gue dulu juga mikirnya gini. but now i realize, sometimes orang ngejauh bukan sengaja mau nyakitin, tapi karna mereka ga bisa handle conflict, takut confrontation, emotionally overwhelmed, atau emang belom punya emotional maturity buat explain their feelings properly
Nemu kalimat tercantik pembangkit energi yang harus kamu baca berulang-ulang.
“maka, bertumbuhlah dengan sangat cantik. biarlah luka-luka itu menjadi perjalanan yang perlahan membentukmu menjadi akar yang kuat.
lalu, jika nasi telah menjadi bubur, buatlah bubur yang enak. barangkali hidup memang bukan tentang memilih apa yang terjadi, tapi tentang bagaimana kita mengolahnya menjadi sesuatu yang tetap layak dijalani.”
Peluk jauh untuk mereka yang sedang in a phase of trying to make peace with all the disappointment, without having to blame anyone for the pain they’re feeling. Itu memang salah satu tahap paling berat dalam life, but trust me and believe, you will get through this.
ada tulisan cantik bgt, kira-kira isinya begini:
“semoga kamu selalu dipertemukan dengan seseorang yang dapat berbicara bahasa mu, sehingga kamu tidak perlu menghabiskan waktu seumur hidup untuk menerjemahkan jiwamu..”
gue aja sampe sekarang gak ngerti sebenernya gue lagi kehilangan apa.
yang gue tau, ada sesuatu di dalam diri gue yang pernah retak… dan gak pernah bener-bener pulih lagi.
rasanya... gak maksa minta diperhatiin. cuma diem, numpuk di dada, dan ikut gue ke mana-mana...
fun fact: aku gak ingat kehidupanku di 2025, yang aku ingat cuma beberapa hal sedih aja. alasan aku bisa loss memory: karena aku kebanyakan suppress emosi
jadi guys, kalau mau sehat, kalau lagi mau nangis nangisin aja, mau teriak teriakin aja. loss memory rasanya engga enak