Lowongan kerja Indonesia, 2026:
Posisi: Staff Entry Level
Gaji: 3-4 juta
Syarat:
✅ S1 semua jurusan
✅ Pengalaman minimal 3 tahun
✅ Bisa kerja di bawah tekanan
✅ Bisa multitasking
✅ Menguasai minimal 5 software
✅ Bersedia lembur
✅ Punya kendaraan sendiri
✅ Domisili [kota tertentu]
✅ Usia maksimal 25 tahun
Bagaimana caranya punya pengalaman 3 tahun
tapi usia tidak boleh lebih dari 25 tahun
dan baru lulus kuliah?
😤😤😡🐷
Ada efek domino yang besar banget dari sebuah perusahaan besar yang PHK masal seperti ini,
gw coba jelaskan "menurut keyakinan saya" ya
1. Cari kerja jadi makin susah
Kalau ribuan orang dari Tokopedia masuk ke job market barengan, otomatis persaingan makin ketat. Recruiter jadi punya lebih banyak pilihan, jadi standar rekrutmen bisa naik. Harga makin turun.
2. Perusahaan lain jadi ikut waspada
Startup atau perusahaan tech lain bisa mikir, "Kalau Tokopedia aja efisiensi, berarti kita juga harus lebih hati-hati."
Akhirnya banyak yang:
nunda hiring,
ngurangin budget,
atau fokus ke profit dibanding ekspansi.
3. Eks pegawai Tokopedia nyebar ke mana-mana
Mereka ga cuma apply ke startup lain, tapi juga ke bank, FMCG, agency, sampai perusahaan luar negeri.
Artinya, hampir semua industri bakal kebagian talent yang kualitasnya bagus, tapi persaingan buat pencari kerja juga makin berat.
4. Freelance dan agency bakal kebanjiran talent
Banyak yang kemungkinan pilih freelance sambil cari kerja tetap. Agency juga bisa memanfaatkan momen ini buat rekrut orang-orang yang sebelumnya susah didapat.
5. Daya beli ikut turun
Kalau ribuan orang kehilangan pemasukan tetap, biasanya mereka bakal mulai hemat.
Yang dikurangin dulu biasanya:
nongkrong,
traveling,
gadget,
belanja,
makan di luar.
Efeknya bisa kerasa ke bisnis lain juga.
6. Industri tech makin geser ke efisiensi
Perusahaan lain bisa makin yakin buat pakai AI atau otomatisasi supaya biaya operasional lebih kecil. Jadi beberapa posisi yang sifatnya repetitif kemungkinan bakal makin berkurang.
7. Investor makin pilih-pilih
VC atau investor biasanya bakal lebih hati-hati masukin uang. Mereka lebih suka perusahaan yang udah jelas menghasilkan profit daripada yang cuma ngejar growth.
8. Yang paling kena siapa?
Menurut gw justru bukan eks pegawai Tokopedia.
Mereka rata-rata punya pengalaman dan nama perusahaan yang kuat di CV, jadi peluang dapat kerja lagi masih cukup bagus.
Yang lebih berat justru:
fresh graduate,
junior,
orang yang belum punya pengalaman,
atau yang lagi cari kerja di industri tech.
Karena mereka sekarang harus bersaing sama orang-orang yang sebelumnya kerja di salah satu perusahaan tech terbesar di Indonesia.
Jadi kalau disimpulkan, satu PHK besar di perusahaan sekelas Tokopedia bisa bikin efek berantai ke pasar kerja, industri tech, sampai daya beli masyarakat. Bukan berarti ekonomi langsung buruk, tapi kompetisi bakal makin ketat dan perusahaan lain kemungkinan ikut lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan bisnis.
Inget ga sih jaman2 skenario ini (seinget gw ya):
- pejabat dateng ke Pasar Tanah Abang, bilang TikTok bikin sepi pasar, lalu TikTok diblokir.
- TikTok baru boleh masuk dg syarat tertentu, akhirnya beli saham Tokopedia.
- Tokopedia perlahan digeser, sama TiktokShop, lalu ada Lite.
- Layoff bertahan sampe jadi seperti sekarang, katanya sisa 35an orang.
Bener gini ga? @ecommurz
Di twitter ada yang se-berani ini gak? Hahahaha..
