@harryvghn said "semua orang punya lukanya masing-masing. kita manusia, luka akan tetap jadi luka. tapi, kita bisa milih gimana cara kita nyikapin luka itu sendiri"
makin kesini makin sadar kalo relationship itu bukan cuma soal bucin-bucinan cringe. we need a partner yang bisa diajak grow bareng, diajak deeptalk, tuker pikiran tanpa ego war, saling backup di good and bad days, bisa ngobrolin apa aja, dan tetep jadi home to come back to.
“seporsi kemenangan”
ketemu sama pria dewasa yang ga perlu diajarin jadi pria. pria yang penuh inisiatif, act of service, gila komunikasi, ga pernah sekalipun sepelein hal kecil, ternyata aku boleh ngambek dan dibujuk tanpa ditinggal, how lucky i am.
"perempuan tanpa laki-laki bisa apa?"
bisa semuanya, anjir. bisa pergi sendiri, bisa cari duit sendiri, bisa nyelesain masalah sendiri, bisa bikin hidupnya tetap jalan tanpa nunggu siapa-siapa. jadi jangan pernah ngerasa perempuan harus bergantung sama laki-laki. apalagi sampai dijadiin cadangan atau pilihan.
mau lo tumbuh dengan banyak luka, broken home, fatherless, motherless, insecure, atau punya trauma apa pun, itu bukan berarti lo boleh ngetreat orang lain seenaknya. orang lain gak seharusnya jadi pelampiasan dari luka lo yang belum selesai.
ga sengaja nemu kalimat ini, rasanya dalem bgt😭
“harga diri terletak jauh di atas cinta. no matter how deep my feelings are, no matter how much i care, love will never be a reason for me to lose myself. cinta sepatutnya buat kita merasa dihargai, bukan dikecilkan. ketika cinta mulai melukai harga diri, thats not love anymore, thats attachment mixed with fear”.
Banyak orang lagi silent struggle. Keliatannya fine, ketawa, jalanin hari kayak biasa. Padahal deep downnya lagi capek-capeknya bertahan. So be kind, always. Kita ga pernah tau seberapa berat dunia seseorang hari ini.
kadang yang paling berbahaya itu bukan orang jahat, tapi orang yang bikin kita merasa spesial tapi inconsistent. kita jadi over-invest emotionally, padahal mereka cuma kasih crumbs.
pelajaran paling mahal yang gue dapat: jangan pernah kasih akses penuh ke hati sebelum mereka nunjukin konsistensi.
excited itu manusiawi, tapi jaga porsi. kasih sesuai yang mereka kasih, sisanya buat diri sendiri. itu bukan egois, itu self-respect tingkat tinggi.
kehilangan respect sama seseorang itu bener bener sebuah turning point. mereka ngelakuin atau ngomong sesuatu yang seketika mengubah pandangan kita tentang mereka. from that moment on, everything just feels different.
uniknya, kita ga marah ataupun dendam. but my view of them has completely changed. kepercayaannya pudar, koneksinya hilang, dan semau apa pun kita coba balik kayak dulu, you just cannot look at them the same way again.