Nemu bapak ini di fesnuk lagi jualan soft copy materi pembelajaran bahasa Jepang yang beliau susun. Real aseli guru bahasa Jepang, karena beliau buka les juga. Siapa tau ada yang butuh, bisa langsung kontak bapaknya atau mampir ke fesnuknya beliau
@DravenweX Selama legacy feodal ala voc masih berlanjut sampe anak cucu, sampe kapanpun konoha akan alergi dgn namanya science. Krn kebodohan adalah aset 5 tahunan, tanpa ada protes, dikasih dogma surga akan ikut. aplg dikasih makan, bgtlah gaya demang sedari dl agar tetap dikultuskan.
Guys, ada foto yang menurut gue bicara lebih keras dari seribu pidato kenegaraan.
Di foto itu ada Lawrence Wong Perdana Menteri Singapura.
Dia tiba di Cebu untuk KTT ASEAN.
Naik Singapore Airlines.
Penerbangan komersial biasa.
Turun dari garbarata seperti penumpang biasa.
Tidak ada foto dramatis keluar dari pesawat karena memang tidak ada yang spesial untuk difoto dia cuma turun dari pesawat komersial layaknya orang normal.
Di hari yang sama Prabowo tiba di Cebu dengan pesawat kenegaraan.
Diiringi Hercules yang khusus membawa Maung
dan segala kebutuhan rombongan.
Konteksnya yang membuat ini makin menohok:
Singapura adalah salah satu kreditor terbesar Indonesia.
Utang Indonesia ke Singapura gabungan swasta, BUMN, dan berbagai instrumen lainnya mendekati Rp1.000 triliun.
Jadi analoginya begini:
ada orang yang punya utang ratusan miliar ke tetangganya.
Terus ada acara arisan di kompleks.
Si tetangga yang punya piutang ratusan miliar itu datang naik ojek santai, tidak perlu pamer.
Sementara si yang punya utang ratusan miliar datang naik Lexus dikawal Alphard dan Innova berjejer.
Itu bukan gaya hidup orang kaya.
Itu gaya hidup orang yang ingin terlihat kaya.
Dan bedanya sangat jauh.
Yang paling ironis:
Maung kendaraan yang dibawa dengan Hercules untuk dipamerkan di KTT ASEAN adalah mobil yang komponen lokalnya masih diperdebatkan.
Masih banyak bagian yang diimpor.
Masih jauh dari bisa disebut produk murni Indonesia.
Jadi kita membawa Hercules khusus untuk memamerkan mobil yang belum sepenuhnya Indonesia ke forum internasional sementara PM negara yang kita utangi hampir Rp1.000 triliun datang naik penerbangan komersial tanpa drama apapun.
Dan yang paling menyakitkan:
Prabowo dan Gerindra dulu adalah yang paling keras menyindir gaya pamer pemerintah sebelumnya.
Mereka yang paling lantang bicara soal efisiensi, kesederhanaan, dan tidak menghamburkan uang negara untuk gengsi.
Hari ini tidak ada yang bisa menjelaskan dengan muka lurus kenapa PM negara sekaya Singapura cukup naik SQ komersial,
sementara Indonesia yang defisit anggarannya Rp240 triliun di Q1 2026 saja merasa perlu membawa Hercules untuk urusan protokoler kenegaraan.
Kesederhanaan bukan tanda kelemahan.
Lawrence Wong tidak terlihat lemah dengan naik penerbangan komersial.
Justru sebaliknya dia terlihat seperti pemimpin yang tahu bahwa uang negara bukan untuk membiayai penampilan.
Sementara kita dengan segala tekanan fiskal, rupiah yang tertekan, dan defisit yang melebar masih merasa perlu membuktikan sesuatu dengan cara yang justru memperlihatkan ketidakamanan kita sendiri.
Bangsa yang benar-benar besar
tidak perlu selalu terlihat besar.
Bangsa yang benar-benar percaya diri tidak perlu membawa Hercules untuk membuktikannya.
