( ๐ข | to @yappertrons )
โ๏ธ Anhad
โ๏ธ Lu lagi sakit?
โ๏ธ Kok ga bilang
โ๏ธ ....Makasih juga buat bunga sama makanannya
โ๏ธ Lu masih aja mikirin gue padahal lagi sakit
โ๏ธ Gue jenguk, ya? Lagi di rumah?
menjadi titik kelemahannya.
ใ คใ ค"Ahem!"
ใ คใ คDehaman Joshua sedikit menarik Arjuna kembali ke kenyataan. Dia melirik ke belakang dan melihat sepupu Anhad itu tengah memainkan kedua alisnya seakan tengah melihat adegan roman picisan secara ๐ญ๐ช๐ท๐ฆ. Yah, tidak salah, ๐ด๐ช๐ฉ.
kamar bernomor '441'.
ใ ค"Ini gak, sih, kamarnya? Woi, Anhad! Masih hidup 'kan, lu?!"
ใ ค Joshua membuka๐lebih tepatnya nyaris membanting๐pintu kamar itu tanpa peduli bahwa dia sudah menimbulkan kebisingan. Arjuna mengangkat kepalanya ke atas, diam-diam mulai ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ฃ๐ข๐ต๐ช๐ฏ.
๐ฆใ คโใ ค @sielenced
ใ คใ คโใ คHari ini gak bisa ketemu, tapi bukan berarti gak bisa gua manjain (lagi sakit). Dimakan, ya, Juna. Besok kita ke Dubai langsung kalau suka. :D
- Anhad
ใ คใ ค"Kalau gue boleh egois...Gue hanya ingin satu hal. Gue juga mau menjalani hidup dengan lu di sisi gue, @yappertrons . ๐๐ฏ๐ต๐ช๐ญ ๐๐ฐ๐ฅ ๐ฌ๐ฏ๐ฐ๐ธ๐ด ๐ธ๐ฉ๐ฆ๐ฏ."
akan pernah tergantikan dalam episode hidupnya; sosok yang teramat indah dengan senyum benderang di ujung gelap dilema-nya. Dia tidak ingin menjadi seseorang yang memanfaatkan ketulusan sang kekasih dengan semena-mena karena sungguh, Anhad pantas mendapatkan yang terbaik.