💣🚨 Jude Bellingham mengungkap alasan mengapa ia langsung menghampiri Erling Haaland setelah peluit panjang berbunyi.
🗣️ “Orang pertama yang ingin saya temui setelah pertandingan adalah Erling.”
🗣️ “Banyak orang hanya melihat kami sebagai rival selama 90 menit. Tapi bagi saya, dia adalah saudara. Saya melihatnya berdiri di sana dengan kekecewaan setelah hasil pertandingan, dan saya tahu persis bagaimana perasaannya karena saya juga pernah mengalaminya.”
🗣️ “Itulah mengapa saya langsung menghampirinya. Bukan untuk kamera atau mencari sorotan, tetapi hanya untuk mengingatkannya bahwa satu hasil pertandingan tidak akan pernah menentukan siapa dirinya.”
🗣️ “Kami berbagi banyak momen yang tak terlupakan bersama di Dortmund. Kami saling mendorong untuk menjadi lebih baik setiap hari, merayakan kemenangan bersama, dan tumbuh bersama. Ikatan seperti itu tidak akan hilang hanya karena sekarang kami mengenakan jersey tim nasional yang berbeda.”
🗣️ “Saya mengatakan kepadanya agar tetap tegar karena dia masih salah satu pemain terbaik di dunia. Cara dia berjuang untuk Norwegia, pengorbanan yang dia lakukan, dan gairah yang dia tunjukkan untuk negaranya tidak pantas mendapatkan apa pun selain rasa hormat.”
🗣️ “Malam ini kami adalah lawan. Besok, dia akan tetap menjadi saudara saya. Saya akan selalu ada untuknya, sebagaimana saya tahu dia juga akan selalu ada untuk saya.”
Bromance. 🇳🇴🏴❤️🤝
🚨Jude Bellingham on his friendship with Erling Haaland:
🎙️ Interviewer: “Jude, earlier in the tunnel we saw you playfully kick Erling Haaland, and during the match you were both laughing while waiting for a free-kick. Tell us about your friendship.”
🗣️ Jude Bellingham:
“That’s just our thing. During our time at Dortmund, we were always kicking each other after someone scored or even in training. It was never anything serious—it was just our way of saying hello.
So when I saw him in the tunnel today, I used our little formula again. People probably thought it was strange, but for us it’s completely normal. He knew exactly what I was doing and just laughed.
Now I’m at Real Madrid and he’s at Manchester City, we don’t get to see each other as often, so whenever we meet, we always have a laugh. I know how much he tried to convince me to join Manchester City back then, and we still joke about it today.
Once the whistle goes, though, everything changes. He’s fighting for Norway, I’m fighting for England. There are no favours on the pitch. We both want to win.
After the game, we’re friends again. That’s football. You compete with everything you’ve got for 90 or 120 minutes, then you leave it all on the pitch and enjoy seeing your friends again.”
🚨 Erling Haaland menjawab pertanyaan tentang Jude Bellingham usai laga #Norway melawan #England di perempat final Piala Dunia 2026:
“Jude adalah teman baik saya. Kami menghabiskan dua tahun yang luar biasa bersama di Dortmund, jadi kami masih sering berkomunikasi. Dia benar-benar sosok yang luar biasa. Saya sudah sering mengatakan ini, kami sangat menikmati waktu bersama di sana.”
“Saya sama sekali tidak terkejut melihat dia mencetak dua gol hari ini dan tampil seperti itu. Satu-satunya hal yang saya rasa tidak adil adalah terkadang dia menerima terlalu banyak kritik karena dianggap tidak cukup sering mencetak gol atau alasan lainnya.”
“Menurut saya, dia sama sekali tidak pantas mendapat kritik seperti itu. Saya pikir dia adalah salah satu pemain terbaik di dunia. Sebagai seorang gelandang, dia tetap mencetak gol, dia juga mampu melewati siapa pun di lapangan. Jadi saya hanya bisa memberikan pujian untuk Jude.”
“Menurut saya dia luar biasa. Inggris beruntung memilikinya, Madrid juga beruntung, karena semua tim pasti ingin memiliki pemain seperti Jude di skuad mereka.” [via @TheSunFootball]