Seorang bocah gak pernah sekolah SMA mengolok olok orang tua bergelar profesor.
Kenapa dia berani?
Karena bapaknya seorang presiden ketika itu.
Bocah ini adalah aib buat bangsa ini.
⚠️ INFO A1 ⚠️
Basecamp ormas preman GRIB Jaya yang membunuh warga Pejompongan sudah terdata.
Kabarnya ribuan warga dari berbagai komunitas JABODETABEK sudah berkumpul hari ini, untuk memulai sweeping dan mencari pelaku pembunuhan pak Bambang.
Mualem bener.
Aceh punya gas raksasa + infrastruktur KEK Arun bekas Arun NGL yang nganggur, tapi pusat lebih nyaman olah di FPSO tengah laut.
Alasan Bahlil “pipa mahal, harga gas jadi gak kompetitif” itu klasik.
Kompetitif buat siapa?
Buat GSA ke PLN dan industri di luar Aceh?
Aceh sendiri cuma ditawari split 4% gas / 6% minyak di PoD I plus janji multiplier effect yang biasanya cuma sampai tayangan PowerPoint.
Kalau Asta Cita dan hilirisasi itu serius, gas 300 MMSCFD + 7.500 bbl condensate/hari mestinya nyalain pabrik pupuk, methanol, dan industri di Lhokseumawe, bukan cuma jadi kargo di kapal.
MoU Helsinki katanya 70% hidrokarbon Aceh.
Realitanya:
FPSO + split kecil + “nanti ada efek berganda.”
Gubernur daerah yang sampe berani kirim surat ke presiden soal SDA di rumahnya sendiri itu langka.
Kebanyakan cuma senyum sambil nunggu jatah.
Sekarang bola di Prabowo:
Dukung daerah atau tetap loyal ke skema “pusat yang paling paham efisiensi.”
Tahun 2011, Foke hendak menerbitkan municipal bond untuk Jakarta. Nilainya hampir 2T. Sudah dapat lampu hijau dari Kemenkeu di 2012. Lalu pilkada happened, dia kalah.
Lalu siapa yg batalkan? Tak lain tak bukan, Mulyono, saat dia jadi Gubernur.
Sampai hari ini, DKI gak berhasil juga buat bonds ini. Entah apakah Gubernur skrg berhasil atau tidak bikin Surat Utang.
gubernur aceh mualem ultimatum bahlil lahadalia dan langsung kirim surat ke presiden prabowo terkait pengelolaan gas raksasa di blok andaman:
> mualem gak terima keputusan menteri esdm bahlil yang nyetujuin pengolahan gas mentah (lapangan tangkulo/south andaman) pake kapal FPSO di tengah laut
> pemprov aceh mendesak pengolahan wajib dilakukan di darat (onshore) memanfaatkan fasilitas KEK arun lhokseumawe biar ada multiplier effect, ngebuka lapangan kerja, dan nyuplai industri lokal kaya pabrik pupuk
> mualem juga nyentil porsi bagi hasil (split) di PoD I yang dinilai terlampau kecil (cuma 4% gas dan 6% minyak), padahal potensi gasnya nembus 300 MMSCFD plus 7.500 barel kondensat per hari
> merespons hal ini, bahlil beralasan kalo narik pipa ke darat butuh biaya tinggi yang bikin harga gas gak kompetitif, tapi pemerintah aceh tetep keukeuh gak mau cuma dapet 'ampas'
Ternyata gelar Drs ketika jadi walikota Solo itu benar adanya.
KPUD Surakarta ngotot tak mau membuka berkas meski KPU RI sudah menyatakan seluruh berkas Jokowi dinyatakan terbuka untuk umum.
Berarti Ir itu gelar palsu dong🤣
Kalau mau belajar dari pemerintahan saat ini, banyak hal menarik yang bisa kita simpulkan:
- Ternyata pembatasan rekening bisa dilakukan dengan cepat. Kalau koordinasi aparat dan perbankan bisa secepat itu terhadap rekening orang yang diduga terkait aksi demo, mestinya pemberantasan judi online juga bukan perkara yang mustahil.
- Ternyata pembangunan gedung bisa dikebut sampai pelosok negeri. Kalau bangunan Kopdes bisa diwujudkan di berbagai daerah dalam waktu relatif cepat, seharusnya sekolah2 rusak juga bisa segera direnovasi dan distandardisasi.
- Ternyata anggaran untuk kesejahteraan pekerja bisa tersedia. Kalau ribuan pekerja SPPG bisa mendapatkan penghasilan yang relatif tinggi, semestinya guru, tenaga kesehatan, dan dosen juga layak mendapatkan kesejahteraan yang lebih baik.
