Kalian sadar atau tidak, semenjak Prabowo jadi Presiden, Hal-hal ini yg hilang :
- Tidak ada perhelatan internasional yg tersorot seperti G20, Seagames dll, dimana Indonesia sebagai Tuan Rumah
- Tidak ada capaian infrastruktur yg bertambah
- Tidak ada satu pun proyek infrastruktur besar yang diumumkan dan terasa nyata
Zaman Jokowi: banyak dikritik, tapi jejaknya ada.
Zaman Prabowo: banyak dijanjikan, tapi jejaknya sampe sekarang ngk ada..
Dan sementara itu,
target pajak APBN 2026 sudah dipatok Rp 2.357,7 triliun.
Siap tidak siap, rakyat yang bayar.
Hari ini Kejagung setor Rp 1,029 triliun hasil sitaan koruptor ke kas negara.
Di acara yang sama, Jaksa Agung minta anggaran APBN buat rawat aset sitaan itu:
"Kendaraan-kendaraan harus tetap mengkilat, harus tetap bagus, harus tetap tokcer. Kami belum ada biaya pemeliharaan."
Menkeu jawab dari podium sambil ketawa:
"10 persen cukup? Belum? 20? Wah, kebanyakan ah."
Jadi negara terima Rp 1 triliun lebih dari koruptor.
Lalu minta APBN ,uang pajak lo, buat rawat mobilnya.
Di hari yang sama, mahasiswa yang tuntut harga BBM turun diblokade di Thamrin.
Ferrari koruptor dapat perawatan negara.
Rakyat dapat barikade.
Siapa yang sebenernya dilayani?
Budiman Sudjatmiko, 1998:
Ditangkap, divonis 13 tahun penjara karena lawan Orba. Ikon gerakan mahasiswa.
Budiman Sudjatmiko, 12 Juni 2026:
Duduk di depan mahasiswa sebagai pejabat setingkat menteri, membela program2 Prabowo.
Seorang mahasiswa yang pernah ditahan 3 bulan pasca aksi May Day berdiri dan ngomong langsung ke mukanya:
"Bapak sangat munafik. Justru itulah cara negara membangun ideologi yang membuat orang seperti Bapak duduk di depan hari ini."
Ia minta Budiman jawab soal petani Pundenrejo. Soal Dago Elos.
Budiman tidak menjawab substansinya.
Mahasiswa itu lalu walk out.
Setelah orangnya pergi, barulah Budiman bicara ke sisa forum:
"Inilah yang disebut victim mentality. Apa kontribusinya bagi membangun peradaban?"
Pak Budiman.
Tahun 1998, lu juga cuma mahasiswa yang ditangkap negara.
Waktu itu, pejabat Orba juga pasti bilang hal yang sama tentang lu.
Bedanya satu: lu dulu didengar sejarah.
Sekarang giliran lu yang tidak menjawab pertanyaan rakyat ,tapi tunggu orangnya pergi dulu, baru komentar.
Dulu sistem yang harus dijinakkan aktivis.
Sekarang, siapa yang sudah dijinakkan siapa?
Yang bikin kebocoran siapa gue tanya?
Yang bikin MBG siapa? Anggaran 1.2 triliun perhari?
Dikorupsi Dadan 1 miliar sehari masih sisa banyak?
Yang bikin Kopdes di tengah sawah sama tengah hutan juga siapa?
Siapa gue tanya?
Siapaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa?
Sebelum masuk DPR, yang tercatat: Sarjana Ekonomi, wiraswasta, Direktur Koran Madura, Madura FC, Jendela Madura, dan , ini yang menarik perhatian ,sempat menjadi Komisaris di PT Kereta Api Logistik, anak perusahaan BUMN PT KAI.
Dan satu lagi: Bendahara Umum DPP Banteng Muda Indonesia (BMI), organisasi sayap kepemudaan PDIP, periode 2021-2024.
Tidak ada satupun pemberitaan di media ekonomi nasional yang mencatat bisnis Kaisar Kiasa menghasilkan ratusan miliar rupiah sebelum namanya muncul di daftar caleg PDIP.
Komisaris BUMN pada usia yang sangat muda , itu bukan prestasi bisnis, itu penempatan.
Dan penempatan di BUMN selalu punya konteks politik tersendiri.
Dari gabungan seluruh rekam jejak itu, bisnis mana yang menghasilkan Rp 445 miliar dalam bentuk surat berharga?
- Ga bisa menangani bencana Sumatra? Dibelain.
