The Economist tumben banget dari kemaren memasak soal Indonesia terus. Dari awal jd jurnalis suka bgt sama media ini, karena kebijakan redaksinya cukup unik & sangaaat kritis.
Ciri khasnya, kebanyakan artikel di The Economist gak nyantumin nama penulis (biar tulisan diwakili institusi), mereka jg konsisten dukung free trade (pasar bebas), kebebasan individu & pemerintahan yg ramping.
Bagus lah kalo Indo disenggol terus sama nih media buat digampar soal kebijakan Prabowo ttg stabilitas keuangan dan kemunduran demokrasi.
Nah, terus ada bagian “thin-skinned” yg ditulis di sini (mudah tersinggung), merujuk ke gaya kepemimpinan Prabowo yg dianggap kurang nerima kritik, dan rekam jejak masa lalu yg memicu kekhawatiran kembalinya gaya otoriter yg memusatkan kekuasaan pada satu sosok.
Dari style dan isi pidatonya Prabowo dari kemaren, emang Indonesia ini lagi ngeri2 sedep ya.
tapi ya.... gatau kenapa ya... gua yakin bgt gue bakal sukses, entah di umur berapa… gue yakin gue bisa kerja di gedung tinggi terus bisa business trip luar negeri.. itu sugesti aja atau gimana ya? kek seyakin itu gue bakal sukses
@Raka_HI12 Halo kak. Ini ada respon dari Nathania Karina dan beliau gak terikat dengan kakak sampaikan ya. Tolong bisa lebih diperhatikan lagi dan research sebelum asbun dan mengirim informasi sensitif ke sosmed 🤗🙏