Dua orang yang sangat berbeda. Tidak hanya soal suku, latar belakang budaya, dan agama. Tetapi juga soal karakter.
Hendra begitu kalem dan tenang. Ahsan sangat bersemangat bahkan meledak-ledak. Tetapi mereka disatukan oleh sikap saling menghargai, oleh respek.
Hendra yang lebih senior begitu tenang saat menghadapi masalah2 pelik dalam latihan dan pertandingan. Ahsan, orang yang mau belajar sangat keras, mau untuk mendengarkan saran-saran.
Mereka berdua berusaha keras menyesuaikan diri, memahami, menurunkan ego dengan perbedaan2 itu, demi tujuan besar menaklukkan dunia.
Hendra Setiawan, Mohammad Ahsan, terima kasih. Selamat menjalani masa pensiun yang tenang. Selamanya, Indonesia berutang budi kepada kalian.
Ya dari awal kalian tuh cuma salah paham, belum ada waktu buat bertemu dan saling ngomong,kalian tuh putusnya juga dalam keadaan masih saling CINTA tau gak, jadi ayooo balikan aja deh kalian