selama bertahun2, aku "melindungi diri" dgn mengabaikan emosi:
- ngerasa excited? jangan, nanti ujung2nya kecewa
- dipuji? siap2, ekspektasi orang bakal makin tinggi ke depannya
- dikritik? ga usah sedih, toh itu jg salah sendiri
now i'm trying to experience being human again 🥹
@monxyet yang gw simpulkan: safe space itu penting dibentuk lewat universal empathy sehingga orang yang ga berpasangan atau sebatang kara pun punya safe space, karena orang2 ga cuma fokus ama lingkarannya sendiri tp juga nurture relasi2 humanis di sekitarnya.
2x ke dokter karena masalah "kejiwaan", aku berkali2 ditanya sama mereka tentang:
"punya pacar ga?", "kalau sedih cerita ke siapa?", "gimana hubungannya?"
ini bikin gw mikir kalau punya support system atau "safe space" itu emg SENGARUH itu
ternyata bener ya, hidup ini jauh lebih tenang ketika kita tahu batasan. not everything needs our attention, not everything deserve our energy. ada hal-hal yang lebih baik dibiarkan berlalu, tanpa perlu didengar, dilihat, ataupun dibahas. cukup bodo amatin aja dan bye
Gak ada yg buat aku iri selain anak yang di besarkan di lingkungan yg komunikasi nya baik, sehingga tumbuh besar gak bawa byk 'trauma' yg ngefek ke perilaku
Ngomong lancar, gak belibet, mampu ngeluarin pendapat dgn baik, brpikir logis, sabar d setiap komentar, ahh ya ampun 🫶
aku juga mau coba sharing singkat pengalaman penyakit wanita serius akibat makan SEBLAK, DIMSUM, GEPREK, ACI, GORENGAN, dan PEDES PEDESan lainnya
gejalanya hanya bisa dideteksi dari diri sendiri!
Jatuh cintalah dengan orang yang membawa kamu jauh lebih baik. Kalaupun tidak berjodoh, setidaknya dia berhasil memberi dampak positif di hidupmu.
Pilih dia yang bikin kita malu kalau malas-malasan, ibadah bolong, atau gak berkembang. Energi positif itu menular loh.
girl, kamu yg emotionally intelligent begini genuinely deserve better. please walk away asap & skip buang-buang waktu sama cowok yg gak bisa appreciate kamu. been there done that, tapi skrg aku kalau disepelein dikit aja besoknya langsung menghindar.
Cara menghadapi pria adalah ...
Jangan spam chat, cukup 1x chat, kalau ga dibalas, ya sudah.
Cukup jahat rasanya, tapi itu salah satu strategi. Dan yang paling penting, boleh kok kita jatuh cinta tapi jangan sampai kehilangan diri sendiri.
Jangan jadikan pria itu poros duniamu.
Ternyata masih kaget dengan suara bentakan dan nada tinggi, plis jangan ke trigger duluuuu. Cooling down yaaaa. Emang DNA cara bicaranya ybs begitu kan(?)
Usia udh 30 taun belum nikah + Jomblo, tulang punggung buat ke dua orang tua, kerjaan ngojol, Rumah ngontrak, kadang sedih liat diri sendiri Gatau kedepanya mau jadi apa guys mudah² an dikasih jalan nya yg terbaik oleh tuhan yg maha kuasa. 🤍
Percayalah kita tuh hampir nggak bisa “ngerubah” orangtua. Apalagi yang udah lansia.
Jadi walau kita lebih update, lebih educated, lebih ngerti kesehatan mental/parenting, nasehat dari anak emang seringnya gak akan kena 😭
Pernah konsul ke psikolog terkait ini dan mereka jawab, “Fokus ke yang bisa dikontrol, bukan berharap mengubah total orangtua”
Karena emang ga bisa berubah kecuali karena kuasa Tuhan. Relasi kuasa itu kuat banget selama puluhan tahun.
Kalau casenya udah bahaya kayak tweet di bawah, kita bisa “nasehatin” lewat orang lain yang mereka hormati. Kalo anaknya yang ngomong nggak akan didenger karena emang ada relasi-kuasa.
Kecuali…. kalian punya otoritas dalam keluarga, misal jadi sumber dana dan anak kesayangan 😂