- Keluar negeri terus? Dibelain.
- Kurban pakai APBN? Dibelain.
- Rupiah melemah? Dibelain.
- BBM naik? Dibelain.
- Harga kebutuhan pokok naik? Dibelain.
- PHK massal terjadi? Dibelain.
- Daya beli masyarakat turun? Dibelain.
- Utang negara bertambah? Dibelain.
- Pajak dinaikkan? Dibelain.
- Defisit melebar? Dibelain.
- IHSG anjlok? Dibelain.
- Lapangan kerja seret? Dibelain.
- Investasi mandek? Dibelain.
- Harga beras naik? Dibelain.
- Harga listrik naik? Dibelain.
- Program kontroversial jalan terus? Dibelain.
- Pejabat bikin pernyataan blunder? Dibelain.
- Kritik publik diabaikan? Dibelain.
- Demonstrasi mahasiswa diremehkan? Dibelain.
- Janji kampanye belum terealisasi? Dibelain.
- Menteri bermasalah dipertahankan? Dibelain.
- Kabinet gemuk? Dibelain.
- Anggaran membengkak? Dibelain.
- Kepercayaan pasar turun? Dibelain.
- Rating pemerintah turun? Dibelain.
- Apa pun yang terjadi: Dibelain.
Siapa pun yang mengkritik:
Disalahin.
Sesuci itu kah sosok yg pernah ada ISU HAM ini di mata kalian?
Hundreds of students marched in Jakarta, Indonesia, AGAINST President Prabowo’s spending agenda, fuel price hikes, and Prabowo's troubled free meals program.
NO WONDER THE RUPIAH IS TANKING.
Andre Rosiade di TV, kemarin:
"85% uang MBG mengalir langsung ke rakyat. Ke tukang sayur, petani, peternak, UMKM."
Kejagung, 12 Juni 2026 : tersangka ke-5 ditetapkan.
Vendor motor listrik BGN, PT Yasa Artha Trimanunggal: tidak punya dealer, tidak punya bengkel aktif , tapi menang proyek Rp1,035 triliun dari APBN.
21.801 unit motor.
Dadan bilang dibeli Rp42 juta/unit.
Menurut Kejagung: di-markup.
Pembanding nyata: motor China dengan spesifikasi serupa dijual Rp8–10 juta/unit di pasaran.
Dokumen serah terima dipalsukan seolah pengerjaan rampung. Dibayar lunas 100%.
Total tersangka sekarang: 5 orang. 3 di antaranya pimpinan BGN sendiri.
Jadi dari Rp10.000 per porsi makan anak sekolah yang katanya "85% langsung ke rakyat" itu , sebagian jalannya lewat vendor tanpa bengkel, harga di-markup menurut Kejagung, dokumen dipalsukan, dibayar penuh Rp1 triliun lebih.
Tukang sayurnya dapat berapa Andre?
Minggu ini pemerintah Indonesia punya dua kabar bersamaan.
Kabar 1: Menhan Sjafrie Sjamsoeddin minta anggaran pertahanan 2027 sebesar Rp667 triliun.
Ditolak.
Dikasih Rp139 triliun.
Lalu minta tambahan Rp195 triliun lagi ke DPR , biar total jadi Rp334 triliun.
Kabar 2: Di saat yang sama, mahasiswa turun ke jalan karena harga BBM nonsubsidi naik 32%, harga bahan pokok melonjak, dan anggaran dipangkas atas nama "efisiensi."
Sekarang hitung bareng gue:
Rp667 triliun yang diminta Menhan = 2,5 kali anggaran MBG yang katanya program prioritas untuk anak-anak kurang gizi.
Rp334 triliun yang diminta total = hampir dua kali lipat seluruh anggaran Kemenkes + Kemensos.
Dan ini bukan sekadar soal angka.
Ini soal logika prioritas negara.
Rakyat diminta ikat pinggang.
BBM naik.
Subsidi dipangkas.
Anggaran pertahanan justru diminta naik lebih dari dua kali lipat dari pagu yang ada, sementara 500 personel TNI ditugaskan mengawal aksi mahasiswa yang memprotes daya beli.
Pertanyaannya sederhana: negara ini dibangun untuk melindungi siapa?
statement ini membuktikan kalau pemerintah lebih takut demo diadakan di pusat bisnis & ekonomi ibu kota daripada di depan gedung DPR/MPR
selain itu, exposure & dampaknya juga lebih besar. keren buat kalian yg inisiasi pergerakan ini 🫡