- Ternyata negara bisa mengerahkan aparat dalam jumlah besar dengan cepat. Kalau kekuatan aparat bisa begitu masif dikerahkan ketika menghadapi demonstrasi, mestinya kapasitas yang sama juga bisa digunakan untuk mempercepat penanganan kriminalitas dan menjaga keamanan masyarakat.
Jadi, persoalannya bukan selalu “bisa atau tidak”. Kadang yang lebih penting untuk ditanyakan adalah: apa yang dianggap prioritas???
Pemadam Api Cepat karya anak bangsa yang mendunia
Randall Hartono
mengolah kulit singkong menjadi bahan anti api bertaraf dunia
ia menciptakan aneka produk anti api serta cat oles kayu dimana membuat kayu bisa tahan api selama 200 tahun , jika catnya di oles kerumah otomatis rumahnya bisa anti kebakaran
Produknya berhasil memperoleh sertifikat uji kelayakan dari Australia, Amerika dan Inggris dan di gunakan di istana bukinghem inggris , bahkan jepang telah membeli Hak paten karya beliau
di Indonesia temuan Hartono tidak diberikan sertifikat alias tak dihargai di negeri sendiri
Video ini sudah viral, agar makin
viral, nggak ada salahnya ikut
juga memviralkan.
Jadi begini;
Semisalkan Prabowo tumbang
sebelum 2029, yg diuntungkan
bukan rakyat, tapi geng longor
asal Solo.
Pun seburuk-buruknya Prabowo
Saya pribadi nggak ingin Wapres
longor jadi presiden pengganti
antar waktu.
Rakyat itu ingin punya presiden
yang lebih baik, bukan presiden
pengganti yang ndlahom.
Sudah ndlahom, longor pula!
𝗦𝗘𝗦𝗘𝗗𝗘𝗥𝗛𝗔𝗡𝗔 𝗜𝗧𝗨
Solo sedang makan bubur panas Hambalang.
Akhirnya terbuka dan terkuak bhw Jokowi tdk rela serahkan kekuasaan ke siapapun, termasuk ke Pak @prabowo terkuak.
Geng SOP plus poros SSB sedang bergerak
Jokowi wawancara dengan bocor alus dan mengatakan "mereka (Roy suryo cs) berani mengatakan ijazah saya palsu padahal belum pernah lihat "
Inilah kebodohan seorang @jokowi
Dia lupa bahwa dia pernah jadi walkot, gubernur dan presiden 2 periode yg tentunya berkas potocopy ijazahnya ada di KPUD Solo,KPUD DKI,dan KPU pusat.
Dan ketiga KPU itu sudah memberikan salinan asli berkas Jokowi kepada Bonatua Silalahi dan ijasah itu sudah diteliti Roy suryo dengan hasil 99,9% palsu.
Mau ngeles gimana lagi ini makhluk.
93,3% POLITISI INDONESIA ITU PEMBOHONG.
Ini bukan hasil survei lembaga mana pun. Ini kalimat Prabowo Subianto sendiri, halaman 128 di bukunya. Paradoks Indonesia. Dari 15 politisi yang dia temui, 14 katanya bohong.
Bagong hitung ulang: berarti yang jujur cuma satu ekor.
Halaman 8 dan 19 dia jelasin alasan masuk politik. Cuma tiga:
bikin strategi yang benar,
benerin manajemen pemerintahan,
wujudkan pemerintahan yang bersih.
Halaman 111 makin serius. Demokrasi Indonesia, katanya, sudah dirusak dan diselewengkan. Butuh "pendekar demokrasi" buat menyelamatkannya.
Halaman 112, dua PR besar demokrasi versi dia:
tegakkan supremasi hukum,
kejar dan tangkap koruptor sampai dapat.
Halaman 113 dia ngingetin diri sendiri lewat pepatah lama. "Siapa menabur angin, bakal menuai badai." Jangan coba-coba obrak-abrik hukum.
Halaman 114 makin galak: negara yang gak sanggup berantas korupsi di pemerintahannya sendiri, cepat atau lambat bubar.
Halaman 117, penutup paling keras: koruptor gak boleh dibiarin bebas, kejar sampai ujung dunia sekalipun.
Itu semua tertulis rapi. Jauh sebelum beliau duduk di kursi tertinggi.
Sekarang gampang aja. Tinggal buka lagi bukunya, cocokin sama yang kejadian hari ini.
Buku sendiri yang jadi saksi.
Ditujukan kepada bapak presiden dan jajaran kabinetnya
juga kepada seluruh kepala daerah dan pejabat daerah
Dan siapa saja yang memegang amanah untuk mengurus masyarakat Indonesia