Jadi sebenere boleh kritik government ga ini?
Soale tiap kritik dicounter, seolah2 yg kritik tu “ga nasionalis” bahkan dijawab “nyenyenyenye”
Ditanya “trus solusimu apa!”
Banyak juga yg udah kasi solusi. Ttp aja dibales dengan narasi offensive.
NORMALISASI GERAKAN TIDAK ADA EKSKLUSIFITAS ALMAMATER DI JALANAN, TIDAK ADA BATAS IDENTITAS MAUPUN SIMBOL YANG MENGALAHKAN KESETARAAN, SEMUA SIPIL SAMA DI MATA TUHAN
sebagian membersamai dan memperjuangkan kawan-kawan yang dikriminalisasi saat aksi, sebagian lain sedang konsolidasi untuk aksi sebagai ekspresi dari sebuah eskalasi kemarahan terhadap buruknya kondisi negeri ini.
tetap saling bantu dan saling jaga selalu~~~🫂
Gua tetap menolak untuk bisa mengerti dan paham kenapa bisa ada kelompok masyarakat terdidik, punya akses informasi, yang milih doi. Kok bisa?
Kurang terang apa kegelapannya?
81 tahun kemudian:
1. Persekusi tempat ibadah masih terus berlanjut.
2. Adil berupa pembungkaman & penyiraman air keras ke aktivis.
3. Bersatu dalam slogan, tapi Papua masih dibiarkan berjuang sendirian.
4. Semua perwakilan adalah rezim biadab
5. Gaji murah untuk buruh negara.
@0292crew udeh, lau jangan nambahin bumbu lagi, temen-temen yg turun fight juga udah mengakui. Kasih respect buat mereka yang udah berani turun dari kedua pihak. 0% Drama.
bye bye pendidikan berkualitas, kayanya pemerintah lau pada kalo denger kalimat "pendidik harus di gaji dengan layak" panas dan gerah banget sampe langsung kicau kicau ngeles gitu