acen yoje: too pretty to be scolded (yuya's too soft on them)
ddo: actually apologizing (maknae's leader, the one actually leading the prank)
kaeng: find this situation very funny but he knows not to star another shit
jihoon: han
kasihan banget adik2 yang mau pergi sekolah saja harus melewati benteng takeshi
sementara bangunan di tengah hutan dipakein kipas dengan harga 11 juta per unit.
sungguh miris🥲
Londo Ireng
Dulu digunakan untuk menyebut pribumi yang mendukung penjajah. Mereka memusuhi rakyat yang ingin merdeka.
Kini pleciden menggunakannya untuk menstigma para jurnalis dan pengamat yang mencintai negara dan membela rakyat lewat cara mengkritik. Ada-ada saja.
BEBERAPA HARI TERAKHIR !!! 🚨🚨
Demo dilakukan diberbagai tempat diindonesia
Tapi mayoritas orang gak tau
Karena media nasional dengan sengaja tidak memberitakannya.
Semua orang gak mau negara kacau
Tapi kalau sudah begini
Kita harus bagaimana ?
#demo#indonesia
londo ireng?
ini sudah keterlaluan.
negara porak-poranda karena kebijakan serampangan, lalu mencari kambing hitam warga sendiri --wartawan, pengamat, organisasi masyarakat sipil-- dan menyebut mereka: "londo ireng."
saya kira, anda sendiri yang londo ireng.
@iPopBase Ga usah nanya "yg bayar lu siapa?
Nahhh, lu sendiri jd presiden siapa yg bayar? Setan yg bayar?! Kita, rakyat yg sllu dihina & direndahkan, tdk mendapatkan kesejahteraan yg bayar gaji anda 🫵🏻
Statemen Presiden bahwa wartawan-aktivis-pengamat adalah “Londo Ireng” itu makin problematik kalau kita membaca sejarah istilah ini.
Ini bukan istilah yang seharusnya jadi guyonan sekelas Presiden.
"Biarlah nanti dibalas di akhirat."
Stop normalisasi kalimat2 kaya gitu.
Kalau kita kebiasaan ngeliat ketidakadilan duniawi dengan frasa "biar Tuhan yang balas", kita sedang memberi panggung buat koruptor berikutnya.
Keadilan akhirat itu porsi Tuhan (bagi yg percaya dan penganut agama)
Tugas kita sebagai warga negara adalah memastikan koruptor dimiskinkan, dihukum berat, dan dihakimi di sini.
Sekarang juga.