Manager millennial nggak bercerita, tapiβ¦.
- main sama kucing wkwkwk
Katanya ada satu karakter millennial saat jadi manajer: think of themselves the last.
Di kasusku, yg aku pikirin emang tim (people) dan work delivery. Bahwa aku lebih capek, mumet, kerja 2-3 lipat lebih banyak, dianggep galak dsb - ya itu konsekuensi aja.
Pasanganku udah apal hanya dengan liat raut muka hahah dan dia nggak maksa aku cerita/pour it out ya karena aku cuma perlu time out dan down time π
Generally, mentorship buat kondisi gini juga limited yah, formal atau organik, jadi ada masanya merasa burn out atau sendirian juga :)
Kayak, lu lari pace 6 aja engap, tapi dipaksa pace 5. Di kepala isinya, "yuk final push" terus kagak keliatan finish line nya.
Tapi ini bukan tentang lari.
Seeing the offering letter which I rejected because I thought the job WOULD drive me crazy if I accept it but actually ALREADY BEEN crazy with my current job π₯²π₯Ή