Ohh ini ya…?
Astaghfirullah tega benerrrrr… 😱😭
Sebuah dokumen yang disebut sebagai nota dinas dari Direktorat Jenderal Imigrasi Republik Indonesia kembali menjadi perbincangan publik. Dokumen tersebut berisi arahan penolakan terhadap warga negara Palestina yang hendak memasuki wilayah Indonesia.
Dokumen tersebut bernomor IMI.2-UM.01.01-5056 tertanggal 17 September 2025, yang ditujukan kepada seluruh Direktur Tempat Pemeriksaan Imigrasi di Indonesia.
Dalam isi nota dinas tersebut disebutkan bahwa penolakan dilakukan berdasarkan arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan @Kemenimipas_RI serta Menteri Luar Negeri Republik Indonesia @Kemlu_RI . Kebijakan itu mencakup seluruh warga negara Palestina, tanpa memandang jenis visa yang dimiliki.
Disebutkan pula bahwa setiap warga Palestina yang memasuki Indonesia melalui jalur darat, laut, maupun udara “untuk dilakukan penolakan dengan alasan keimigrasian”.
Informasi yang beredar juga mengaitkan dokumen tersebut dengan peristiwa penolakan terhadap delegasi Palestina, termasuk mantan Menteri Kesehatan Palestina, Dr. Basim Na’im.
Sebelumnya, pihak Imigrasi Indonesia disebut pernah membantah keberadaan atau keabsahan dokumen tersebut dan menyebutnya sebagai hoaks.
Namun, munculnya kejadian penolakan terhadap delegasi Palestina membuat isu ini kembali dipertanyakan oleh publik.
Sc: arrahmahdotid
CHILLING
1969: A Psychologist Zimbardo left 2 identical cars abandoned on the street
One in wealthy Palo Alto
Other in criminal Bronx, NYC
Within hours, the Bronx car was stripped apart
But, the Palo Alto car sat untouched
The reason exposed the dark reality of our world🧵
Guys, ada kabar duka yang sangat berat hari ini dan di baliknya ada cerita yang menurut gue harus diketahui semua orang.
dr. Myta Aprilia Azmi meninggal dunia pada 1 Mei 2026 dokter internship di RSUD K.H. Daud Arif, Kuala Tungkal.
Tapi sebelum dia meninggal ada surat resmi dari IKA FK Unsri yang mengungkap fakta-fakta yang sangat mengkhawatirkan tentang apa yang sebenarnya terjadi.
Ini bukan sekadar dokter yang sakit lalu meninggal:
Berdasarkan investigasi internal dan kronologi tertulis yang dikumpulkan IKA FK Unsri ada empat temuan yang menurut gue perlu lo baca dengan sangat serius.
Pertama — beban kerja yang tidak manusiawi.
Dr. Myta menjalani tiga bulan tanpa libur di bangsal dan IGD. Tiga bulan. Tanpa libur.
Dan selama itu dia bekerja tanpa supervisi dokter definitif melanggar aturan Kemenkes yang jelas menyatakan dokter internship statusnya dokter magang, bukan pekerja tetap rumah sakit.
Kedua — kelalaian medik yang sangat mengkhawatirkan.
Dr. Myta sudah melaporkan gejala sakit sejak Maret 2026. Tapi dia tetap dipaksa menjalani jadwal jaga malam dalam kondisi sesak napas berat dan demam tinggi.
Yang paling mengejutkan:
saturasi oksigennya sudah menyentuh 80% sebelum akhirnya mendapat penanganan yang layak.
Saturasi 80% itu bukan kondisi ringan. Itu kondisi darurat yang seharusnya langsung ditangani.
Ketiga — dugaan malapraktik administratif.
Obat Sulbacef kosong di rumah sakit.
Dan pasien yang merupakan tenaga kesehatan di wahana tersebut yaitu dr. Myta sendiri diminta mencari obat sendiri di luar.
