ALASAN KENAPA HIDUP LU STRESS
1. Ga olahraga
2. Kurang kena matahari
3. Makan sembarangan
4. Jarang doa or meditasi
5. Suka nunda-nunda
6. Jam tidur berantakan
7. Kebanyakan scroll sosmed
8. Ga punya hobi or passion
9. Manajemen waktu yang buruk
10. Jauh dari diri sendiri
@Jakartalk izin nambahin bang
ketiga: (video ini diambil tadi siang) di aceh tamiang, rumah dan sekolah masih banyak yang hancur, tp sppg dan kopdes merah putih udah berdiri kokoh.
tuhan melindungi setiap langkah mereka yang turun ke jalan hari ini. terima kasih sudah memperjuangkan kepentingan semua orang. doa baik selalu. ✊🇮🇩 tinju ke atas.
@BuayaEmpang oke kalo misal gampang atau ngga nya relatif tiap orang beda mandang nya tapi kan pendaftar nya ga dikit, yang lolos juga ga sampe setengah dari pendaftar jadi dibilang ga sulit itu ga setuju
kalo udah ngeliat mahasiswa ui, ugm, itb dan univ-univ lain yang udah demo tuh harusnya mikir kaya “wah univ-univ ternama indo turun kejalan, wah mahasiswa-mahasiswa yang berpendidikan demo, udah pasti ada yang salah nih” harusnya mikir gitu. bukannya malah ngeboikot univnya 🤦♀️
YAA ALLAH BAPAK 💙🥲 SEMOGA ALLAH SWT MEMBALAS KEBAIKANNYA 🙏🏻
DI TENGAH KESULITAN YANG DIRASAKAN RAKYAT, SEORANG BAPAK PENJUAL SATE GRATISKAN DAGANGANNYA
Di saat banyak masyarakat sedang berjuang menghadapi tekanan ekonomi, sebuah kisah sederhana namun penuh makna datang dari seorang bapak penjual sate.
Tanpa banyak sorotan, ia memilih membagikan dagangannya secara gratis kepada warga yang membutuhkan. Bagi sebagian orang, beberapa tusuk sate mungkin terlihat biasa. Namun bagi mereka yang sedang kesulitan, itu bisa menjadi pengganjal lapar dan penguat harapan.
Aksi kecil ini menjadi pengingat bahwa kepedulian tidak selalu lahir dari mereka yang berlebih. Justru di tengah keterbatasan, masih ada orang-orang yang memilih berbagi dengan sesama.
Di saat banyak yang sibuk memikirkan diri sendiri, sang penjual sate menunjukkan bahwa kemanusiaan masih hidup di tengah masyarakat.
Karena terkadang, yang paling mengerti rasa lapar adalah mereka yang pernah merasakannya.
1 suro