Banyak perempuan diajarin untuk jadi kuat, tapi bukan untuk punya power.
Kuat itu tahan banting, sabar, ngalah, bisa handle semuanya sendiri.
Power itu berani untuk punya pilihan, bisa bilang no, bisa ninggalin, bisa set boundary tanpa rasa bersalah.
Dan ironisnya society sering ngepraise perempuan yang kuat (yang tahan disakiti, tetap stay, tetap ngurus semua), tapi uncomfortable sama perempuan yang punya power (yang tegas Dan gak mau compromise terus).
Semua perempuan kuat kok, gak kekurangan strength,
yang sering kurang itu permission untuk pakai powernya.
aku bahkan bikin sendiri wadahnya, karena saking lembabnya kamar kosan apalagi kalo pas cuaca ekstrem kemaren… jadi wajib ada terutama deket rak-rak bukuku.
Gausah edgy kalau om tante di kampung nanya
"kapan lolos? kapan kerja? kapan nikah?"
karna mereka taunya cuma itu. masa expect mereka nanya "integrasi OpenClaw ke telegram caranya gimana?"
jawab baik-baik aja. dan jangan ulangi ke anak/ponakan kelak
toh ketemu juga jarang
Dan ternyata..
- orang yang bangun jam 5 buat siap-siap berangkat kerja
- makan siang buru-buru
- jam 9 malem udah tidur biar besok nggak tepar pas kerja
itu udah bukan orang tua kita lagi, tapi kita yang sekarang
Allowance LPDP lebih besar dibanding Chevening di UK, dibanding SISGP di Swedia, dibanding MEXT di Jepang.
LPDP juga dapet 2x di awal studi plus uang buku setiap tahun.
ga usah merasa miskin.
tugas utama awardee itu belajar, bukan nabung atau jalan2.
ga perlu ngmg berak.
gue agree bgt sm trend love should be fun
gini cong hubungan kalo udh nyentuh overthinking sampe lo mempertanyakan worth lo terhadap dia, ya gaperlu ditanya lg ke orgnya. dia memperlakukan itu sadar atau tidak berarti presensi lo di hidup dia kecil
percaya deh gausa delusi :)
Belajar dari Bunga Sartika, host brand skincare Quezely. Dia memutuskan resign gara-gara influencer Tasya Farasya ngebongkar konten “Qaqa spill skincare-nya dong qaqa cantik banget” yang settingan.
Poin gue: kerja di kantor orang gak selamanya, jadi lu harus punya value. Kasus ini justru momentum buat Bunga. Dia bilang masih 19 tahun, perjalanan hidupnya masih panjang, dan mau belajar lebih dewasa.
Keputusan tepat mundur dari kantor lamanya. Dengan begitu, dia gak akan kebawa drama konten settingan. Namanya jadi bersih dan bisa fokus ngonten di akun sendiri. Cek deh TikTok dia di @/bungasartikaa. Followers per gue nulis ini 439 ribu dan pasti bakal terus nambah.
Alhasil, dia bisa berdiri sendiri sebagai content creator. Image skincare sudah nempel di Bunga Sartika, bukan Quezely lagi. Mungkin niche dia bisa lebih luas ke depan dan dapat pasar yang lebar. Kereeen! W for Bunga.
Contoh serupa ada di brand kacamata Optika Lunett (Optique de Lunett). Dulu ada “Mbak Optika Lunett” viral di TikTok. Dia kemudian resign dan jadi content creator di akun @/ceritacete dengan followers 63 ribu.
Kasus lain ada Mandy yang dulu lucu banget di akun TikTok Tiba-Tiba Sinema. Sekarang dia besar di akun sendiri dengan followers 146 ribu.
Jadi, kerja itu harus punya value. Mesti tahu nilai dan bagaimana cara menghargai diri sendiri. Gak boleh cuma nyaman nerima gaji bulanan. Urusan rezeki bisa datang dari arah mana pun, asal ikhtiar. #MESATU
My mom once told me if she has a problem with my dad, she talks to him first. Not her friends. Not social media.
She said, “Advice is fine. But your partner shouldn’t be the villain in someone else’s story before you’ve even tried to fix it together.”
Pernah baca atau nonton, agak lupa persisnya, dibahas ada ibu hamil yg sebenarnya tidak menginginkan terjadi kehamilan. Saat bayinya lahir hendak disusui, bayinya tidak bisa menelan ASI ibunya. Herannya saat disusui oleh perempuan lain, bisa. Entah energi penolakan ibunya iti dimanifestasikan sang bayi ke penolakan terhadap ASI ibu kandungnya sendiri.