Dokter yang sakit disuruh cari obatnya sendiri.
Keempat — tindakan intimidasi dan upaya penutupan informasi.
Ada arahan dari oknum pembimbing untuk merahasiakan kondisi dr. Myta agar tidak terjadi prolong atau perpanjangan masa internsip.
Dan ada narasi gaslighting yang menyerang para dokter internship ketika mereka menyuarakan hak dasar kesehatan mereka dengan sebutan "generasi Z lembek."
Ini bukan kasus individual.
Ini adalah cerminan sistem:
Yang membuat kasus ini lebih dari sekadar tragedi personal adalah konteksnya yang sangat sistemik.
Dokter internship di Indonesia berstatus dokter magang bukan pegawai tetap.
Tapi dalam praktiknya mereka diperlakukan seperti tenaga kerja penuh tanpa perlindungan yang memadai.
Tidak ada batasan jam kerja yang ditegakkan.
Tidak ada supervisi yang dijamin.
Tidak ada mekanisme yang melindungi mereka ketika mereka sakit dan membutuhkan istirahat.
Dan ketika mereka berani bersuara mereka dibungkam dengan label "lembek."
Dokter yang sesak napas dengan saturasi 80% dan demam tinggi tetap dipaksa jaga malam.
Ini bukan tentang ketabahan atau dedikasi.
Ini adalah eksploitasi yang berpotensi fatal.
Dan terbukti fatal.
IKA FK Unsri bergerak dan ini langkah konkret yang mereka tuntut:
Surat resmi tertanggal 30 April 2026 dari Ketua Umum IKA FK Unsri, dr. H. Achmad Junaidi, Sp.S(K)., MARS., ditujukan langsung kepada Menteri Kesehatan RI. Isinya empat tuntutan.
Audit menyeluruh terhadap RSUD K.H. Daud Arif sebagai wahana internship dan evaluasi kelayakan oknum pembimbing yang terlibat dalam kronologi ini. Perlindungan agar tidak ada sanksi administratif atau ancaman prolong terhadap dr. Myta dan rekan-rekan internship lain yang mengalami beban double job akibat kekosongan posisi.
Somasi administratif kepada RSUD agar memberikan penjelasan resmi dan pertanggungjawaban atas pengabaian kondisi klinis dr. Myta sejak awal sakit.
Dan tidak menutup kemungkinan langkah hukum jika ditemukan unsur pidana terkait kelalaian yang mengancam jiwa.
Yang paling menohok dari seluruh cerita ini:
Dr. Myta Aprilia Azmi sudah melewati bertahun-tahun kuliah kedokteran yang keras.
Sudah melalui koas.
Sudah lulus ujian.
Sudah berhasil sampai di tahap internship tahap terakhir sebelum resmi menjadi dokter penuh.
Dan di tahap itu dia jatuh sakit, melaporkan kondisinya, tidak didengar, tetap dipaksa bekerja, saturasi oksigennya jatuh ke 80%, dan akhirnya tidak sempat menikmati gelar dokter yang sudah dia perjuangkan bertahun-tahun.
Sementara ada oknum pembimbing yang sibuk memikirkan bagaimana supaya kondisinya tidak menyebabkan prolong bukan bagaimana supaya dia bisa sembuh.
Untuk semua dokter internship yang sedang membaca ini:
Kalian bukan "generasi Z lembek." Kalian adalah manusia yang berhak atas jam kerja yang manusiawi, supervisi yang layak, dan penanganan medis ketika kalian sakit. Itu bukan privilege. Itu hak dasar.
Dan untuk sistem yang selama ini menganggap dokter internship sebagai tenaga kerja murah tanpa perlindungan kasus dr. Myta harus menjadi titik balik. Bukan hanya menjadi trending topic sehari lalu dilupakan.
Semoga dr. Myta Aprilia Azmi mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. Dan semoga perjuangan ini tidak sia-sia.
Al-Fatihah.
cc: threads
A man spends 50 years teaching at MIT.
