dicatat dengan baik dalam sejarah perjalanan bangsa.
Mengubah aturan batas usia untuk Cawapres di Mahkamah Konstitusi untung mengakomodir pencalonan anak sulungnya. Menganulir keputusan MK untuk aturan batas usia Cawagub di DPR demi mengakomodir pencalonan anak keduanya.
Memang culas dan tidak tahu malu. Benar-benar melakukan segalanya di dua bulan tersisa untuk loloskan seluruh keluarganya.
Inilah yang terjadi jika pemerintahan tidak ada oposisi. Seluruh kekuatan politik dipegang, akhirnya semena-mena menjalankan kekuasaan.
Please don’t let this things happen. Rakyat saja yang jadi oposisi. Karena ini sudah terlalu jauh dan serakah. Rusak negara. #KawalPutusanMK
Di sebuah negeri nun jauh di sana, para pemimpin bukan saja tak bisa jadi teladan, tapi memberi contoh yang buruk. Sebagian menghalalkan segala cara untuk jadi kaya raya, sebagian membengkokkan hukum untuk berkuasa sebesar-besarnya. Tanpa malu sedikit pun. Ngeri. Karena rakyatnya akan mencontoh. Nggak bisa disalahkan, pemimpin mereka saja begitu. Rakyat yang ingin hidup dengan jujur bisa minta tolong ke siapa? Ini pertanyaan titipan dari rakyat di negeri nun jauh di sana.
Tidak, kami tidak hiperbolis.
Seumur-umur nonton Timnas main belum pernah melihat permainan Timnas dengan skill dan teknik yang di luar kebiasaan Timnas Indonesia.
Wajar kami terkesima karena standard kita belum pernah sebagus itu.
Apalagi di Level Asia!
Dirty Vote
Diisi oleh 3 Pejuang Demokrasi yang dihormati oleh para aktivis se-Indonesia. Rekam jejak & kredibilitas jelas
Diproduksi oleh WatchDoc, produsen film² dokumenter, penerima penghargaan Magsaysay Award yg dianggap sebagai Nobel Asia.
Percaya? Ya iyalah.
Dinamika Politik :
- 2012 : Prabowo dukung penuh Jokowi
- 2014 : Jokowi lawan Prabowo
- 2014 : Anies dukung penuh Jokowi
- 2017 : Jokowi lawan Anies dan Prabowo
- 2019 : Jokowi lawan Prabowo
- 2020 : Prabowo dukung penuh Jokowi
- 2019 : Yusril lawan Prabowo
- 2024 : Yusril dukung Prabowo
- 2024 : Anies lawan Jokowi & lawan Prabowo. Dll
Inilah politik, dinamis sekali. Semua bisa berubah tergantung kepentingan. Maka biasa sajalah…jgn sampai beda pilihan membuat kita terpecah. Stop saling menghujat & menjelekkan lawan politiknya. Nikmati berkompetisi sehat, adu ide & gagasan utk kebaikan bangsa. Sudah saatnya kita dewasa dlm berdemokrasi. Yuk bisa yuk…❤️🇮🇩
Kerap mengatasnamakan rakyat tapi hanya siap pada juragan, sang ketum partai. Jadi mereka ini Dewan Perwakilan Rakyat atau Dewan Perwakilan Juragan Partai? | Mata Najwa