tau gak yang menarik dari banner greenpeace di bundaran hi apa?
ada tulisan "bencana makin parah", terus ketika difoto, di belakangnya ada salah satu gedung perusahaan yang lagi rame dibahas karena kebakaran hutan dan lahan.
meskipun cuma terpasang sebentar, tapi sangat menarik perhatian, bahkan seperti ada pesan tersiratnya. good move, greenpeace!
BIG RESPECT ‼️
Buat mbak Nya Terimakasih sudah seberani ini untuk bersuara.Buat siapa pun ini Nyata apa yang keluar dari omongan mbak hebat ini
Sembako bahan pangan Mahal,mencari kerja susah,pajak di naikan terus.
Semoga Dirimu aman ya mbak🫂
Sampai bila mbak nya terjadi sesuatu pasti banyak yang bela.
ib:agungpinota
Menurut gue hebat sih Greenpeace menyuarakan kritikan langsung di jantung ibukota saat rush hour dimana orang-orang ramai lewat buat berangkat kerja.
Dan yang lebih hebatnya lagi adalah berhasil masangnya itu dan ngga terpantau polisi. Ngga mudah pasang spanduk begitu di bundaran HI.
Apresiasi buat temen-temen Greenpeace👏
Guys please berdoa juga untuk Pulau Taliabu, Maluku Utara sekarang lagi terbakar hutannya.
Mayoritas yang terbakar adalah kebun cengkeh milik warga. kasian banget padahal cengkeh tuh salah satu mata pencaharian mayoritas warga sana.
ini warga pademinnya cuma pake jirigen gitu, udah lebih dari 1 minggu😭
#PrayForMaluku
ALL EYES TO KALIMANTAN, BORNEO.
YANG MASIH ADA EMPATI NYA TOLONG SEJENAK BACA INI, GW NGERASAIN SENDIRI KARNA GW DI KALIMANTAN.
Crazy, gw sangat gatau lagi gimana pemerintah menanganin keadaan indonesia khusus nya kalimantan ini udah darurat udah iklim besar, Media besar udah unjuk rasa ke kita. tapi apa ? yap yang di utamakan lagi dan lagi MBG.
KALIAN LIAT SENDIRI ANGGOTA PEMADAM YANG KURANG ALAT DAN TENAGA ORANGNYA SENDIRI DI KISARAN UMUR 35-40an.
GK KALIMANTAN AJA YANG KENA, NEGARA TETANGGA KITA KENA KHUSUSNYA SINGAPORE DAN MALAYSIA.
imagine AS pas Los Angeles terbakar aja ketar ketir walau kemampuan damkar mereka diatas Indonesia, kalimantan skalanya aja keknya dua kali lipat kebakaran LA, mana alat dan fasilitas seadanya.
adapun dengan ISPA, KASUS ISPA PERHARI INI MENCAPAI 174 RIBU ORANG DAN PALING PARAH 40 RIBU NYA ADALAH BALITA.
GUYS PLEASE DONT STOP TALKING AND STALKING!!!!
JANGAN KEDISTRACT BERITA LAIN GUYS!!
UP TERUS KEBAKARAN HUTAN. ACEH BELUM PULIH. PADANG BANJIR. WILAYAH LAINNYA JUGA BELUM PULIH!!!
UP UP UP!!!
#PRAYFORINDONESIA#ALLEYESONINDONESIA
BAHASA INDONESIA >> BAHASA INGGRISNYA!‼️🤣
- KAN = told ya
- OALAH = I see
- LAH = wait, what?
- DIH = come on!
- NAH = exactly
- TUH = see?
- EW = yuck!
- Waduh = oh my goodness!
APALAGI GAESSS???🤣
Dibaca satu-satu biar ga nanya lagi.
- Perempuan wajib ngurus rumah, masak, bersih-bersih, dan ngurus anak, bahkan ketika perempuan jg kerja.
- Cuma laki-laki yg berhak memutuskan keputusan2 penting di rumah karna dianggap kepala keluarga.
- Perempuan dituntut melayani suami, termasuk secara seksual, seolah tubuh dan akses seksual perempuan adalah hak pasangan ga peduli persetujuan perempuan.
- Perempuan yg nolak seks dibilang istri durhaka, sementara consentnya malah diabaikan.
- Perempuan dibebani kontrasepsi dan konsekuensi reproduksi, tp keputusan2 soal tubuhnya sendiri sering ikut dicampuri orang lain.
- Perempuan yg gamau punya anak dianggap egois, ga feminin, dianggap belum lengkap sebagai perempuan.
- Motherhood dianggap kewajiban kodrati perempuan, sdgkn fatherhood dianggap sebagai pilihan atau sekedar bantu istri.
- Perempuan dituntut jaga virginitas, reputasi, cara berpakaian, berat badan, rambut, makeup, dll sementara standar yang sama ga diberlakukan ke laki-laki.
- Victim blaming dlm kasus KS kyk “pakaiannya apa?”, “kenapa keluar malem2?”, “kenapa mau aja diajak?”, bukannya fokus ke pelakunya.
- Kekerasan terhadap perempuan dlm rumah tangga dinormalisasi sebagai “urusan rumah tangga.”
- Laki-laki yg dominan dianggap tegas, perempuan yg dominan malah dibilang galak, judes, atau ga feminin.
- Perempuan yg ambisius dianggap terlalu agresif, sementara laki-laki dg sifat yg sama dianggap punya jiwa leadership.
- Perempuan yg punya karir tp ga mau nikah/beranak dianggap egois, seolah tujuan pendidikan perempuan ujung-ujungnya ttp di kasur sumur dapur.
- Pekerjaan domestik dan mental load sering ga dianggap pekerjaan, padahal ngabisin waktu dan tenaga juga.
- Perempuan diharapkan ngalah, jaga perasaan, dan jadi emotional caretaker dlm hubungan berumah tangga.
- Laki-laki yg ga bisa ngontrol emosi disebut “manusiawi”, tp perempuan yg marah atau shock langsung dicap histeris/emosional.
- Perempuan sering dibatasi soal mobilitas, jam keluar, pergaulan, dan keamanan, trs pas terjadi kekerasan malah perempuan yg ditanya2 dan disuruh belajar.
- Profesi tertentu dianggap “pekerjaan laki-laki”, jd perempuan yg mau masuk hrs buktiin kompetensinya lebih keras.
- Perempuan yg sukses dianggap mengintimidasi laki-laki, sementara keberhasilan laki-laki justru dianggap nilai plus.
- Laki-laki dianggap punya hak buat nentuin seperti apa “perempuan yg baik”, mulai dari pakaian, fisik, perilaku, dll.
- Bahkan ketika perempuan jd pencari nafkah utama, dia ttp dituntut menjalankan peran domestik.
Dapet rekomendasi dari temen, kalo ini viral di tiktok. Ampuh buat rambut rontok, DAN TERNYATA IYAAA 😭😭🤣
awalnya aku ga percaya, tapi begitu di percobaan pertama langsung kerasa wkwkwk
Rontoknya masih, cuma jauhhhh berkurang 😭😭😭