"Giliran prabowo kena sentil Pak Amien Rais. AR menyarankan agar microphone dijauhkan dari prabowo biar tidak bicara gak bermutu"
Ngakak banget woelah, senin-jum'at, Pak Amien minta agar first lady teddy dijauhkan dari wowo 🤣🤣
P21 AKAN LAHIRKAN PAHLAWAN BARU
Jika sampai kasus Ijazah Palsu dipaksakan P21 -entah bagaimana cara dan butuh berapa banyak uang Jokowi untuk menggoalkan sidang,
Maka ini adalah siklus alam untuk lahirnya Para Pahlawan generasi baru
dr Tifa, Dr Roy Suryo, apalagi jika sampai disidang bertahun-tahun, lalu divonis bersalah dan dipenjarakan,
Nama mereka akan melambung tinggi bahkan sampai global.
Karena sidang akan disimak dengan penuh perhatian bukan hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia.
Bayangkan: Mantan Presiden melawan Ilmuwan, yang membuktikan dengan ilmiah, bahwa Ijazah yang digunakannya meraih jabatan Presiden, adalah Ijazah palsu!
Alih-alih niatan Jokowi untuk membumihanguskan dan menghancurleburkan nama mereka.
Malah persidangan, yang jika terjadi, akan makan waktu bertahun-tahun
Adalah panggung yang dahsyat dan menggetarkan, dan menghidupkan jiwa kebangsaan, amar ma'ruf nahi munkar, dan menggelorakan fastabiqul khairat.
Alih-alih memulihkan nama baik Joko Widodo, bahkan akan menjerumuskannya makin dalam ke jurang gorong-gorong.
Karena, panggung sidang akan dipakai dr Tifa dan Dr Roy Suryo, untuk menggelar hasil penelitian dan teman-temuannya yang terbaru, yang akan makin membuka Ijazah ini makin terang benderang, dari sejak tahun 2005 ketika mula pertama fotokopi Ijazah abal-abal dipakai meraih jabatan Walikota, 2012 Gubernur, dan 2014, 2019 menjadi Presiden.
Bahkan bukan sekedar itu. Dr Tifa dan Dr Roy Suryo akan menjelaskan secara panjang lebar, siapa Joko Widodo berkumis berkacamata yang fotonya ada di ijazah, yang lulusan SMA 6 Yogyakarta
Dan siapa Joko Widodo klimis tanpa kumis, rambut tipis agak botak, yang KKN dua kali tahun 1983 dan 1985. Yang kuliah di jurusan Teknologi Kayu yang tak pernah ada di muka bumi. Yang kebingungan membedakan antara Dosen Pembimbing Akademik dengan Dosen Pembimbing Skripsi.
Siapa orang ini sebenarnya. Akan terbuka di persidangan itu.
Penelitian kami sudah lengkap.
Demikian juga dengan penelitian para Ilmuwan yang lain: Dr Bonatua Silalahi. Dr Leony Lydia dkk, Prof Tono Saksono, Dr Ridho Rahma di, Prof Henri Subiakto, Profesor Zainal Muttaqien, Profesor Din Syansuddin, Begawan Rocky Gerung, Budayaaan Mohammad Sobary, dan Para Guru Besar Top Tier, si genius Topi Merah dll yang dengan senang hati akan membantu memberikan penjelasan sejelas-jelasnya.
Jika memang mau niat dan berani sidang.
10 PEPATAH CINA YANG AKAN MENYADARKAMU TENTANG REALITA KEHIDUPAN:
1. 不狠对自己,命就狠对你。 Bù hěn duì zìjǐ, mìng jiù hěn duì nǐ
Kalau kamu tidak kejam pada diri sendiri, hidup yang akan kejam.
Artinya: Disiplin itu mahal, tapi ketidakdisiplinan lebih mahal.
Jika kamu tidak disiplin (nahan diri, kerja keras, tegas sama kebiasaan buruk), hidup yang akan "mendisiplinkan" kamu biasanya lewat kegagalan, tekanan, atau kehilangan yang lebih sakit.
