- Anak ini kehilangan bapaknya yg SEDANG BEKERJA BUKAN yg sedang maling ayam
- Anak ini tidak teriak2 “Bapak.. Bapak..” pada saat pemakaman karena TIDAK ADA KAMERA yg merekam
- Anak ini menangis mengeluarkan air mata pada saat dikunjungi BUKAN senyum2 ke kamera
- Anak ini baru mendapatkan 1 kali bantuan, TIDAK MENDAPATKAN BANTUAN yg katanya dapat donasi 1/2M, Ayam 100 Kg, sepatu baru, baju baru, IPAD Baru, HP baru, Baju Baru, Makanan 1 Dus & Se-Truck, biaya sekolah dari SD hingga selesai Sarjana
Pulau Bali sangat lekat dengan payudara wanita. Bukan karena di Bali banyak turis asing yang berjemur dengan pakaian minim, atau berjalan-jalan dengan pakaian seadanya, bukan. Tapi memang pada tahun 1950-an pakaian adat bagi wanita Bali tidak mengenal penutup dada. Sesuai dengan adat tradisi yang dianut, semua wanita Bali tampil telanjang dada.
Dahulu, pakaian adat masyarakat Bali tidaklah sama dengan yang dilihat sekarang. Pakaian yang digunakan oleh masyarakat Bali hanya penutup badan sederhana. Baik kaum laki-laki maupun wanita menggunakan kemben seperti rok. Wanita Bali tidak menutup bagian atas dadanya alias bertelanjang dada. Bagian rambut sangat klimis karena diolesi minyak kelapa. Beberapa kuntum bunga disematkan di rambut dan telinga.
Pemandangan seperti menjadi hal wajar kala itu. Masyarakat Bali mulai mengenal pakaian setelah Bali mulai dikenal dunia sebagai tujuan destinasi wisata. Miguel Cavarrubias dalam artikel yang berjudul Bali Binasa: Sebuah Spekulasi menjelaskan bagaimana masyarakat Bali mulai mengenal baju dalam kesehariannya. Pemerintah Kolonialisme Belanda di Buleleng adalah yang mengeluarkan aturan setiap wanita Bali harus menggunakan baju.
Aturan tersebut dikeluarkan pada tahun 1848 untuk memproteksi moral tentara Belanda yang bertugas di Bali. Sejak itu istri-istri pangeran Bali mengenakan baju yang sontak menjadi inspirasi gaya berpakaian yang pantas. Tiga tahun setelah aturan tersebut dikeluarkan, tidak ada lagi wanita Bali yang keluar rumah dengan tanpa menggunakan kain atasan.
Kebiasaan wanita Bali yang tidak mengenakan pakaian berakhir pada tahun 1990-an. Sekarang, wanita-wanita Bali yang tidak menutupi bagian atas dadanya dianggap sebagai orang gunung yang tidak beradab. Tanpa disadari hal ini turut mempengaruhi kebiasaan kaum laki-laki di Bali, hingga akhirnya terciptalah pakaian adat Bali seperti yang dikelan saat ini.
Aarat TNI bantai Masyarakat sipil
KECAMATAN KEBRU, KABUPATEN PUNCAK, PAPUA Tanggal Kejadian: Senin, 14 April 2026 05:00 pagi (dini hari) Operasi militer Indonesia ng dilaporkan menjatuhkan amunisi peledak di daerah yang diyakini sebagai pangkalan TPNPB.
Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) merilis (30/3) laporan investigasi independen “OPERASI PARA PENGECUT”, yang mengungkap dugaan keterlibatan 16 orang dalam kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Temuan ini membuka indikasi operasi yang terorganisir dan melibatkan jaringan aktor besar.
Waktu mulai bikin "Pulau Plastik" (2019), penelitian mikroplastik baru ditemukan di kotoran manusia lewat makanan.
Di "Menolak Punah" (2026), mikroplastik sudah masuk lebih dalam ke sistem tubuh manusia.
MBG dan BPJS gak akan sanggup menahan ledakan tragedi ini di masa depan.
Guys, Ahok baru blak-blakan soal kasus korupsi Pertamina yang dulu rame dan yang dia bilang bikin gue merinding.
Bukan lebay.
Tapi karena ini orang yang empat tahun duduk di dalam lihat langsung, catat semua, dan sekarang siap buka semuanya.
Ada tangan berkuasa yang ikut main.
Itu kalimat Ahok yang paling nancep dari semua yang dia bilang.
Bukan cuma soal Rifa Siahan atau Petral Niaga.
Bukan cuma soal pengoplosan BBM.
