Siapa yang bertanggung jawab atas keberlangsungan hidup makhluk hidup kalo bukan dari diri mereka sendiri? Sesungguhnya agama hanya memberikan fasilitas. Tergantung bagaimana kita memahami agama itu sendiri. Negara? Politis pemegang jabatan pun sibuk mengurusi diri mereka sendiri
Kalau kamu bingung gimana cara membawa diri di tempat kerja,
nih, kenalin CHOKY SITOHANG.
TOP GLOBAL NGOLAH
Dari 1 konten videonya aja, banyak pelajaran yang bisa kita catat.
1. 00:13 "Kita kan menyesuaikan jadwal abang"
Kalau ditanya kapan mampir, atau ketemuan dengan seseorang yang "mungkin" lebih tinggi pangkat, status sosial, atau at least kamu hormati, kamu bisa pake kata-kata ini.
2. 00:21 "Bang, saya izin laporan ke yang bersangkutan"
Ini dipake ketika ingin menyudahi percakapan atau small talk tapi dengan cara yang halus.
3. 00:27 "Assalamualaikum, shallom, namo budaya, salam kebajikan"
Konteksnya karena di dalam ada bebeberapa orang dengan berbeda keyakinan, jadi sekalian sapa dengan salam sesuai kepercayaan mereka.
4. 00:45 "Akhirnya kita kenal juga, bang Asep"
Orang itu bakal lebih senang kalau kita tau nama dia, even baru pertama kali jumpa. Bisa baca name tag seandainya kamu benar-benar have no idea siapa nama dia.
5. 01:04 "Kapolres mohon izin, terima kasih Panglima, terima kasih Kapolda"
Detail kecil tapi berarti, untuk kasi respect ke orang yang kamu hormati. Misal di kantor dibeliin pizza sama bos, nah kamu bisa pake ini. "Bos, makasih ya pizzanya. Izin saya ambil, ya."
Siap buat ngolah? 😅
Menurut keyakinan saya Presiden sekarang memang jauh dari kata "on track". Tapi sebenernya kalo orang lain yang memimpin pun kita gatau mereka lebih baik atau bahkan lebih buruk. Senang lihat teman-teman kritik Pemerintahan sekarang dengan tanpa "menaikkan" salah satu nama.
Dulu ada laki2 bercerita soal gaji 3 juta, lalu direndahkan sampai serendah2nya kalau uang sgtu cma untuk perawatan hewan-nya.
Hari ini ada suami bercerita kalau istrinya menggunakan pinjol 300 juta, tapi tetap mendapatkan reaksi jelek krna mau berpisah.
Laki2 katanya jangan suka menyimpan dan menahan emosi dalam dirinya. Harus berani bercerita apa yang dia rasakan.
Tapi ketika laki2 bercerita…dia tetap disalahkan walaupun dia benar.
Sudah benar laki2 jangan bercerita apapun di sosmed.
Di episode putbal terbaru, tentang menjemput hidayah, ada satu kalimat yg buka pikiran aku banget, kalimatnya kurang lebih:
"Jgn fokus pada tujuan, tp fokus lah pada prosesnya."
Jadi, gmn kalau pada akhirnya kita ga jd apa2?
Jawabannya ya ga apa2.
Yg penting adalah kita berada di jalur yg benar utk mencapai apapun tujuannya.
Kalian setuju ga?