Kalau cari pasangan, jangan membayangkan kebahagiaan dari pasanganmu. Pastikan dulu kamu sudah bahagia dengan dirimu sendiri. Nanti kalau sudah berpasangan, lombanya bukan lagi meminta kebahagiaan tapi saling berbagi kebahagiaan yang dimiliki masing-masing.”
— Mas Sabrang MDP
@kegblgnunfaedh doa menghilangkan pikiran kotor.
Allahumma inni a’udzu bika min munkarootil akhlaaqi wal a’maali wal ahwaa
“ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari akhlak, amal, dan hawa nafsu yang buruk.”
Malam itu, di Jakarta, selepas lembur saya memutuskan pulang kantor.
Teman saya sudah pada menikah. Saya juga tak terlalu punya teman akrab di kantor. Kalaupun ada, ya seperti kalimat pertama, dia sudah menikah.
Setelah kerja, mereka akan pulang ke keluarganya masing2. Sedangkan saya yang tidak punya siapa-siapa ini, sekarang masih duduk di parkiran mobil yang sudah lengang dengan sebotol bir dingin di tangan kanan saya.
Tidak ada yang menanti saya di rumah. Di kota yang penuh gegap gempita ini, entah kenapa, saya merasa sepi sekali.
Hari-hari monoton dan ditutup dengan kesendirian, tampaknya lambat laun mulai membuat hidup tak lagi menjadi sesuatu yang menyenangkan buat saya.
Bir saya sudah mulai tidak dingin.
Malam semakin malam. Dan tampaknya saya akan menghabiskan malam ini sendirian lagi.
Dulu, saya tidak pernah menyangka, kalau ternyata kesepian bisa semembunuh ini.
Kota ini sudah memperdaya saya.
لن يفهمك إلا اثنان
أخدهم مر في حالتك و الأخر يحبك كثيرا
“Tidak ada yang bisa memahami dirimu kecuali dua orang;
dia yang pernah berada diposisimu dan dia yang sangat mencintaimu.”
Bahkan saat jari tertusuk jarum pun ada dosa yang Allah hapuskan.
Percayalah, tidak mungkin Allah memberimu musibah atau rasa sakit kecuali ada kebaikan di dalamnya untukmu.
-repost