He knows his time is running out.
So he records one last lecture — everything he knows, distilled into a single hour.
He died 5 months later.
This is that lecture.
The most important hour you'll watch this week. 👇
Bookmark it for later
Ada insiden yg menurutku melanggar HAM, hanya karena tanah menolak untuk dibeli, akhirnya sekeluarga dib4antai.
Konteks:
SEDARLAH KASUS PT INI HANYALAH FENOMENA GUNUNG ES DIANTARA SEKIAN KONFLIK AGRARIA DI INDONESIA.
Mohon ijin Update terbaru kasus pembunuhan 1 keluarga Benangin per 23 April 2026 sore, 🙏
Tersangka Bertambah, Otak Pelaku Baru Ketangkep
Total 5 tersangka sekarang. Yang baru ditangkap tadi pagi 23 April 2026:
JT (44) - Ditangkap di hutan Km 7 arah Kutai Barat. Dia yg bakar pondok pake bensin
SR (47) - Udah ketangkep kemarin. Perannya yg nembak Hasna pake senpi rakitan
Status 5 tersangka
LK (55) - Otak pelaku, mantan mandor PT Timber Dana
PS (50) - Eksekutor bacok Cuah
MN (52) - Perempuan, yg nunjukin pondok korban
SR (47) - Penembak + bawa senpi
JT (44) - Tukang bakar TKP
Masih ada 1 DPO inisial YL yg kabur ke Kaltim. Polda Kaltim udah pasang foto di semua Polsek perbatasan.
Fakta Baru dari Rekonstruksi Tadi Siang
Polres Barut gelar rekonstruksi di TKP Benangin II jam 13.00 WIB. Hasilnya:
1. Motif Rp 200 juta bener - LK dijanjikan Rp 200 juta sama "oknum PT" kalau Cuah & kelompok tani mundur dari lahan 300 Ha
2. DP Rp 50 juta udah cair. Ditransfer ke rekening MN tanggal 15 April. Bukti transfer disita
3. Korban David (3 tahun) dibacok karena nangis- JT ngaku panik denger anak nangis, takut ketahuan
4. Alfian selamat karena pura-pura mati - Setelah dibacok 4x, dia nahan napas pas pondok dibakar
PT Timber Dana Resmi Jadi Tersangka Korporasi Ini yg baru.
Polda Kalteng tetapkan PT Timber Dana sbg tersangka korporasi jam 16.00 WIB tadi.
1. 2 Manajer diperiksa Kabag Humas & Kepala Keamanan PT. Udah ditahan
2. Pasal kena Pasal 340 jo 55 KUHP + UU No. 32/2009 Lingkungan Hidup
3. Izin HPH dibekukan MenLHK per hari ini. 300 Ha lahan sengketa dipasang police line
4. Dirut PT Timber Dana dicekal keluar negeri sama Imigrasi
Kondisi Korban Selamat & Keluarga
1. Alfian (40) - Udah lepas ventilator, tapi masih ICU RSUD Muara Teweh. Luka bacok rahang + paru kena asap
2. 5 jenazah udah dimakamkan 21 April di TPU Benangin I. Dijaga Brimob 1x24 jam
3. Keluarga korban dapat perlindungan LPSK- Takut ada serangan balasan dari komplotan LK
4. Pemkab Barut kasih santunan Rp 25 juta per korban + biaya RS Alfian ditanggung daerah
Situasi Perbatasan Sekarang
1. Total 150 Brimob jaga jalur Teweh Timur - Kutai Barat. Semua kendaraan digeledah
2. Senpi rakitan disita total 18 pucuk dari warga sekitar TKP 3 hari terakhir
3. Bupati Barut & Kubar bikin posko damai buat cegah konflik warga Dayak Benangin vs pendatang
4. Komnas HAM + Komnas Perempuan turun karena ada korban anak & perempuan
Ancaman hukuman 5 tersangka terancam hukuman mati. PT Timber Dana denda Rp 500 miliar + cabut izin HPH kalau terbukti.