2.没有本事,连脾气都不配有。
(Méi yǒu běnshì, lián píqì dōu bú pèi yǒu)
Tidak punya kemampuan, marah pun tidak ada harganya.
Artinya:
Kalau tidak punya kemampuan atau posisi, emosi kamu tidak akan dianggap.
Di dunia nyata, yang didengar itu yang punya nilai.
3。钱无情,却能动人心
Qian wú qíng, què néng dòng rén xĩn
Uang tidak punya hati, tapi bisa membuka hati orang.
Artinya:
Uang itu netral, tapi bisa bikin orang berubah.
Saat ada uang, orang mendekat.
Saat hilang, banyak yang ikut pergi.
4.好人未必富,富人未必纯 Hǎorén wèi bì fù, fùrén wèi bì chún
Orang baik belum tentu kaya, tapi orang kaya jarang benar-benar polos.
Artinya:
Kebaikan saja tidak cukup untuk jadi kaya.
Untuk punya banyak uang, biasanya butuh strategi, perhitungan, bahkan "keras" sedikit.
5.守财难,失财更易。
Shòu cái nán, shĩ cái gèng yì
Lebih mudah menjaga uang daripada mencari lagi dari nol.
Artinya:
Menjaga lebih sulit, tapi jauh lebih penting daripada mencari lagi dari nol.
6.你弱的时候,世界最现实
Nĩ ruò de shíhòu, shìjiè zuì xiànshí
Saat kamu lemah, dunia paling kejam.
Artinya:
Saat kamu lemah, orang menginjakmu Realita pahit kehidupan, jika kuat akan dihargai, jika lemah: diuji.
7.人心比鬼更可怕。
(Rén xīn bĩ gui gèng kěpà)
Hati manusia lebih menakutkan daripada hantu.
Artinya:
Hantu cuma menakutkan sesaat, tapi manusia bisa menyakiti dengan sengaja.
8.利益面前,人性最真实。
(Lìyì miànqián, rénxìng zuì zhēnshí)
Di depan ada keuntungan, sifat asli keluar.
Artinya:
Saat ada keuntungan atau uang di depan,
orang akan menunjukkan sifat aslinya.
Keuntungan = ujian karakter.
9. 现实不会心疼你。
(Xiànshí bù huì xīnténg nì)
Realita tidak peduli perasaanmu.
Artinya:
Hidup tidak akan melambat hanya karena kamu capek atau sedih.
Mau siap atau tidak, semuanya tetap berjalan.
10. 你不变强,就被淘汰。
(Nǐ bù biàn qiáng, jiù bèi táotài)
Tidak berkembang = tersingkir.
Artinya:
Kalau kamu tidak berkembang, dunia akan jalan terus tanpa kamu.
Tidak maju = pelan-pelan tertinggal, lalu tergeser.
___
Kamu paling relate dengan nomor berapa?
Apa jangan-jangan semuanya relate?
Kepada Yth,
Bapak Presiden @prabowo
Ketua Umum Partai @Gerindra
Izinkan kami menyampaikan pikiran dan sudut pandangan kami sebagai rakyat yang mencintai Presidennya dan berharap nama Kepala Negaranya tetap baik dimata dunia.
Nominasi Jokowi oleh Lembaga Internasional OCCRP sama halnya dengan kenyataan Jokowi dilahirkan dari rahim Sudjiatmi, itu bukanlah pilihan. Itu realita yang sudah terjadi yang tidak bisa ditarik mundur.
Faktanya kini dunia telah mendengar, mencatat dan melekatkan itu sebagai “Image of Indonesian Government”. Tentu saja bersamaan dengan itu jua mereka akan meletakan “trust in integrity and credibility” pemerintah Indonesia saat ini atas kesungguhannya melaksanakan penegakan hukum terhadap Jokowi.
Suka atau tidak suka itulah portofolio yang dituntut mata dunia dari bukti “clean governance” pemerintahan Prabowo Subianto.
Pak Presiden kini berada pada sebuah “persimpangan jalan” sudut pandang dunia yang mengharuskan Bapak memilih arah, apakah Pemerintah Indonesia saat ini layak untuk dipertimbangkan dan diperhitungkan sebagai mitra yang sehat dalam pergaulan internasional, atau sebaliknya.
