Karena penasaran, barusan gw bikin percobaan kecil berbekal Gemini+Seedance.
1. Gw bikin karakter 'text to image'
2. Bikin materi ceramah
3. Generate di seedance.2.0
ini hasilnya (ga sampai 10 menit semua prosesnya). Gilaaaa
NANIK S. DEYANG:
WARTAWAN YANG JADI PEJABAT NEGARA PALING SIBUK
DOUBLE JABATAN BERGENGSI
KOMISARIS PERTAMINA + KEPALA BGN
GAJI ESTIMASI 210 JUTA/BULAN
GAJI ESTIMASI 5.5 MILYAR/TAHUN
Nanik S Deyang memulai kariernya sebagai wartawan di Tabloid Bangkit, berkembang ke posisi manajerial di sejumlah perusahaan media nasional, termasuk sebagai direktur utama tabloid Info Kecantikan dan pemimpin umum majalah Femme.
Jalan menuju puncak kekuasaan terbuka setelah Prabowo menang Pilpres 2024.
Pada Oktober 2024, Nanik dilantik sebagai Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan.
Kemudian pada 12 Juni 2025 ia diangkat menjadi Komisaris Independen Pertamina.
Pada 17 September 2025, ia dilantik sebagai Wakil Kepala BGN, dan pada 2 Juni 2026 naik menjadi Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana.
BERAPA PENGHASILAN DARI BGN?
Sebagai Kepala BGN yang setingkat menteri, Nanik menerima gaji pokok Rp5.040.000 per bulan.
Ditambah tunjangan jabatan dan representasi sekitar Rp13.608.000 per bulan.
Total gaji dan tunjangan resmi sekitar Rp18.648.000 per bulan.
Tapi ini baru angka formalnya.
Di luar itu ia berhak atas rumah jabatan resmi, kendaraan dinas beserta sopir, jaminan kesehatan premium, tunjangan komunikasi, listrik, air, keamanan, serta biaya perjalanan dinas dan protokol.
Bila seluruh fasilitas ini dimonetisasi, nilainya bisa mencapai Rp50–80 juta per bulan dalam bentuk ekuivalen tunai.
BERAPA PENGHASILAN DARI PERTAMINA?
Ini bagian yang jauh lebih besar. Berdasarkan struktur remunerasi BUMN, anggota Komisaris Pertamina menerima honorarium sekitar Rp141,75 juta per bulan — belum termasuk tunjangan dan insentif tambahan.
Data publik dan dokumen RUPS menyebutkan komisaris lainnya mendapatkan kompensasi berkisar antara Rp100 juta hingga Rp150 juta per bulan.
Selain honorarium bulanan, tantiem yang diberikan di akhir tahun bisa mencapai miliaran rupiah, tergantung performa perusahaan.
Berdasarkan laporan keuangan 2023, total tantiem yang diberikan ke komisaris Pertamina bisa menyentuh angka Rp2–5 miliar per orang per tahun.
Komisaris juga mendapat tunjangan transportasi 20% dari honorarium, THR setara satu bulan honorarium, dan asuransi purna jabatan.
ESTIMASI TOTAL AKUMULASI PENGHASILAN NANIK
Berikut kalkulasi berdasarkan data resmi dan estimasi benchmark industri:
PERIODE JUNI 2025 — JUNI 2026 (12 BULAN sebagai Komisaris Pertamina + Wakil/Kepala BGN):
- Honorarium Komisaris Pertamina: Rp141,75 juta x 12 = Rp1,701 miliar
- Tantiem Pertamina (estimasi): Rp2–3 miliar (satu kali per tahun)
- Gaji/tunjangan BGN (Wakil & Kepala): Rp18,6 juta x 12 = Rp223 juta
- Fasilitas negara BGN (rumah dinas, mobil dinas, dll): ekuivalen Rp50 juta x 12 = Rp600 juta
Total estimasi dalam 12 bulan pertama:
sekitar Rp4,5 miliar hingga Rp5,5 miliar
ESTIMASI PENDAPATAN PER BULAN (kondisi saat ini rangkap jabatan):
Komisaris Pertamina: Rp141,75 juta
BGN (gaji + tunjangan): Rp18,6 juta
Fasilitas negara BGN: ekuivalen Rp50 juta
Total per bulan: kisaran Rp210 juta
ESTIMASI PER TAHUN:
Honorarium + tunjangan tunai: Rp1,92 miliar
Tantiem Pertamina: Rp2–3 miliar
Fasilitas setara tunai: Rp600 juta
Total per tahun: Rp4,5 miliar — Rp5,5 miliar
ESTIMASI PER LIMA TAHUN (2025–2030):
Dengan asumsi jabatan dipertahankan dan tantiem stabil:
Total akumulasi: kisaran Rp22 miliar Rp27 miliar
BGN belum mengeluarkan keterangan resmi terkait status rangkap jabatan ini setelah Nanik menjabat Kepala BGN.
