@weiberbursche Manik lavender sang gadis terus menatap layar ponsel yang sang pria pegang.
“Hm, apa kau seorang model?” tanyanya lagi karena penasaran.
@Sub2DFess Ia terkejut. Kedua sudut bibir sang gadis langsung melebar hingga kedua mata menyipit setelah melihat kucing tersebut.
“Waah lucunya”
Ia berjongkok, lalu langsung mengelus bulunya “Kau sudah makan belum hm~”
@0fVermilion “A-ah, m-maaf nona saya tidak tau.....”
Memainkan jemarinya sendiri. Rasanya menjadi canggung saat mendengar jawaban sang gadis.
“E-etto...aku...?” menunjuk diri sendiri “Tentu saja pernah, rasanya tidak enak sekali. Terlebih saat kau tau orang itu tak akan pernah kembali..”
@weiberbursche “Ini loh....” menunjuk layar ponselmu.
Tatapannya lurus, tak beralih melihat ke arah lain “Pipimu, terlihat lebih glowing disini...” serunya pelan.
Beberapa detik selanjutnya, ia kembali melirikmu lalu tersenyum “Tapi harus aku akui, kau memang tampan disini”
@Sub2DFess Canelle mendekat. Ia mengintip ponsel yang sedang sang pria pegang.
“Waah, apakah itu benar-benar kau?” melirik wajahmu, kemudian bergantian melirik ponsel.
“Terlihat sedikit berbeda...”
“Baiklah, tunggu sebentar ya. Aku menaruh ini di piring dulu”
Menaruh loyang tersebut di meja dapur, lalu memindahkan kue disana dengan perlahan ke piring.
“Oh iya, ini ada rasa strawberry dan coklat. Kau suka yang mana?”
https://t.co/25zUE9uaFE
@_ideadlyoness “A-ah, b-bagus kalau begitu Kengo-kun~” ucapnya seraya tersenyum tipis meskipu terlihat di paksakan. Detik selanjutnya, Canelle sedikit terkejut mendengar ucapan teman lamanya tersebut. Ia panik dan langsung mengibaskan tangan ke atas kepala untuk mengusir serangga yang ー❀
@mxonamour Memegang cangkir tersebut.
“Terimakasih banyak ya. Aku akan mencobanya sekarang”
Meminum latte tersebut, satu tegukan dimulai sebelum akhirnya ia memberi komentar mengenai rasanya.
“Ini enak, apa kau membuatnya sendiri?”
@mxonamour Canelle yang terlihat sedang membaringkan kepala di meja pun tiba-tiba terkejut mendengar seseorang menyapanya. Ia lantas mengangkat kepala, dilihatnya pemuda bersurai gelap menyajikan segelas kopi untuk dirinya.
“Ah maaf...terimakasih untuk kopinya. Ini kopi apa?”