Melindungi Jokowi dari sebuah proses pengadilan yang independen untuk mempertanggung jawabkan segala tuduhan yang dialamatkan kepadanya akan menjadi preseden buruk bagi citra Presiden Indonesia saat ini dimata dunia, sebuah pertaruhan besar yang tidak layak untuk diperjudikan, dan tidak ada nilai budi yang layak ditunaikan untuk itu.
Di pundak pak Prabowo kini terpikul kewajiban yang jauh lebih mulia, yakni masa depan bangsa dan kemajuan negara yang lebih baik, bukan masa depan keluarga Jokowi dan Dinasti masa lalunya.
Kisah Jokowi kini sudah selesai. Biarkan itu menjadi masa silam bagi generasi masa mendatang untuk belajar menjadi lebih baik dari para pendahulunya, memperbaiki anak tangga demokrasi yang telah patah, menjernihkan dasar persatuan bangsa dari residu politik yang kotor serta memperbaiki pilar konstitusi yang keropos digerogoti kekuasaan yang korup.
Semoga pak Prabowo senantiasa diberikan keteguhan hati, kebesaran jiwa dan keberanian untuk tetap berada ditengah-tengah rakyat, membela kepentingan rakyat, berjuang dan hidup mati bersama rakyat.
YTH Presiden @prabowo
Saya akan terus angkat ini, Bapak.
Manusia ini
Bukan saja bodoh, tolol, dungu
Tetapi JAHAT, SADIS, BIADAB!
Sakit saya Pak, sakit sekali hati membaca ini.
Bayangkan ada manusia sejahat ini. Ini bukan manusia. Ini setan yang bisa menulis kalimat-kalimat sejahat ini.
-----
Diceraiin istri.
Punya anak homo.
Biji tinggal satu.
Astaghfirullahaladziiim.
Jika Bapak biarkan aib ini merajalela dengan kejahatannya.
Sungguh dia akan merusak mental dan moral bangsa ini!
Saya hanya bisa berdoa semoga setiap rupiah yang saya bayarkan untuk pajak, dan mengalir sebagai gaji dan fasilitas yang dia terima sebagai Wapres, akan masuk ke perutnya, masuk ke seluruh tubuhnya sebagai api yang membakarnya setiap hari sampai kiamat!
Tumbangnya PKS di DKI, Jabar, dan Depok: Sebuah Refleksi Politik dan Ijtihad Partai
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) belakangan ini menghadapi kenyataan pahit di beberapa wilayah, seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Depok. Kemenangan yang sebelumnya diraih oleh PKS di daerah-daerah tersebut kini terancam tergoyahkan, bahkan sebagian besar hasil pemilu memperlihatkan penurunan dukungan signifikan dari konstituen partai tersebut. Fenomena ini memunculkan pertanyaan besar mengenai strategi politik yang diambil oleh PKS dalam menghadapi dinamika politik yang terus berkembang, khususnya menjelang Pilpres dan Pilkada 2024. Keputusan untuk mendukung Anies Baswedan atau bergabung dengan koalisi KIM (Koalisi Indonesia Maju) menjadi titik penting yang mencerminkan kebijakan yang tidak hanya mempengaruhi arah partai, tetapi juga bagaimana PKS dipandang oleh publik.
Ketidaksesuaian dengan Aspirasi Konstituen
Salah satu alasan utama turunnya popularitas PKS di beberapa daerah adalah ketidaksesuaian antara pilihan politik yang diambil oleh partai dengan aspirasi konstituen yang mengharapkan perubahan. Di DKI Jakarta dan Depok, misalnya, masyarakat yang sebelumnya mendukung PKS karena dianggap mewakili suara rakyat yang menginginkan transparansi dan perjuangan melawan ketidakadilan kini merasa kecewa dengan arah kebijakan yang diambil. Sebagai partai yang seharusnya memegang teguh nilai-nilai moral dan keadilan, keputusan untuk bergabung dengan koalisi yang dianggap kurang sejalan dengan aspirasi rakyat dinilai bertentangan dengan harapan konstituen.
