Kalau gw boleh jujur, ada satu alasan kenapa setiap Jepang main di Piala Dunia, gw selalu nonton. Bukan karena gw orang Jepang, bukan juga karena mereka selalu favorit juara. Tapi buat generasi yg besar bersama Captain Tsubasa, Jepang di Piala Dunia itu rasanya selalu punya makna lebih.
Dulu kita semua ngira cerita Tsubasa itu cuma mimpi. Jepang juara dunia? Ngalahin Brasil? Rasanya mustahil.
Dan di balik perjalanan yang membawa Jepang sampai titik ini, sang pemilik Death Note, Hajime Moriyasu.
Moriyasu bukan pelatih dengan karisma segede Mourinho atau Guardiola. Dia juga bukan mantan superstar. Justru sebaliknya, dia pernah merasakan salah satu momen paling menyakitkan dalam sejarah sepak bola Jepang, "Agony of Doha" tahun 1993, saat Jepang gagal lolos ke Piala Dunia karena kebobolan di menit akhir. Bisa dibilang, dia merasakan langsung bagaimana rasanya sepak bola Jepang berada di titik terendah.
Mungkin itu juga yg bikin cara dia melatih berbeda.
Kalau nonton Jepang sekarang main, yg paling keliatan bukan skill individu, tapi sinkronisasi. Begitu kehilangan bola, semua bergerak. Begitu merebut bola, transisi mereka cepat. Gak banyak gaya, gak banyak sentuhan yg gak perlu. Semua pemain ngerti harus ada di mana.
Itu yg bikin Jepang sekarang bisa ngalahin timnas2 besar. Kemenangan atas Jerman & Spanyol beberapa tahun lalu bukan kebetulan. Menahan Belanda, lalu menghajar Tunisia 4-0, itu hasil dari proses yg dibangun bertahun-tahun.
Selamat pagi warga-wargi.
mau share bunga-bunga yang sedang hadir di sekeliling rumah.
semuanya vibrant dan warna-warni. menyegarkan.
kalau jumlahnya banyak gini, memang makin menyenangkan ya.
Jepang lagi-lagi ngasih alasan kenapa gue gak asal-asalan waktu bilang gue dukung mereka di edisi kali ini.🔥🇯🇵
Mereka bukan cuma tim yang enak ditonton, tapi tim yang punya arah jelas. Tahan Belanda 2-2, lalu hajar Tunisia 4-0. Itu bukan modal omong kosong, itu bukti kalau Jepang memang bisa bersaing.
Yang gue suka dari Jepang, Mereka datang dengan permainan yang tertata, transisi yang cepat, dan mental yang gak kaleng2.
Gak ada ketergantungan pada satu nama, karena semua bergerak dalam satu sistem. Jepang bukan cuma bikin lawan capek secara fisik, tapi juga bikin lawan frustrasi secara mental.
Gue gak bilang Jepang pasti juara. Tapi kalau masih ada yang nganggep mereka cuma pemanis turnamen, menurut gue itu terlalu malas melihat perkembangan mereka.
Opini lo, Jepang kali ini cuma kuda hitam atau benar-benar ancaman serius?
Jepang mungkin bukan tim yang paling berbintang di Piala Dunia ini. Tapi mereka mungkin salah satu yang paling susah dikalahkan.
2-2 lawan Belanda setelah tertinggal dua kali. 4-0 lawan Tunisia dengan permainan yang rapi dan disiplin dari menit pertama. Pressing terstruktur, transisi cepat, dan jika mereka ketinggalan pun, sama sekali nggak ada yang panik.
Kalau ditanya tim mana yang punya cara bermain paling jelas di turnamen ini, Jepang mungkin ada di list teratas. Tembus Quarter-final sih gue yakin bukan sesuatu yang mustahil.
#FeelEveryGoal | @toshibatv_id
ga pernah terlintas dipikiran gue ada idol kpop dari Indonesia secantik ini😭 carmen lu cakep banget men, 24/7 gue mandangin foto lu jg gak bakal bosen😭😭
#CARMEN
Jepang, mimpi buruknya tim Eropa ❗
Ini tim unggulan gue pribadi di World Cup kali ini. Karena gue udah ngikutin mereka sejak World Cup 2022.
Bukan karena paling sangar, atau paling banyak bintang. Tapi karena mereka gak pernah nundukin kepala.
Kena tekanan tetap rapi, kebobolan selalu belajar dari kesalahan, kalah postur tetap berani duel.
Lawan Belanda, mereka sempat kena gol sundulan Van Dijk. Tapi Jepang gak runtuh. Mereka balas, terus ngejar lagi sampai 2-2.
Ini bukan cuma soal teknik dan taktik, ini soal mental disiplin, keras kepala, dan gak gampang mati.
Dan ini bukan kejadian sekali dua kali. Sejak 2021, Jepang belum kalah lawan tim Eropa. Serbia, Jerman, Spanyol, Kroasia, Jerman lagi, Turki, sekarang Belanda.
Mereka udah gak datang buat “memberi perlawanan”. Mereka datang buat bikin Eropa mikir dua kali.
Gue serius, kalau ada tim Asia yang paling masuk akal buat nembus final Piala Dunia, jawabannya Jepang.
Mereka bukan cuma punya tim.
Mereka punya kultur perang.🔥
TANGGUH!🇯🇵
Sangat menarik melihat pertandingan Belanda Vs Jepang barusan ini, jika kita mencoba mendegar lebih jelas, terdengar suara pendukung dari Jepang tak henti-hentinya bernyanyi selama 90 menit.
Bahkan pendukung dari Belanda hampir sama sekali tak terdengar.
Pure Pride!
36 tahun lalu, awal tahun 90an, ketika itu Hajime Moriyasu sdg menjalani trial dan observasi di salah satu klub Eropa, saat sepak bola Jepang masih dianggap "negara antah berantah" oleh sebagian orang.
Satu moment dia sempat ditanya, “Apa orang Jepang beneran bisa main bola?”
Hari ini, Moriyasu datang ke Piala Dunia 2026 sebagai pelatih yang pernah mengalahkan Jerman, mengalahkan Spanyol, mengalahkan Brazil, mengalahkan Inggris dan membawa Jepang menjadi salah satu tim yang paling dihormati di dunia!