Kenapa korban kecelakaan kereta Argo Bromo dan KRL Commuter Line di Bekasi Timur dikasih cairan infus selama evakuasi? Jadi gini
Waktu evakuasi korban terjepit, ada resiko crush syndrome yang terjadi karena otot yang tertekan dalam durasi yang lama, sel otot rusak dan zat sisa metabolisme (kalium, mioglobin, asam, dan fosfat) “bocor” ke dalam pembuluh darah.
Tapi waktu korban masih terjepit, zat sisa ini masih terbendung sebagian di tempat korban terjepit
Setelah tekanan dilepaskan, zat sisa metabolisme tadi bisa tiba-tiba mengalir ke sirkulasi. Endingnya bisa menyebabkan henti jantung akibat kelebihan kalium, syok karena mediator inflamasi, rabdomiolisis, dan kerusakan ginjal.
Cairan IV/infus NaCl sebelum pelepasan tekanan bisa bantu mengencerkan zat sisa metabolisme berbahaya tadi dan meningkatkan produksi urine supaya lebih mudah dibuang. Mengurangi risiko korban tiba-tiba memburuk atau henti jantung setelah berhasil dievakuasi.
Turut berduka cita untuk seluruh korban, semoga proses evakuasi dan penanganan dapat berjalan lancar.
Badan SAR Nasional (Basarnas) menyatakan evakuasi korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek yang menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur selesai. Seluruh korban telah dievakuasi dari gerbong kereta yang tertabrak.
Kabasarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyebut, evakuasi tuntas pada pukul 08.00 dan seluruh tim SAR dikembalikan ke markas masing-masing. Seluruh korban yang dievakuasi merupakan perempuan.
“Alhamdulillah atas kerja sama semua unsur, operasi SAR bisa kita laksanakan sesuai dengan yang kita harapkan, dan tadi pagi pukul 08.00 sudah selesai. Seluruh tim SAR kita nyatakan, kita kembalikan ke home base masing-masing,” kata Syafii dalam konferensi pers di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).
“100 persen yang kita evakuasi perempuan,” jelasnya.
Dalam kecelakaan yang terjadi pada Senin (27/4/2026) malam tersebut, terdapat total korban tewas sebanyak 14 orang dan 84 lainnya yang terluka.
| Narasi Daily