Kebijakan untuk mendukung Anies Baswedan pada Pilpres 2024 seharusnya bisa menjadi momentum bagi PKS untuk menegaskan posisi politiknya sebagai partai yang mendukung perubahan dan reformasi. Namun, ketidaktegasan dalam mengusung Anies secara penuh dan keberlanjutan dukungan yang terpecah-pecah memunculkan ketidakjelasan yang merugikan citra partai. Alih-alih memperkuat posisi politiknya, PKS justru terjebak dalam dilema yang tampaknya tak dapat dihindari.
Sikap Politikal: Ijtihad dan Bergabung dengan Koalisi KIM
Salah satu aspek yang menjadi sorotan utama dalam turunnya popularitas PKS adalah kebijakan politiknya yang tidak konsisten. Di satu sisi, PKS harus bersikap tegas dan ijtihad dalam mendukung figur yang dianggap mampu membawa perubahan besar bagi bangsa, seperti Anies Baswedan. Namun, di sisi lain, keengganan untuk memutuskan hubungan dengan koalisi yang lebih besar, seperti KIM, menggambarkan ketidakpastian arah politik partai tersebut. Ketika PKS bergabung dengan KIM, banyak yang menganggapnya sebagai langkah pragmatis untuk menjaga eksistensi, namun keputusan ini tidak disertai dengan komunikasi yang jelas kepada publik mengenai alasan dan manfaat yang dibawa oleh koalisi tersebut.
Bergabung dengan koalisi yang berorientasi pada kekuasaan, yang diisi oleh partai-partai besar, memang memberikan keuntungan politik dalam jangka pendek, tetapi menempatkan PKS dalam posisi yang kurang menguntungkan dalam hal membangun identitas yang kuat di mata konstituen. Koalisi KIM sering kali dianggap lebih mengutamakan kepentingan partai dan kekuasaan dibandingkan dengan perubahan nyata yang dibutuhkan masyarakat. Di sinilah letak dilema PKS: memilih konsistensi dalam mendukung perubahan yang digagas oleh Anies Baswedan atau memilih kompromi politik dengan bergabung dalam koalisi yang lebih mengutamakan stabilitas kekuasaan.
Pengaruh Terhadap Pilihan Publik dan Konstituen
Akhirnya, publik yang telah lama menaruh harapan besar pada PKS mulai memberi hukuman dengan tidak mengindahkan usungan partai tersebut. PKS yang sebelumnya dikenal dengan narasi tentang perjuangan melawan ketidakadilan, kini justru dianggap berpartisipasi dalam struktur politik yang lebih mengutamakan kepentingan pragmatis. Pilihan politik yang berubah-ubah ini memunculkan rasa kecewa dan ketidakpercayaan, terutama di daerah-daerah seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Depok, di mana basis massa PKS cukup kuat.
Masyarakat, yang telah lama menilai PKS sebagai partai yang membawa suara rakyat, kini melihat adanya ketidakjelasan arah politik yang mengarah pada pembentukan koalisi yang justru lebih menguntungkan partai-partai besar. Keputusan ini seolah menggambarkan bahwa PKS lebih memilih bertahan dalam permainan politik yang penuh dengan kompromi, alih-alih memperjuangkan prinsip-prinsip yang lebih besar.
Kesimpulan
Tumbangnya PKS di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Depok bukan hanya akibat faktor eksternal, tetapi juga karena pilihan politik internal yang tidak sejalan dengan harapan konstituen. Ketidakjelasan dalam mengusung Anies Baswedan atau bergabung dengan koalisi KIM mencerminkan kebingungan PKS dalam menentukan arah politik yang lebih jelas dan konsisten. Sebagai partai yang mengklaim membawa perubahan, PKS harus lebih bijaksana dalam mengambil keputusan yang tidak hanya menguntungkan jangka pendek, tetapi juga membangun kepercayaan publik dalam jangka panjang. Ke depan, PKS harus menunjukkan sikap yang lebih tegas dan lebih terarah dalam menyikapi dinamika politik Indonesia, agar dapat kembali meraih dukungan yang lebih luas dan mengembalikan kepercayaan konstituen yang mulai ragu.