Subuh, Yogyakarta, 9 Februari 2008
Lambang Babar Purnomo, seorang PNS arkeolog senior, alumni FIB UGM, ditemukan tewas di selokan di jalan lingkar luar utara Yogyakarta.
Dia baru pulang sekitar jam 4 pagi setelah bertemu dengan sejumlah teman arkeolognya.
Harusnya di hari itu, siangnya, dia menjadi saksi ahli dalam persidangan perkara kehilangan dan pemalsuan beberapa benda berupa arca, koleksi Museum Radya Pustaka, Solo.
***
Beberapa waktu sebelum kejadian, dia ditugaskan kantornya untuk pengambilan dan pengembalian benda pusaka ke tempat seharusnya.
Benda-benda itu akhirnya Pak Lambang temukan di bangunan rumah pribadi di Jakarta.
Milik siapa rumah itu?
Hashim Djojohadikusumo, adik Presiden Prabowo Subianto.
Setelah menjemput arca di rumah itu, Pak Lambang juga bilang bahwa ada fosil gading dan arca-arca lain tanpa dokumen.
Pak Lambang dijadwalkan menjadi saksi ahli di pengadilan untuk kasus ini.
***
Polisi menyatakan kematian Pak Lambang adalah karena kecelakaan tunggal sepeda motor.
Tidak ada yang janggal kata Polisi.
Tapi, ini janggal karena jenazahnya tidak menunjukkan kalau itu kecelakaan tunggal.
Setelah diotopsi, laporan medisnya bilang, ini tidak seperti biasanya kecelakaan tunggal sepeda motor
Dokter yang melakukan otopsi bilang kalau ini tidak seperti kecelakaan, tapi bisa jadi karena: kepalanya dipukul atau dipuntir.
"Seperti di film-film itu, lo, sampai bunyi krek."
Kutipan dokter itu dimuat di laporan Tempo tanggal 29 September 2008.
Tapi polisi tetap menyatakan itu kecelakaan tunggal.
Kematiannya tidak pernah dibawa ke pengadilan.
Kebetulan Tempo, beberapa bulan lalu mengangkat kasus ini sebagai kilas balik. Menarik disimak.
Justru ini yg bikin eksploitasi dosen perempuan berlapis2. Kerjaan admin birokratik seremonial perawatan dititipin ke dosen perempuan tanpa upah yg layak. Logikanya: ya kan mrk bukan pencari nafkah utama~~
Pekerjaan2 ini kami beri label “bureaucatic housework”. Mampir ya ke sini
⚠️ Perhatian!
Meski botak biadab dadan hindayana udah diringkus sama Kejagung satu bulan silam, kebiadaban dan tindakan keji BGN ternyata masih belum berhenti.
Silakan tengok temuan kami, pelbagai kubangan lumpur (espepege) telah bebas melanggang melakukan PENCURIAN DATA PRIBADI agar mereka memiliki angka penerima manfaat yang proper demi bisa beroperasi dan melanjutkan tradisi korupsi mereka.
Ini jelas pelanggaran hukum berat. Tolong ditindak! @DivHumas_Polri
⚠️ // TW
"Latsarmil membuat peserta menjadi lebih disiplin dan menumbuhkan cinta tanah air."
Omong kosong paling GONG abad 21. Ini baru sebulan aja udah 2 kasus gede kayak gini. Efek terlalu banyak ngerjain hal-hal di luar tupoksinya kah? Terlalu banyak ngurus dapur embege?
Penggembosan Demo Mahasiswa Penolak MBG
Pemerintah menghalau unjuk rasa yang memprotes makan bergizi gratis dan koperasi desa merah putih. Menggalang mahasiswa, mengumpulkan rektor, hingga membuat aksi yang mendukung program Prabowo.
Simak bocoran selengkapnya di YouTube Tempodotco dan Spotify Bocor Alus Politik. Tayang premiere hari Sabtu, 4 Juli 2026 pukul 11.00 WIB.
#BocorAlusPolitik #PodcastBAP #PodcastTempo
REKTOR ITB KE KOMISI X DPR:
KAMI CUMA DIBIAYAI APBN 18%, UKT 26%, SISANYA CARI SENDIRI!
INI KAMI SANGAT BERAT!
DI MALAYSIA, KAMPUS DIBIAYAI APBN 45%.
DI CHINA, 70-80%.
DI SINGAPURA, ANGGARANNYA 10x ITB, 50% DARI APBN.
KITA KAYA KAMPUS DI AMERIKA YANG CUMA 10% APBN.
Pajak seharusnya menjadi alat pemerataan, bukan membebani rakyat kecil sementara akumulasi kekayaan bernilai triliunan rupiah belum dikenai pajak kekayaan.
Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan Udara Lukman F Laisa mengumumkan rencana pembangunan 39 bandara baru.
Saat ini Indonesia memiliki 257 bandara yang beroperasi. Dengan penambahan ini, total bandara nasional ditargetkan menjadi 296 sesuai Tatanan Kebandarudaraan Nasional.
Tujuannya disebutkan untuk memperkuat konektivitas, khususnya di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata.