Posisi Kepala BGN saat ini menjadi salah satu jabatan paling strategis di pemerintahan Prabowo karena bertanggung jawab atas pelaksanaan Program MBG yang menyerap anggaran negara dalam jumlah sangat besar.
Di sinilah letak masalah etisnya. Kepala lembaga yang mengelola anggaran Rp71 triliun per tahun seharusnya fokus penuh.
Bukan sambil merangkap sebagai komisaris BUMN strategis.
Karena publik tidak hanya menghitung berapa yang diterima, tapi juga menghitung apakah setiap rupiah itu menghasilkan nilai yang sepadan bagi 270 juta rakyat !!
Setiap perkataan songong Prabowo, diamplifikasi oleh tepuk tangan audiens dan pejabat-pejabat - termasuk menteri - di sekitar podium. Jangan percaya rezim ini membuka diskusi. Lawan aja lah!
Di acara petani nasional, Presiden ngomong sambil ketawa:
"Panglima TNI ada Subiantonya, Kapolri ada Prabowonya. Susah kalau diganti ya."
Pentonton: WOOOO
Oke. Kita cek faktanya pelan-pelan:
→ Jenderal Agus Subianto = Panglima TNI
→ Jenderal Listyo Sigit Prabowo = Kapolri
Dua pucuk komando militer dan polisi Indonesia.
Satu berbagi nama belakang dengan Presiden.
Satu berbagi nama depan dengan Presiden.
Dan presidennya sendiri yang bilang: susah diganti.
Di depan petani yang masih nunggu irigasi, pupuk subsidi, dan harga gabah yang manusiawi.
Kalau alasan "susah diganti"-nya bukan soal kinerja,
tapi soal nama,
siapa yang paling rugi dari lelucon itu?
Afrika Selatan mengawali Piala Dunia dengan cara yang paling sulit.
Kalah 0-2 dari Meksiko sambil kehilangan dua pemain karena kartu merah, lalu hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Ceko. Saat itu, peluang mereka untuk lolos nyaris tak terlihat.
Namun mereka tidak menyerah. Kemenangan pada laga terakhir cukup untuk membawa Afrika Selatan finis sebagai runner-up Grup A sekaligus mencatat sejarah dengan lolos ke babak 32 besar Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Dari nyaris tersingkir menjadi pembuat sejarah. 🇿🇦👏
#FIFAWorldCup
Prabowo Subianto:
"Sok kaya, sok banyak duit.. padahal duitnya nyolong dari rakyat.. gue kenal itu semua itu"
Kenal sama yang nyolong duit rakyat, terus kenapa ga ditangkep pak?? 😭😭
H-1 sebelum sidang di MK, saya ambil batik di penjait, pak Zukri. Saya cerita, ini batik organisasi P2G, buat sidang di MK.
Hari ini saya jait celana. Beliau tanya,
"sidang kemarin hasilnya belum ada ya?"
"belum pak, doakan saja. "
Kemudian beliau cerita kalau di beberapa grup wa, ia cerita, itu batik jaitannya. Semoga doa kita semua sampai ya pak!
Tolong jawab jujur : Apakah ini murni kesalahan karakter si anak, atau lingkungan keluarga yang menciptakan monster❓Gimana pendapat kalian??
-Pak Tata, Ayah Taufik ini punya empat orang anak
-Anak pertama perempuan, sudah meninggal dunia karena sakit
-Anak kedua laki-laki, masih hidup dan tinggal di Garut."
-Pak Tata bilang bahwa anak keduanya ini juga bermasalah, seorang pemabuk, sering berkelahi, dan sudah dua kali bercerai.
-Anak ketiga si Taufik Hidayat
-Anak keempat bungsu laki-laki juga, sudah meninggal dunia secara tragis akibat overdosis obat-obatan
-Kematian anak bungsunya inilah yang menjadi salah satu pemicu Bunda Taufik mengalami depresi berat hingga meninggal dunia.