Kapolres Barut minta DPO YL menyerahkan diri. "Kalau melawan, tindakan tegas terukur". Foto DPO udah disebar di grup WA warga perbatasan.
Kondisi Benangin masih tegang
Turut berduka 🙏
Guys, ada kasus yang menurut gue perlu lo dengar karena ini bukan cuma soal satu anak di satu sekolah di Pemalang. Ini adalah cerminan dari sesuatu yang jauh lebih besar.
Seorang orang tua di Randudongkal, Kabupaten Pemalang sebut saja Bapak ini memposting sesuatu di media sosialnya.
Isinya dua hal: kritik terhadap implementasi MBG dan pengingat bahwa sekolah negeri dilarang memungut biaya LKS dan infak berdasarkan aturan pemerintah yang sudah berlaku.
Dia tidak menyebut nama sekolah anaknya.
Tidak menyebut nama kepala sekolah.
Tidak menyebut nama guru siapapun.
Tapi anaknya Mas Azhim, siswa SD N 01 Banjarayar dikeluarkan dari sekolah.
Yang terjadi secara kronologis:
Bapak ini memposting kritik soal MBG dan pungutan liar di sekolah negeri di akun media sosialnya.
Kepala sekolah memanggil dia.
Dan setelah pertemuan itu anaknya diberhentikan secara sepihak.
Tidak ada surat resmi pemberhentian yang prosedural.
Tidak ada proses klarifikasi yang fair.
Tidak ada mekanisme banding.
Satu pertemuan dan anak itu tidak boleh masuk sekolah lagi.
Dua bulan lebih Mas Azhim tidak mengikuti pelajaran. Dua bulan lebih seorang anak SD kehilangan haknya atas pendidikan bukan karena dia berbuat salah, tapi karena bapaknya berani bicara.
Dan di atas itu semua Mas Azhim juga mengalami bullying.
Bukti percakapan yang beredar dan ini yang paling mengejutkan:
Ada screenshot percakapan WhatsApp yang beredar. Pihak sekolah melalui salah satu guru membalas pesan si Bapak dengan kalimat yang menurut gue sangat mengungkapkan segalanya:
Meskipun njenengan tidak menyebutkan identitas sekolah, tapi kan masyarakat tahu kalau Mas Azhim sekolah di SD N 01 Banjarayar, jadi menggiring opini publik ke SD kami.
Berhenti sebentar di sini.
Pihak sekolah sendiri yang mengakui bahwa yang jadi masalah bukan tindakan si Bapak secara hukum tapi dampak reputasi ke sekolah.
Bukan soal anak yang melanggar aturan. Bukan soal proses belajar yang terganggu.
Tapi soal opini publik yang mengarah ke SD mereka.
Artinya anak ini dikeluarkan bukan karena dia salah. Tapi karena bapaknya membuat sekolah tidak nyaman di mata publik.
Apa yang dilakukan si Bapak itu sebenarnya?
Dia mengingatkan bahwa sekolah negeri tidak boleh memungut biaya LKS dan infak.
Ini bukan opini.
Ini fakta hukum.
Permendikbud dan berbagai regulasi turunannya sudah jelas melarang pungutan di sekolah negeri yang sudah mendapat BOS Bantuan Operasional Sekolah.
Sekolah negeri mendapat dana BOS dari APBN untuk membiayai operasional sekolah.
Dana itu sudah termasuk untuk pengadaan buku, alat tulis, dan kebutuhan belajar siswa.
Memungut LKS tambahan di atas BOS adalah pelanggaran regulasi.
Si Bapak tidak mengarang.
Dia mengingatkan aturan yang memang ada.
Dan untuk itu anaknya dikeluarkan.
Soal kritik MBG yang dia sampaikan dan ini relevan dengan konteks yang lebih besar:
Kita sudah bahas panjang lebar soal MBG dari Rp340 miliar yang menurut Mahfud MD hanya sampai ke makanan dari total triliunan yang dianggarkan, sampai 33.000 kasus keracunan, sampai 1.720 SPPG yang tutup tapi tetap dibayar Rp6 juta per hari.