Ini lebih dalam dan lebih luas dari itu.
Ahok bukan Dirut.
Tapi dia lakukan lebih dari yang banyak Dirut lakukan.
Ini yang perlu dipahami dulu.
Sebagai Komisaris Utama, Ahok nggak bisa mecat direksi langsung.
Tapi dia bisa mengawasi, menegur, mencatat, dan mengancam lapor.
Dan itu persis yang dia lakukan setiap hari, selama empat tahun.
Semua rapat direkam.
Semua notulen disimpan. Setiap kali direksi ngeyel, Ahok maki langsung di rapat.
Termasuk ke Rifa Dirut Petral Niaga yang sekarang jadi tersangka.
Kalau jaksa mau panggil saya, saya senang banget. Semua rekaman, semua notulen, saya kasih semuanya.
Apa yang sebenernya terjadi di Pertamina?
Ahok kasih gambaran yang cukup detail.
Satu ada pengadaan aditif BBM yang mencurigakan. Tender dipisah antara transport dan aditif dengan cara yang nggak masuk akal.
Ada satu Dirut Petral Niaga sebelumnya yang dipecat diduga karena nggak mau tanda tangani pengadaan aditif ini.
Dan ada isu oknum BPK yang ikut terlibat sebagai backing.
Dua ada pengkondisian supaya impor minyak terus tinggi.
Caranya?
Klaim bahwa minyak produksi kilang dalam negeri nggak efisien, nggak ekonomis, nggak sesuai spek. Sehingga harus impor.
Terus.
Tiap tahun.
Tiga ada yang tarik cash dalam jumlah miliaran tanpa alasan yang jelas.
Kalau kamu pengusaha normal, ngapain tarik cash puluhan miliar?
Pasti buat bagi-bagi.
Dan ini yang paling bikin gue syok.
Ahok bilang dari sekitar 800.000 barel minyak mentah yang diimpor ada isu komisi 2 sampai 4 dolar per barel yang dibagi-bagi ke pihak-pihak tertentu.
Kalau hitungannya 2 dolar per barel saja dikali 800.000 barel itu 1,6 juta dolar per hari.
Tiap hari.
Setiap pengiriman.
Dan ini diduga sudah berjalan bertahun-tahun.
Kenapa Ahok nggak bisa berbuat lebih?
Ini yang jadi frustrasi terbesarnya.
Sebagai Komut, dia nggak punya wewenang untuk pecat direksi. Yang bisa pecat adalah Dirut Holding yang di atasnya lagi ada Menteri BUMN.
Jadi Ahok bisa maki, bisa ancam, bisa catat — tapi kalau direksi udah merasa Ahok nggak akan bisa pecat mereka, mereka ngeyel.
Dan itu persis yang terjadi begitu akses Ahok ke presiden mulai terputus.
Begitu 7-8 bulan presiden tidak terima saya, direksi mulai berani melawan.
Mereka tahu saya nggak bisa gantikan mereka.
Solusi yang Ahok dorong dari dulu dan masih belum dijalankan:
E-Katalog LKPP untuk pengadaan BBM dan minyak mentah.
Simpelnya semua pengadaan minyak masuk ke sistem katalog elektronik pemerintah yang transparan.
Harga ICP sudah ada, ditetapkan Menteri ESDM tiap bulan.
Siapa yang bisa suplai dengan harga nggak melebihi itu silakan masuk.
Nggak ada lagi tender yang bisa dimanipulasi.
Nggak ada lagi aditif dengan spek aneh.
Nggak ada lagi alasan impor karena minyak dalam negeri "nggak memenuhi spek.
Kalau pemerintah sekarang nggak mau terapkan e-katalog di LKPP untuk pengadaan migas saya berani jamin ini cuma ganti pemain.
Pemain baru makan uang yang sama.
Dan kalimat terakhir yang bikin gue diem:
Kalau rezim betul-betul mau bereskan negeri ini dari korupsi di Migas dan Pertamina saya berani jamin, dengan data yang saya punya, saya akan penjarakan kalian semua.
Njir semua berarti isi pertamina busuk semua ?
Dia bilang itu ke direksi-direksi yang dulu ngeyel.
Di dalam rapat.
Dan sekarang dia ulang di depan publik.
Ahok bukan orang yang nggak punya data. Dia punya rekaman.
Punya notulen.
Punya catatan empat tahun yang rapi.
Pertanyaannya tinggal satu apakah ada yang cukup berani untuk beneran buka semuanya sampai ke akarnya?
Atau ini cuma ganti pemain dengan naga baru yang main dengan cara yang sama?