-Kalau kalian pikir perlakuan ke mantan istrinya ini sudah kelewatan, tunggu sampai kalian dengar apa yang dia lakukan ke orang tua kandungnya.
-Sang ayah, Pak Tata, pernah nyaris kehilangan nyawa karena kepalanya dihantam balok kayu oleh Taufik saat sedang mencangkul di sawah
-Pemicunya apa? Sangat sepele dan tidak masuk akal. Taufik ini yang pengangguran mengamuk hanya karena di rumah nggak ada lauk ikan untuk dia makan.
-Gimana mungkin ada anak yang tega bertindak seberingas itu ke ayah kandungnya sendiri demi urusan perut.
-Ternyata asal muasal dari sikap beringas anak-anak Pak Tata ini dari pola asuhnya sendiri, toxic parenting alias pola asuh pembiaran.
-Pak Tata sendiri mengakui kalau sedari kecil Taufik ini adalah anak emas karena dianggap memiliki wajah yang paling tampan di antara saudara-saudaranya.
-Karena fisik yang rupawan itu, Taufik selalu dimanja dan dibela mati-matian oleh sang ayah setiap kali berbuat ulah atau bertengkar dengan tetangganya.
-Hasilnya, sikap buta itu justru mematikan empati Taufik. Dan tahukah kalian, siapa korban paling tragis dari semua kekacauan ini? Sang ibu !!
-Ibu kandungnya sampai meninggal dunia akibat depresi berat. Beliau hancur secara mental melihat kelakuan anak-anaknya.
-Ada yang overdosis, ada yang pemabuk, dan Taufik menjadi pelaku kriminal.
-Sang ibu sampai sering linglung berjalan tanpa arah ke pegunungan hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. Tapi kita bisa lihat, kisah ini benar-benar nyata.
Gimana menurut kalian? Apakah ini murni karena karakter Taufik yang memang sudah cacat sejak awal atau lingkungan keluarganyalah yang menciptakan monster ini?
Each member of Argentina's World Cup team is wearing a personalized shirt with a picture of them and Messi for his birthday 🥹
This team loves their captain ❤️
Lagi ramai jadi perbincangan, akun TikTok/nia.hajar_s, yang berisi konten ceramah agama berhasil meraup 864 ribu pengikut dan 9,8 juta likes.
Videonya ditonton sampai jutaan kali. Sekilas sosok "Kak Hajar" ini tampak seperti ustazah asli, tapi faktanya, dia 100% hasil rekayasa AI.
Fenomena ini memicu keresahan besar di kalangan netizen dan pakar digital. Ini beberapa poin kritisnya:
1. Visualnya luar biasa realistis, membuat banyak jemaah digital terkecoh dan mengira sedang mendengarkan manusia asli.
2. Dakwah dinilai bukan sekadar teks yang dibaca algoritma, melainkan transfer nilai, keteladanan, dan pengalaman hidup dari ulama nyata.
3. Jika ada kekeliruan tafsir atau teks agama di dalam videonya, tidak ada sosok nyata yang bisa dimintai pertanggungjawaban.
Dalam peristiwa di Karanganyar, ambulans yang membawa pasien kritis bernama Hadi Sukat (60) sempat terhambat saat menuju fasilitas kesehatan.
Relawan dan keluarga korban menilai kemacetan akibat konvoi serta kurang optimalnya pengaturan lalu lintas membuat ambulans kesulitan melintas. Setelah tiba di Puskesmas Karangpandan, pasien dinyatakan meninggal dunia.
Keluarga korban berharap kejadian serupa tidak terulang dan meminta adanya evaluasi terhadap pengamanan kegiatan di jalan raya.
Mereka menilai kendaraan darurat seharusnya mendapat prioritas agar penanganan pasien tidak terlambat.
Menanggapi sorotan tersebut, Ketua PSHT 17 Cabang Karanganyar, Sutarmo, menyampaikan belasungkawa dan permohonan maaf kepada keluarga korban. Ia menyebut kematian merupakan takdir Tuhan, namun mengakui pihaknya telah mengimbau anggota yang tidak berkepentingan agar tidak mengikuti kegiatan. Menurutnya, banyak peserta yang datang di luar kendali panitia sehingga sulit diidentifikasi.