REPEAT AFTER ME 🫶
ALL EYES ON BANDUNG
ALL EYES ON UNISBA & UNPAS
ALL EYES ON BANDUNG
ALL EYES ON UNISBA & UNPAS
ALL EYES ON BANDUNG
ALL EYES ON UNISBA & UNPAS
ALL EYES ON BANDUNG
https://t.co/o5tDynl2aH
GUYS INFO 🚨 kampus unisba dan unpas tamsar udah kena serang di lemparin gas air mata langsung ke kampus, unisba udah jebol dan motor" yang parkir di angkutin #ACAB
BANGSA INDONESIA,
RAKYAT INDONESIA,
MASYARAKAT INDONESIA
adalah
BANGSA TANGGUH
RAKYAT KUAT
MASYARAKAT HEBAT
karena
TIDAK DILINDUNGI NEGARA & PEMERINTAHNYA
HIDUP BANGSA INDONESIA‼️
HIDUP RAKYAT INDONESIA‼️
HIDUP MASYARAKAT INDONESIA‼️
#IndonesiaDamaiTanpaTermulGenkSolo
"Pada tahun 1998, teman seumuran saya dibunuh aparat. Pada tahun 2025, Affan, yang sebaya dengan anak saya, dibunuh aparat.
Dia tidak seberuntung para polisi muda, yang ayahnya, dan mungkin ibunya, punya sawah untuk dijual.
Ada otak di kepala. Bukankah para polisi itu bisa menggunakannya? Jika ada otak, apakah jadi polisi?
Tahukah kalian bahwa semua keputusan politik di negara ini adalah hasil pilihan kalian? Kalian bilang, "Kami rakyat kecil. Kami ini bisa apa?" Kalau kalian tidak berarti bagi mereka, tidak mungkin mereka akan datang mengemis suara kalian.
Anda, Pak Polisi, Ibu Polisi, mau sampai kapan kalian menggunakan kekerasan untuk menghadapi rakyat? Kami ini bukan musuhmu, Pak. Kami ini tangan kosong. Kami ini hanya menyuarakan suara kami.
Kami yang tertindas, kami yang bekerja hari ini, tanpa tahu besok apakah masih ada lapangan pekerjaan untuk kami. Kami yang setiap hari harus berpikir, "Budget apa lagi yang harus kami bayar?" Biaya UKT kuliah anak kami lagi yang akan naik. "Berapa lagi yang harus kami cari?"
Kalian kemana? Kalian membela anggota Dewan yang berjoget dengan pendapatan 100 juta per bulan. Tapi kalian memukuli kami yang di luar sini.
Kalian bisa bersikap manis pada para anggota Dewan, pada para pejabat. Tetapi mengapa kalian beringas terhadap rakyat?
Tolonglah, balikkan badan kalian, berjuanglah bersama kami rakyat. Apakah kami harus mengadu ke Damkar? Apakah kalian tidak malu ketika kalian sedikit demi sedikit kehilangan fungsinya?
Ketika kalian diperolok bahwa kalian hanya bisa merazia. Ketika ada pencurian, masyarakat meminta bantuan Damkar. Ketika ada kekerasan dalam rumah tangga, masyarakat larinya ke Damkar. Apakah kalian tidak malu?
Kalian berseragam coklat untuk menegakkan keadilan. Untuk membantu kami yang tidak mengerti hukum!"
Ibu Nana
Warga Kotawaringin Barat
Kalimantan Tengah
30 Agustus 2025
Warganet Malaysia, Singapura, dan negara tetangga lainnya ramai-ramai pesan makanan di Jakarta melalui aplikasi ojek online. Makanannya bukan untuk mereka, tapi buat dikonsumsi oleh para supir ojol yang menjemput pesanan dan untuk dibagikan pada rekan-rekan sesama ojol.
Sebuah gestur sederhana, tapi terasa sebagai dukungan yang amat hangat. Membaca komentar-komentarnya memunculkan senyum dan bahagia.
Terima kasih, saudara serumpun! Gerakan ini mengingatkan kita akan kuatnya ikatan solidaritas ASEAN. Batas negara boleh memisahkan, tapi rasa persaudaraan tetap menyatukan.
Semoga situasi segera normal, agar kita bisa kembali saling ganggu dan bertikai penuh cinta, sebagaimana layaknya antar saudara kandung. :)