Orang tua yang kritis terhadap MBG bukan musuh program. Mereka adalah orang-orang yang paling langsung terdampak ketika program itu tidak berjalan dengan baik.
Anak-anak merekalah yang makan makanan dari program itu. Anak-anak merekalah yang keracunan ketika standar sanitasinya tidak terpenuhi.
Mengkritisi MBG bukan kejahatan.
Mengkritisi sekolah yang memungut biaya ilegal bukan kejahatan.
Tapi di Banjarayar Pemalang melakukan dua hal itu ternyata cukup untuk membuat anakmu kehilangan akses pendidikan.
Ini bukan hanya masalah satu sekolah ini adalah masalah sistemik:
Yang terjadi di sini adalah penggunaan kekuasaan institusional untuk membungkam kritik warga.
Dan yang dikorbankan bukan si orang tua tapi anaknya yang tidak berdaya.
Ini adalah bentuk intimidasi yang sangat kejam justru karena targetnya bukan si pengkritik secara langsung. Targetnya adalah orang yang paling dicintai oleh pengkritik itu anaknya sendiri.
Kalau lo mau membungkam seseorang tanpa kelihatan melanggar hukum secara terang-terangan sakiti anaknya.
Itu yang terjadi di sini.
Dan kalimat dari guru itu tadi "menggiring opini publik ke SD kami" menunjukkan bahwa ini adalah keputusan yang diambil secara sadar untuk melindungi reputasi institusi, bukan untuk kepentingan terbaik anak didik mereka.
Apa yang seharusnya terjadi secara hukum:
Pertama — sekolah tidak punya kewenangan hukum untuk mengeluarkan siswa secara sepihak hanya karena orang tuanya mengkritik di media sosial.
Ini melanggar hak anak atas pendidikan yang dijamin Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan UUD 1945 Pasal 31.
Kedua — pungutan LKS dan infak di sekolah negeri yang sudah menerima BOS adalah pelanggaran regulasi yang seharusnya dilaporkan dan diinvestigasi oleh Dinas Pendidikan dan inspektorat daerah.
Ketiga — bullying terhadap anak karena tindakan orang tuanya adalah pelanggaran serius yang masuk dalam kategori kekerasan berbasis relasi kuasa.
Kasus ini sudah masuk ke Polres Pemalang.
Dan si Bapak memohon agar Kapolres mengawal proses penyidikan ini agar berjalan sesuai hukum bukan sesuai keinginan pihak tertentu.
Yang paling menyentuh dari seluruh cerita ini:
Si Bapak menulis: "Saya tidak mampu membayar pengacara untuk mencari keadilan."
Dan di sisi lain dia bilang: "Tidak apa-apa, saya bisa mendidik anak-anak walaupun tanpa ada ijazah."
Ini adalah seorang ayah yang sudah pasrah dengan sistem tapi belum menyerah pada kebenaran.
Yang tahu dia mungkin tidak punya kekuatan finansial untuk melawan.
Tapi tetap berjalan karena dia yakin masih ada orang-orang baik yang bisa membantu.
Dan si Bapak menutup pernyataannya dengan kalimat yang menurut gue harus diingat oleh setiap pejabat dan kepala sekolah di Indonesia:
"Jangan semena-mena dengan jabatan yang kau sandang karena itu semua hanya titipan."
Kalau kita bisa marah pada triliunan rupiah MBG yang tidak sampai ke makanan anak-anak kita juga harus bisa marah ketika satu anak SD kehilangan haknya atas pendidikan hanya karena bapaknya berani mengingatkan aturan.
Keduanya adalah wajah dari sistem yang sama sistem di mana institusi lebih sibuk melindungi dirinya sendiri daripada melayani mereka yang seharusnya dilayani.