Namun, pertanyaan mendasarnya adalah soal demand dan kelayakan operasional.
Lalu lintas penerbangan di Indonesia sangat terpusat. Sebagian besar penumpang dan penerbangan terkonsentrasi di bandara-bandara besar di Jawa dan Bali.
Banyak bandara di luar Jawa, terutama yang dibangun dalam 10 tahun terakhir, memiliki frekuensi penerbangan rendah dan jumlah penumpang yang jauh di bawah kapasitas.
Contoh paling sering disebut adalah Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati. Dibangun dengan biaya besar, tapi hingga kini sering mengalami masalah utilisasi rendah. Bahkan pernah mendapat sorotan karena lokasinya dianggap kurang strategis dan sulit dijangkau.
Kasus serupa juga terjadi di beberapa bandara baru lainnya.
Membangun bandara membutuhkan biaya operasional yang tinggi secara berkelanjutan. Mulai dari standar keselamatan, navigasi udara, pemeliharaan, hingga SDM.
Tanpa adanya maskapai yang mau membuka rute secara rutin, bandara tersebut akan bergantung pada subsidi pemerintah dalam jangka panjang.
Dari 39 lokasi bandara baru yang ditetapkan, belum ada informasi publik yang detail mengenai kajian demand penumpang, proyeksi kelayakan ekonomi, dan komitmen maskapai untuk membuka rute di masing-masing lokasi tersebut.
Apakah 39 bandara ini sudah melewati uji kelayakan yang ketat, atau ini kembali menjadi proyek infrastruktur yang lebih mengutamakan jumlah daripada efektivitas?
Konektivitas wilayah 3T memang penting. Tapi jika hanya fokus menambah jumlah bandara tanpa memastikan ada demand yang realistis dan konektivitas pendukung (seperti akses darat), maka risiko bandara sepi dan menjadi beban operasional akan tetap ada.
Lebih baik memastikan bandara existing bisa dimanfaatkan secara optimal terlebih dahulu.
Dosen dan Guru, gajinya bisa kalah dengan Caraka (Office Boy)/Driver yang sama-sama KERJA DI PEMERINTAHAN.
OB (Honorer) ada klausul Upah Minimum,
Dosen/Guru TIDAK ADA
Jika ada yang menganggap hal ini Wajar, semoga Antrianmu di akhirat TEPAT DI BELAKANG ABU JAHAL.
Fyi, guys. Biaya 45 juta/orang buat Latsarmil selama 45 hari, bisa digunakan untuk bayar UKT kelompok 4 buat kuliah di program Akuntansi atau Manajemen di UGM selama 8 semester, alias sampe lulus.
Keputusan dr.Icha untuk tidak memberikan SABU adalah tindakan yg tepat dan sesuai protokol medis.
Pasien gigitan ular ini cuma gejala lokal, lab normal, tidak ada indikasi anti bisa ular (SABU). Derajat luka gigitan dan tingkat keparahan gejala menjadi kunci penentuan tindakan.
Bahkan beliau sempat konsultasi ke ahli toksinologi dr. Tri Maharani yang bilang cukup imobilisasi saja, bukan anti bisa.
Kalau diberikan anti bisa tanpa indikasi, justru bisa membahayakan pasien karena risiko reaksi alergi berat sampai anafilaksis yang mengancam nyawa.
Sudah menyelamatkan pasien tapi malah kehilangan nyawa karena depresi 😭
Turut berduka cita untuk dr. Icha & keluarga. 😔
Semoga beliau tenang di sisi-Nya.
funfactnya adalah dr. Icha sudah melapor sejak 14 Juni. ke Badan Kehormatan DPRD, ke Dinkes TTU dan ke IDI.
semua jalur resmi sudah ditempuh. tapi yang membuat kasus ini akhirnya "bergerak cepat" bukan laporan itu, melainkan "kematiannya"
dinkes TTU memang sudah menyatakan keprihatinan sejak awal. tapi keprihatinan saja tidak menghentikan apa pun. tidak ada tindakan tegas dan konkret yang membuat dr. Icha merasa lebih aman untuk kembali bertugas.
RS Leona baru menemui Bupati untuk minta maaf, setelah dr. Icha meninggal dan kasusnya ramai di media, setelah izin operasionalnya terancam. bukan saat dokternya "masih hidup dan ketakutan" untuk kembali bekerja.
"dimana perlindungan RS terhadap dokternya??"
Golkar baru menugaskan pemanggilan kadernya hari ini. PKB baru berencana tabayun. Semua "akan", dan "baru menugaskan", serta baru "berencana".
kata- kata kerja masa depan, padahal kasusnya sudah berlangsung dua minggu sebelum dr. Icha menghadap yang kuasa.
sungguh miris "kepedulian itu baru muncul" setelah ada yang harus meninggal lebih dulu.
"apakah harus ada nyawa melayang dulu baru peduli?"
