IT’S ACTUALLY MORE TERRIFYING KNOWING HE’S NOT STUPID. with that kind of education & background, he knows exactly how the global market works. jadi kalo sampe keluar statement gini artinya dia secara sadar lagi MENGERDILKAN KRISIS demi menina-bobokan rakyat PAKE PEMBODOHAN PUBLIK
jujur malu banget punya presiden seperti beliau, asal ngomong, gak memikirkan dampaknya, the real beban negara, rakyat biasa jadi korbannya, say no to prabowo 2 periode
Kemarin, @TheEconomist mempublikasikan dua artikel soal Indonesia
Judul artikel pertama: Presiden Indonesia sedang membahayakan ekonomi dan demokrasi
Subjudulnya: Prabowo Subianto terlalu boros dan terlalu otoriter
Perlu diketahui, Spendthrift artinya orang yang menghamburkan uang secara tidak bijak. Diksi ini lebih keras dari sekadar “boros”. Dalam konteks negara, ada kesan ceroboh dan tidak bertanggung jawab secara fiskal.
========
Judul artikel kedua: Indonesia, negara mayoritas Muslim terbesar, sedang menempuh jalur yang berisiko
Subjudulnya: Prabowo Subianto sedang menggerogoti keuangan negara—dan demokrasinya.
Di artikel ini, pemilihan diksi “Eroding” rasanya memperkuat artikel lainnya. Jeopardising (membahayakan) masih bicara soal risiko ke depan. Eroding (menggerogoti) berarti prosesnya sudah berlangsung. Rasanya pelan, diam-diam, tapi nyata. Bagaikan batu yang berlubang oleh tetesan air.
biaya impor naik, cicilan naik, sampe daya beli masyarakat makin turun. ucapannya seperti ini malah nunjukkin betapa jauhnya penguasa dari realita rakyat yang tiap hari harus bertahan hidup di tengah kondisi ekonomi yang makin nggak pasti ini.
ironisnya tuh rakyat diminta terus ‘percaya’ dan ‘tenang’, sementara yang memimpin malah nunjukkin cara pikir yang dangkal terhadap persoalan ekonomi negara. gampang banget bilang ‘desa nggak pakai dolar’ kalau hidupnya nggak pernah dipusingkan harga pangan naik–
manusia paling egois dan bodoh yg pernah ada…. coba kalo keadaannya dibalik, dia yang jadi rakyat punya presiden kaya gini, apakah masih berpikir untuk bertindak seolah di negara ini semuanya sedang baik-baik saja?
"mau dolar berapa ribu kek, kan kalian di desa desa ga pake dolar, yang pusing yang sering keluar negri"
guys, boleh nyerah jadi WNI ga sih kalo pemimpinnya aja kyk gini???😭😭
kenapa habibie berhasil sedangkan prabowo tidak?
Karna saat Indonesia menghadapi krisis dan inflasi tinggi, Habibie mengambil keputusan besar: menunda "ambisi proyek pesawat nasional" demi menjaga stabilitas ekonomi dan rupiah.
Sedangkan prabowo? tetep kekeh sama proyek ambisi dia, "mbg & kopdes merah putih."
saat itu pemerintah memilih fokus pada pemulihan ekonomi & rupiah dan menunda proyek2 besar yang ada terlebih dahulu, sedangkan sekarang? Proyek jalan terus.
prabowo harus belajar cara menentukan prioritas di masa sulit.
@prabowo@gibran_tweet
Yg 'males' baca artike di bawah, intinya gini..👇
- Prabowo Subianto terlalu boros (spendthrift) dan terlalu otoriter (authoritarian), sehingga membahayakan stabilitas ekonomi dan demokrasi Indonesia.
- Prabowo punya sifat mercurial (mudah berubah-ubah): kadang terlihat ramah & menerima kritik, tapi sering marah-marah dan menuduh kekuatan asing mendanai LSM untuk mengganggu stabilitas.
- Masalah Ekonomi: Program-program populis yang sangat mahal (terutama makan bergizi gratis) menekan anggaran negara, melemahkan rupiah, dan mengancam stabilitas makroekonomi.
- Masalah Demokrasi: Tendensi sentralisasi kekuasaan, pembungkaman kritik, dan gaya kepemimpinan yang semakin otoriter.
- Latar belakang: Prabowo mantan jenderal yang punya masa lalu “thuggish” (kasar), kini berubah image jadi kakek penyayang kucing, tapi watak aslinya masih muncul dan mengkhawatirkan sekutu sendiri.
- Inti kritik dari Economist: Prabowo sedang membawa Indonesia ke jalur berbahaya dengan kombinasi pengeluaran berlebihan + gaya kepemimpinan yang kurang demokratis.