Minum - basa basi - minum - cerita pengalaman - minum - mabuk - ngelawak lawak - muntah - tidur kesiksa - hangover - asam lambung - ga bisa kerja - ga bisa makan.
Udah ga worth mabuk mabuk ini untuk lari dari stress woy.
Musisi musisi cewe yang pake Fender warna tosca itu selalu menarik perhatian lah. Belakangan salah satunya ogut lagi suka dengerin musisi dari bali bernama Mely Ananda Putu alias Mella. Blio gitarnya tosca juga bedanya punyanya Cetta. Lagu lagunya keren wey!
Dan yang tidak kukangenin adalah ketika aku masuk smoking room karena pikiran kusut namun orang orang menatap lekat padaku menunggu menunggu apa yang akan aku keluarkan sebelum cabut. Huhu
Yang dikangenin dari ngantor; ketika tetiba nemu one liner, aku bakal ke smoking area ngumpul bareng temen. Pas rokok udah mau abis, kukeluarkan one liner, liat ekspresi mereka satu persatu kemudian cabut balik ke meja kerja.
A mailman spent five years playing fetch with a dog who waited for him by the fence almost every day.
When the dog passed away from old age, his owner gave the mailman the worn tennis ball they always played with as a final keepsake. 🥹💔
the part of grief— the most shameful of it all, the hardest one to admit— is anger.
i got so bitter looking at people who seemed happy and unaffected, i felt immense anger and keeping tabs on people who didnt comfort me, i even scrolled through my ig story viewers and keeping the name of people who saw it and said nothing. its so shameful, irrational, selfish, mad even.
it feels so unfair that the world keeps going, when i feel like mine stops.
it feels so wrong.
i keep replaying everything in my head and got mad over petty stuff.
i let myself feeling this in order to heal from it. i let myself feel the anger. im writing this down to admit i feel the anger from my grief. even if it still feels so unfair and i feel so wronged, i write this down and admitting the most shameful journey of my grieving.
Lucu ya. Tidak mencintai tapi patah hati juga. Setelah dipikir kayaknya dulu aku malu untuk punya perasaan seperti itu dan menyangkali diri sendiri. Setidak dewasa itu.
Ada opini yang berkata; Paus tidak mati karena usia tua melainkan karena kelelahan setelah berdekade atau bahkan abad mereka melewati siklus menyelam dan berenang ke permukaan selama jutaan kali dalam hidupnya.
Sampai akhirnya pada satu fase mereka terlalu lelah untuk ke permukaan untuk mengambil nafas.
Paus biru, makhluk terbesar di bumi yang pernah diketahui juga hidup dalam kerentanan yang demikian. Setiap penyelaman harus diakhiri dengan perjalanan naik kembali ke permukaan.