Ini pola yang lazim dan sering kita lihat di negeri ini. Institusi bergerak cepat untuk pemulihan citra, tetapi lambat untuk pencegahan.
surat keprihatinan dikirim cepat. izin RS dibekukan cepat. tapi perlindungan nyata, yang seharusnya hadir SEBELUM seseorang putus asa, "datang terlambat."
dr. Icha sudah melakukan semua yang seharusnya. Melapor lewat jalur resmi, mengikuti SOP, mencari pendapat dari yang lebih ahli, berusaha bertahan. sistem yang gagal menjaganya bahkan di tengah ia berusaha menjaga dirinya sendiri. beliau menjadi korban.
RS gagal melindungi karyawannya, dinkes gagal melindungi tenaga kesehatannya, IDI gagal melindungi anggotanya, badan kehormatan DPRD gagal membina anggotanya. MIRIS
MBG 1,2 Triliun per Hari, Cuma Nambah 1 Gram Protein di Piring
Februari kemarin, survei Badan Pusat Statistik mengklaim bahwa MBG sukses mengubah pola makan masyarakat menjadi lebih sehat dan mengurangi pengeluaran makanan rumah tangga.
Tapi, analisa kami dari data konsumsi per kapita di 5 daerah dengan SPPG terbanyak malah menyatakan sebaliknya.
Konsumsi protein masyarakat cenderung menurun dan pengeluaran makanan rumah tangga meningkat.
Kira-kira yang bener yang mana yaa? 🤔
https://t.co/N1MuVtwvJR
Elu dipajakin dari A sampai Z.
A) Gaji tiap bulan dipotong pajak,
B) THR juga kena pajak,
C) Dapet bonus kena pajak juga,
D) Beli barang mahal kena pajak barang mewah,
E) Rumah kena pajak bumi dan bangunan,
F) Motor harus bayar pajak tiap tahun,
G) Mobil juga bayar pajak tiap tahun,
H) Belanja di supermarket tiap itemnya kena pajak,
I) Makan di restoran kena pajak,
J) Beli barang di luar negeri juga bayar bea cukai,
K) Bunga tabungan kena pajak juga dari negara,
L) Apply kerjaan pakai meterai, bayar ke negara,
M) Resign kerjaan juga bikin surat pernyataan pakai meterai,
N) Harga meterainya dinaikin dari 6000 ke 10000, naik 67%.
O) Ditilang juga bayarnya ke negara,
P) Bikin SKCK juga bayar ke aparat negara,
Q) Beli tanah kena pajak,
R) Beli rumah kena pajak,
S) KPR kena pajak,
T) Bayar listrik kena pajak,
U) Beli pulsa kena pajak,
V) Bayar internet kena pajak,
Yang elu dapet:
1) MBG
2) Kopdes Merah Putih
3) Sekolah Garuda
4) UKT masih tetep mahal
5) Presiden keliling dunia, pidato, keliling dunia, pidato ...
6) Wapres keliling Indonesia bagi-bagi bansos
7) Pemadaman bergilir
8) Pertamax naik
9) Korupsi BGN
10) Dubes negara lain dibiarin nunggu berbulan-bulan
11) Hakim gajinya naik, ada yang sampai 300%, tapi guru enggak
12) Kenapa gaji guru tidak bisa baik? Kenapa gaji pegawai negeri tidak bisa baik? Uangnya gak adaaaa
13) Rupiah terendah sepanjang sejarah terhadap dolar
14) Cari kerja masih susah
15) Lima orang meninggal dunia pas training jaga toko kelontong
16) Mahasiswa BEM demo terima duit dari polisi.
17) Demo dukung MBG dapet panci, goodie bag, sama duit 100 ribu
kalo ada CIA palsu yg bisa tembus ke sirkel pertama prabowo, ini kinerja intelijen negara kita dipertanyakan kok bisa-bisanya diboongin sama antek-antek asing
JUST OUT: Aparat kepolisian menghadang unjuk rasa Aliansi BEM se-UI di Jalan Trunojoyo, Jakarta.
Peristiwa ini terjadi tepat pada perayaan Hari Bhayangkara ke-80 pada 1 Juli 2026. Polisi menyita paksa replika keranda mayat dan karangan bunga yang dibawa oleh massa aksi.
Mahasiswa membawa simbol tersebut sebagai tanda duka atas mandeknya reformasi sektor keamanan. Kawan-kawan mahasiswa menuntut pembatalan revisi UU Polri, penghentian kekerasan aparat, dan penuntasan kriminalisasi warga sipil.
Petugas merebut properti aksi sebelum mahasiswa berhasil menyampaikan aspirasi secara utuh.
Penghadangan fisik ini memicu kemarahan besar dari pihak mahasiswa. BEM UI meradang dan langsung melontarkan kritik sangat keras terhadap integritas institusi kepolisian.
Mereka menegaskan bahwa segala bentuk kebobrokan di lapangan merupakan cerminan kegagalan dari tingkat komando tertinggi.
"Kepalanya busuk, bawahnya pasti busuk," ujar pihak BEM UI secara terbuka setelah aksi mereka dibubarkan.
Aparat berdalih untuk mengamankan kenyamanan acara hari jadi institusi.
Tapi, langkah merampas simbol protes warga ini justru mempertegas watak antikritik kepolisian di mata publik. Pemberangusan aksi nyata ini gagal membendung penyebaran gelombang ketidakpuasan masyarakat.