bayangin giliran dikasih fakta terang benderang gini, malah dibilang, "...sibiiknyi tidik isih ditingipi girimbilin iti miming singiji bikin bigini". terus bawa-bawa keputusan MK pula. lah apa nyambungnya kocagggg. fokuss ke bahasannya bro
BGN membanggakan penghematan Rp311,2 miliar, padahal MBG sudah menghabiskan Rp101,1 T APBN.
Jadi yang dihemat literally cuma 0,3%.
This guy is just insulting everyone’s intelligence 😌
Larangan suporter away, KATANYA sanksi dari FIFA ✅
Ketum PSSI merangkap Menpora, KATANYA diijinkan FIFA ✅
Jual saham Piala Dunia, mendukumg FIFA ✅
Waktu istirahat pemain, kok gak ikut aturan FIFA? ❌
📢 Sampaikan pesan ini ke semua orang.
Akun kami juga kami pergunakan sebagai posko pelaporan penyimpangan tata kelola embege yang memberikan dampak merugikan. Misalnya seperti pengalaman Ibu ini, sampaikan saja nama lengkap SPPG-nya, Insya Allah identitas pribadi aman.
Ini penelitian ilmiah dari UEFA Elite Club Injury Study yg dipimpin Prof. Jan Ekstrand berdasarkan penelitian ribuan pertandingan sepak bola profesional.
Riset itu menunjukkan fakta empiris bahwa pemain yg bertanding dgn jeda kurang dari 72 jam atau kurang dari 3 hari istirahat punya risiko cedera otot seperti hamstring, groin, dan calf 6 hingga 8 kali lebih tinggi dibandingkan pemain yg dpt jeda 4-5 hari.
Ketika otot sudah lelah, beban menahan tumpuan tubuh berpindah ke sendi dan ligamen. Dan ini adalah pemicu utama cedera parah seperti putus ligamen lutut (ACL) atau engkel.
Selain itu, pemain sangat lelah sarafnya. Ini bikin decision making memburuk. Pemain jd gampang frustrasi, memicu emosi, sampai berpotensi melakukan brutal tackles yg sangat membahayakan pemain lain.
Meanwhile anggota Exco PSSI periode 2023–2027:
#intinyadeh ada paper, salah satu authornya adalah Presiden Prabowo, bahas ttg Program MBG untuk diajukan dalam Nobel Perdamaian 2026.
Netizen komentari isinya AI banget, bahkan ada sisa prompt AI yg belum dihapus:
"One-sentence Nobel interpretation (optional, very strong)"
bro, tau ga alasan kenapa mereka2 ini kalau post selalu dihujat?
karena mereka makan di depan orang2 lapar dengan nasi yg dikumpulkan dari mereka yg kelaparan 🙂
Pemilihan komposisi pemain, pemilihan approach tactic, adaptasi strategi di tengah jalannya laga cukup mencerminkan John Herdman tidak begitu mengenal bahaya yang bisa ditimbulkan Vietnam.
Terlalu naif = digampar realita!
Anyway, matursuwun yoo min 💫🙏🏽
Halo warga, tak kasih tau, ada lokal 100% buatan Indonesia yang bisa di scan gini.
Bisa dipamerin dimana-mana, gaperlu bawa sertifikat udah ketauan kalau ori 🙌🏽
Ngerii gak tuh 😎
Ambil contoh sepak bola Jepang.
Mereka memperlakukan tiap posisi dari ketua federasi, ketua pelaksana kompetisi, hingga pengelola rumput stadion, sebagai profesi yang menuntut keahlian spesifik.
President JFA Miyamoto Tsuneyasu bisa menjadi benchmark dan gambaran ideal dari penerapan prinsip the right man on the right place dlm tata kelola sepak bola modern.
Latar belakang teknis sepak bolanya mantap. Dia mantan kapten Timnas Jepang di Piala Dunia 2002 dan 2006, memegang 71 caps, pernah main di Eropa (Salzburg).
Setelah pensiun, dia tidak langsung mengandalkan nama besarnya. Dia menempuh pendidikan manajemen olahraga tingkat tinggi dan lulus dari FIFA Master (Master in Management, Law and Humanities of Sport). Dia lulus dari sebuah program eksekutif internasional bergengsi untuk tata kelola olahraga.
Miyamoto juga berpengalaman di manajerial, pernah menjadi pelatih kepala klub J-League (Gamba Osaka) dan akhirnya masuk ke jajaran direksi JFA untuk tugas komite pelatih/pengembangan.
Apakah Miyamoto fokus pada satu bidang jadi Presiden JFA saja?
Ya, tentu sangat fokus. Miyamoto menjabat sebagai Presiden JFA secara full-time dan profesional. Bukan sebagai jabatan sampingan.
Di Jepang, posisi Ketua Umum JFA dipandang sebagai amanat manajemen eksekutif yang menuntut konsentrasi penuh.
Dia tidak boleh merangkap jabatan politik. Presiden JFA bukanlah anggota parlemen, bukan kepala daerah, bukan pengurus partai politik, bukan pebisnis, bukan menteri yang mau menjadikan federasi sebagai alat branding pribadi atau korporat.
Kalau sebuah federasi tidak diisi oleh oleh orang kompeten, berkomitmen, dan fokus pada sepak bola, ya sepak bola akan muter-muter di area gelap itu2 saja.
Sampai kapanpun.