lg scroll galeri dan menemukan foto ini
baru sadar buku ini udah didiemin beberapa bulan, which’s a sign that my system’s working well so far (?) (cuz i usually read this book when im stressed lol)
tadi pagi lewat daerah borobudur (sambeng) dan disepanjang jalan full sama spanduk protes warga sekitar terkait pembukaan lahan tambang baru
any thoughts? 🤔
@txtdrMagelang@Jateng_Twit
Dari Singapura saya ikut mengamati gejolak pasar global, utamanya harga minyak, gas dan BBM. Meskipun harga energi masih sangat fluktuatif, tetapi dampak buruknya sudah dirasakan oleh semua negara. Termasuk Indonesia.
Banyak negara, termasuk yang ada di Asia, telah melakukan langkah-langkah nyata untuk menyelamatkan ekonominya. Caranya berbeda-beda, tetapi saya pandang masuk akal. Hari ini, 25 Maret 2026 saya juga menyimak kebijakan pemerintah Filipina dan Korea Selatan yang disampaikan oleh para presidennya.
Untuk Indonesia, kita tak perlu panik. Meskipun, langkah-langkah kita tidak boleh terlambat dan tidak tepat.
Waktu memimpin Indonesia dulu saya mengalami krisis yang sama. Meroketnya harga minyak terjadi pada tahun 2004-2005, kemudian tahun 2008 dan yang terakhir tahun 2013. Harga minyak yang meroket sangat memberikan tekanan pada ekonomi kita. Fiskal dan defisit APBN melebar, inflasi atau stabilitas harga terguncang dan dampak terhadap kaum tak mampu sangat terasa. Meskipun pahit dan tidak mudah, kita pilih kombinasi kebijakan yaitu penambahan subsidi dan penaikan harga BBM. Pemerintah juga melakukan kampanye penghematan energi besar-besaran.
Ketika saya putuskan dan ambil langkah-langkah seperti itu, gelombang pro dan kontranya tinggi sekali. Parlemen gaduh dan unjuk rasa tak terhindarkan. Tapi, akhirnya, ekonomi kita selamat dan masyarakat tidak mampu dapat kita lindungi melalui program BLT.
Saya memantau pemerintahan Presiden Prabowo juga telah mempersiapkan kebijakan dan langkah-langkah yang diperlukan. Saya dukung gerakan penghematan energi untuk mengurangi angka defisit anggaran. Untuk menyelamatkan APBN 2026 pada khususnya dan perekonomian Indonesia pada umumnya, beberapa opsi dapat dipilih oleh pemerintah. Yang penting ekonomi kita selamat ~ termasuk terjaganya pertumbuhan (growth), terkelolanya inflasi (stabilitas harga) dan tercegahnya PHK besar-besaran (job security). Dan yang sangat penting adalah tetap terlindunginya saudara-saudara kita kaum tak mampu yang pasti hidup mereka makin sulit. *SBY*
Hmm.. rupanya fisikawan mulai menduga: alam semesta kita punya “kembaran cermin” sebuah kosmos yg berjalan mundur di waktu. 🤔🤔
Coba kalian bayangkan ini deh: saat Big Bang terjadi, bkn hanya 1 alam semesta yg lahir. Mungkin ada 2.
- 1 arah kita.. waktu mengalir maju, entropi terus naik, bintang lahir lalu mati, segalanya menuju kekacauan yg semakin teratur dlm ketidakteraturan.
- Yg 1 lagi berjalan mundur. Waktu mengalir ke belakang, entropi turun, dan segalanya “membalik” menuju keteraturan sempurna.
Kita hanya melihat separuh dari kenyataan. 😱🤔
Ini bkn cerita fiksi ilmiah. Ini hipotesis serius yg lahir dari upaya menjawab 2 pertanyaan besar fisika:
- knp materi lebih banyak drpd antimateri, dan
- knp waktu punya arah (arrow of time) yg tdk bisa dibalik?
Bbrp model CPT-symmetric universe mengusulkan bahwa Big Bang sebenarnya menciptakan pasangan sempurna: kita dan “si kembaran” yg hidup di sisi lain cermin kosmik. Hukum fisika dasar tetap sama, tapi arah waktu-nya terbalik.
Apa artinya buat kita?
Entropi tetap menjadi “panah waktu” yg kita rasakan setiap hari.
Kopi yg tumpah tdk pernah kembali ke cangkir dgn sendirinya.
Kenangan kita hanya tentang masa lalu, bkn masa depan.
Semua itu krn kita hidup di sisi yg entropi-nya terus meningkat.
Tapi di sisi cermin.. mungkin segalanya “terbalik”.. dari kekacauan menuju keteraturan sempurna, seperti film yg diputar mundur.
Kita hanya melihat separuh cerita.
Separuh lagi tersembunyi di balik cermin yg tdk bisa kita tembus.
Apakah ini hanya spekulasi matematis? Ya, masih.
Tapi setiap kali kita bicara tentang entropi dan arah waktu, hipotesis ini mengingatkan kita betapa aneh dan indahnya kosmos ini.
Mungkin suatu hari teleskop atau teori kuantum gravitasi akan memberi kita petunjuk lebih jelas.
Kamu percaya “kita hanya separuh realitas” atau tim “ini terlalu gila untuk benar”? 🤔🤔