lowongan intern macam apa ni anjiirrr FRESH GRADUATE satu syarat sama STRONG DATABASE, PROVEN TRACK RECORD, dan EXPERIENCE with performance tracking dkk. INTERN LOHHHHHHHH YA ALLAH INDONESIA 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
@j_mj200 4 bulan pake hyalupure ini sebotol ga abis2 buat aku yg oily skin, pasti bakal repurchase sih. sgt cocok untuk frugal living ini mana baguss lagi buat skinprep wkwk say bye to checkout mois tiap bulan 😋😌
Literally punya mentee fresh grad. Kuajarin all the hacks they need to succeed at Facebook
Promoted from E3 to E4 with Redefines Expectation (highest rating, dapet 3x bonus monthly salary) in 6 months. Gajinya pas E4 $320k/year alias 5.2 milyar setahun
Yep cuma perlu pengalaman kerja 6 bulan untuk bisa gaji 5 milyar setahun. Life is that simple
When he got elected I knew things will be bad.
But I didn’t think it would go this, this, low.
We’re sinking beyond belief.
God knows how much anger and tiny speck of hope I have left in me.
AI dipakai untuk menelanjangi perempuan -- and we’re pretending it’s just “user misuse”
NO. IT'S NOT.
Apa yang kita saksikan ini bukan sekadar penyalahgunaan teknologi. Ini adalah cerminan ketimpangan struktural yang selama ini dibiarkan.
AI tidak bekerja di ruang hampa. Ia beroperasi di dalam sistem sosial yang sudah timpang: timpang dalam literasi, timpang dalam akses ke keadilan, dan timpang dalam posisi tawar.
Ketika tanggung jawab sepenuhnya dilempar ke “pengguna”, asumsi yang digunakan adalah bahwa semua orang memiliki kapasitas yang sama untuk memahami risiko, melawan balik, dan mencari perlindungan.
Faktanya, tidak demikian.
Kelompok paling terdampak (perempuan, anak-anak, dan lansia) sering kali tidak memahami bagaimana sistem bekerja, tidak tahu ke mana harus melapor, tidak memiliki sumber daya hukum, dan tidak punya energi untuk menghadapi proses panjang yang melelahkan.
Akuntabilitas pun menjadi kabur karena tersebar di antara pengguna, platform, dan pembuat kebijakan, hingga akhirnya tidak ada pihak yang benar-benar bertanggung jawab.
Inilah yang jarang dibicarakan secara terbuka di ruang publik: meski membawa banyak manfaat, AI juga memperbesar ketimpangan kekuasaan yang sudah ada.
Mereka yang memahami sistem—cara kerja, celah hukum, dan batas tanggung jawab—berada di posisi relatif aman. Mereka yang tidak, justru menanggung risiko terbesar.
Karena itu, AI tidak bisa dipandang hanya sebagai isu inovasi atau efisiensi. AI adalah soal siapa yang terlindungi, dan siapa yang dibiarkan sendirian ketika kekerasan terjadi.
Dalam konteks ini, AI literacy dibutuhkan bukan sekadar mengajarkan kemampuan teknis menggunakan tools atau menulis prompt.
AI literacy adalah mekanisme perlindungan sosial. Ia menentukan apakah seseorang mampu memahami bahwa apa yang dialaminya adalah pelanggaran, bukan “risiko biasa” -- dan mengetahui opsi yang tersedia, meski terbatas, untuk mencari pertolongan.
Tanpa literasi ini, korban sering kali menyalahkan diri sendiri. Atau lebih buruk, menganggap kekerasan digital sebagai sesuatu yang harus diterima.
Selama kelompok paling rentan belum serius dilindungi, AI akan terus menguntungkan mereka yang sudah kuat dan berbahaya bagi mereka yang sejak awal berada di posisi paling lemah.
Itulah mengapa peringatan ini perlu terus diulang (saya juga sampaikan di berbagai forum lokal, internasional, dan kepada pemerintah melalui Menteri Komdigi) bahwa:
Tanpa literasi dan perlindungan yang memadai, kemajuan teknologi tidak pernah netral. Ia akan menguatkan yang sudah kuat, dan melemahkan yang sudah lemah.
Tugas pemerintah bukan hanya mendorong edukasi AI literacy, tetapi juga memastikan kebijakan publik yang berpihak nyata pada kelompok paling rentan.
but don't let them walk over or walk away with the stupid narratives they build. defending and countering is unavoidable cuz they're opening door for not only anti but also manipulating new fans' perspectives. it's harmful if we just let the mold grow without resistance
Funfact:
Setahun terakhir ini pengusaha dealer mobil dan developer rumah kesulitan jual produknya.
Behaviour Gen-Z ternyata shifting jauh dari generasi milenial.
Bisa jadi generasi milennial adalah generasi terakhir yg pengen punya rumah tapak pinggir kota dan naik mobil
BANTU UP ART PENCURI‼️ART dirumah gue udah kerja selama 2 tahun. 1 minggu sebelum lebaran dia mudik tapi dia bawa barang sekoper dan barang-barang dia yang dirumah gue pada dibawa gaada sisa.
Disclaimer : barang2 gue yg difoto itu ilang semua semenjak dia balik kampung
Yeah, the MENTAL LOAD.
Istri sering dilabeli “cerewet” padahal bisa jadi karena suaminya yg apa-apa kudu dikasih tau 😔
Setelah punya anak, beban mental istri itu berat banget karena tiap detik mikir banyak hal.
Butuh suami yg berinisiatif tinggi, empatik, helpful, dan efektif cara pikirnya untuk kerjasama di rumah.
Bagian atas adalah potongan dari lembar pengesahan skripsi Jokowi yang saya foto sendiri, bagian bawah adalah potongan ijazah Aida Greenbury. Identik atau tidak? Jika ada dataset dari UGM, kita dengan mudah uji kecocokan dengan Deep/Machine Learning.