Kaget banget barusan buka threads lgsg liat ginian. Dan ini harus di-abadikan wkwkwkwk..
Soalnya itu firts thread nya dia 🤣
Tadi siang gw diinterview sama salahsatu media, katanya ada Pejabat Tinggi bilang, sekarang banyak pengangguran karena Skill Gap antara dunia akademik dengan industri.
Mau tau jawaban gw?
Salahsatunya gw jawab, itu tuh cuma kambing hitam. Ya gimana, lokernya ga ada. sekalinya lulus kuliah, saingannya sama seniornya yang udah lulus lama, punya pengalaman lama, tapi kena layoff.
Ada satu yang sebenernya mau gw tambahin tp ga enak: "Ya gimana, lokernya misal ada 2, yang megang 1 orang. itu kayak si yang bikin pernyataan, udah jadi pejabat, jadi komisaris pula. harusnya kan bisa mempekerjakan 2 orang, malah diembat semua."
🇮🇩 Pajak buku di Indonesia : 12%
🇲🇾 Pajak buku di Malaysia : 0%
🇬🇧 Pajak buku di Inggris : 0%
🇮🇳 Pajak buku di India : 0%
Di mana bumi dipijak, di situ rakyat dipalak 🙏🏻
saking bobroknya sistem di sini, orang-orang malah jadi ngira populasi lulusan sarjana di indonesia itu OVER. padahal mah emang LAPANGAN KERJANYA AJA YANG GA ADAAAAAAAAAA. 🙂
Prabowo, di depan 2.600 rektor se-Indonesia:
"Jangankan usul dari profesor , usul dari anak di desa lewat TikTok langsung sampai ke saya, saya segera tindak lanjuti."
Menarik sekali, Pak.
Karena bulan ini juga, ribuan mahasiswa turun ke jalan , bukan lewat TikTok, tapi langsung ke Bundaran HI , menyampaikan tuntutan soal UU TNI, UU Polri, dan demokrasi yang tergerus.
Yang sampai ke Bapak:
a. Gas air mata
b. Ancaman pidana
c. Penelusuran identitas aktivis
Jadi ternyata bukan soal jaraknya, Pak.
Bukan soal TikTok atau turun ke jalan.Tapi soal isi pesannya.
Makanya KPR tuh laku banget🥲
Jangan heran😭
Orang tua: "Dulu aku beli rumah dari nabung gaji 2 tahun"
Anak Gen Z: "Harga rumah sekarang 800 juta Pak"
Orang tua: "Makanya nabung!"
Gen Z: "Gaji UMR 3,5 juta.
Nabung 50% = 1,75 juta/bulan.
800 juta ÷ 1,75 juta = 457 bulan.
= 38 tahun nabung.
Aku baru bisa beli rumah umur 65.
Pas pensiun.
Buat apa?
Fatimah: "Bisa mencontoh Pak Habibie"
BJ Habibie: "Orang antri, makanan susah, phk banyak, itukan lebih penting dari pesawat terbang. Saya dahulukan ini dulu jadi saya ngalah untuk menang.
Jadi yang menang siapa? Rakyat"
JUST IN: Tanggapan Media Askar, Dosen UGM sekaligus Direktur Kebijakan CELIOS terkait meningglanya 5 calon Manajer KDMP
"Ungkapam duka cita itu tidak mengembalikan nyawa saudara kita"
"Selama 10 tahun terakhir, empat orang meninggal dalam wajib militer di Korea Selatan, dan itu jumlahnya dua juta orang."
"Indonesia, hanya dalam dua minggu, lima orang meninggal untuk pelatihan militer. hanya pesertanya 32.000 orang."
"Lebih ironi lagi, di Korsel itu pelatihan militernya untuk perang, di Indonesia pelatihan militernya untuk calon manajer toko kelontong, ini absurd, ini aneh, ini tidak bisa diterima dengan akal sehat!"
"Jadi cara berpikir kebijakan kita balik lagi ke 1970-an, dan menurut saya, saya sepakat untuk dihentikan saja"
"ANGGARAN ITU MUNGKIN BISA HILANG, TAPI NYAWA ITU TIDAK BISA DIKEMBALIKAN."