Tapi saya punya cerita tentang ini...
Saya pernah ke Solo sengaja utk menonton kirab malam 1 suro. Yg mana ada kebo bule yg ikut kirab tsb.
Menurut mitosnya, saat kirab ini, penonton atau peserta kirab dilarang memakai pakaian yg berwarna merah. Entah itu jaket, baju, celana bahkan sandal.
Klo daleman mungkin nggak apa-apa krn tersembunyi di balik pakaian luar yah? 😅
Saat itu saya emang sengaja ingin membuktikan mitos ini. Jadi saat itu, saya pergi menontonnya menggunakan jaket saya yg berwarna merah.
Pada saat menonton, sdh ada beberapa penonton lain yg mengingatkan saya utk melepas jaket saya. Tapi saya bilang, klo saya nontonnya nggak di paling depan, tapi di belakang saja. Krn saat itu saya pengen benar-benar membuktikan apa yg terjadi klo mitos tsb dilanggar...
Jadi, saya kemudian berdiri menonton di belakang penonton yg berdiri paling depan.
Nggak lama kemudian, lewatlah arak-arakan kirab tsb. Saat itu saya lihat, ada beberapa kebo bule yg ikut diarak. Jadi nggak cuma 1 doang...
Dan ternyata, ketika kebo bule tsb tepat berada di hadapan saya, kebo bule tsb berhenti dan tidak mau berjalan lagi. Kemudian, si pawangnya menengok ke kiri dan ke kanan, memperhatikan ke sekeliling mereka. Dan yak... Matanya menemukan saya yg berdiri di belakang penonton terdepan. Kemudian dia menghampiri saya dan meminta saya utk melepaskan jaket yg saya pakai. Krn katanya klo seperti itu, kebo bule bakalan nggak mau jalan lagi.
Akhirnya, saya melepas jaket saya. Dan benar saja, setelah jaketnya saya lepas walopun hanya saya pegang saja, kebo bule pun mau berjalan kembali...
Saya sampai sekarang belum menemukan logikanya... Krn saya itu berdiri di belakang penonton yg berdiri paling depan. Jadi nggak akan kelihatan langsung. Bahkan si pawang pun harus tengok kanan-kiri dulu utk mencari tahu sebabnya kenapa si kebo bule tsb nggak mau jalan, sebelum menemukan saya.
Yg kedua, si kebo bule itu tanpa menengok ke kanan-kiri, tiba-tiba saja berhenti tepat di depan saya. Dan setelahnya pun dia cuma berdiri mematung tanpa menengok ke saya...
Makanya sampai sekarang saya belum menemukan alasan logis utk hal yg saya alami tsb...
People say: “Gimana mau dapet kerja. Apply aja masih pilih-pilih!”
Me: “Okeehhh. Barusan ada iklan loker posisi dokter spesialis saraf. Gw langsung apply aja kali ya!”
dicatat guys! kalau isi form job jangan langsung cantumin alamat lengkap cukup kota aja. terus jangan kirim foto KTP/KK/PASPOR, karena disana ada NIK dan nama ibu kandung!!
Masih mending dia mau dateng ngasih speech gue mah jadi dia mendingan Jco gue gosend ke kantor, di grup wa menteri gue chat "pergi ke Fakfak mancing ikan hiu, fuck all of you🖕🏻" tidak lupa kirim meme "peduli apa gwle🤪", left the group dan lanjut turu😗
Rate beban terberat jadi pengangguran versi gue:
1.Rasa bersalah ke orang tua karena belum kerja-kerja (tak terhingga/10)
2. Ga punya uang ( 10000000000/10)
3. Orang nanya "Udah kerja di mana?" (10000/10)
4. Minder pas nongkrong sama temen yang udah berpenghasilan (100000/10)