Mas Azhim berhak atas pendidikannya.
Dan bapaknya berhak atas keadilannya.
@LambeSahamjja Bukan soal laptopnya, bukan soal kaos kakinya.
Pertanyaan yang lebih penting: kenapa program makan bergizi tidak dirancang berbasis data gizi daerah sejak awal?
Saya udh bahas formulasinya di artikel berikut ini, silakan disimak.
https://t.co/oW8znIZZtC
🚨HOLY SHIT !!!!!
Israeli politician Yitzik Kroizer says killing Palestinian children is normal if it supports the IDF mission.
He adds there are no innocent children in the West Bank.
Repost this. Please I beg you
$2B a day to ‘reopen’ the Strait of Hormuz except it was never closed before illegal war. That’s not policy, that’s burning people hard earned tax money to justify a war. Global crisis manufactured out of thin air and ordinary people pay the price while bloodthirsty leaders sell chaos as strategy.
THE LAST 24 HOURS OF THE IRAN WAR CHANGED EVERYTHING. HERE IS THE TIMELINE.
This is not what you're being told.
24 hours ago, Hegseth stood in the White House Cabinet room.
He said: "Never in history has a country been defeated as Iran has. We wiped it off the face of the earth."
THAT SAME DAY:
Iran launched its 80th wave of missile strikes against Israel and US bases.
Iran's IRGC announced ALL American military bases in the Middle East have been "ELIMINATED" and they are hunting the remaining US troops.
Iran released video claiming they shot down a US F-18 fighter jet near Chabahar.
CENTCOM denied both claims. But released no footage.
Iran announced the Strait of Hormuz will never be the same.
20+ ships have ALREADY paid the "Tehran Toll Booth" for safe passage.
Iran's parliament is drafting a LAW to make the Hormuz toll system permanent.
Iran then threatened to block the Bab el-Mandeb Strait — the entrance to the Red Sea.
That's 12% of all global seaborne oil.
On top of the 20% that already flows through the Hormuz they now control.
Here's what nobody is telling you:
The US spent months bombing Iran.
Iran responded by becoming the landlord of the world's most important shipping lanes.
That's not a defeat. That's a business model.
Bookmark this. Come back in 5 days.
Hari ini dalam sejarah, 25 Maret 1975, Raja Arab Saudi Faisal mati dibunuh dengan ditembak oleh Pangeran Faisal bin Musaid, putra saudara seayahnya, Musaid bin Abdulaziz.
Ketika menjadi raja Arab Saudi, Faisal melakukan modernisasi dan reformasi. Kebijakan luar negeri utamanya adalah pan-Islamisme, anti-komunisme, dan pro-Palestina.
Faisal mendukung Palestina sejak menjadi menteri luar negeri Arab Saudi. Setelah menjadi raja, dia semakin gencar mendukung Palestina dan kesucian Masjid Al-Aqsa sebagai kiblat pertama umat muslim sedunia. Raja Faisal menjadi salah satu pemimpin dunia Arab yang pertama berkunjung ke Yerusalem dan salat di Masjid Al-Aqsa.
Ketika pecah Perang Enam Hari (5-10 Juni 1967) antara Israel melawan negara-negara Arab (Mesir, Suriah, Yordania, Irak, dan Lebanon), Raja Faisal memobilisasi 20 ribu prajurit untuk ditempatkan di Yordania.
Kendati dikeroyok, Israel yang dibekingi Amerika, menang dan mencaplok berbagai wilayah termasuk situs-situs suci Islam. Jatuhnya Palestina dan Yerusalem, di mana Masjid Al-Aqsa berada, ke tangan Israel menjadi pukulan bagi Raja Faisal.
Ketika pecah Perang Arab-Israel Keempat atau Perang Yom Kippur (6-25 Oktober 1973) antara Israel lawan Mesir dan Suriah, Raja Faisal tak hanya memobilisasi 20 ribu prajurit, tetapi juga memberlakukan embargo minyak.
Negara-negara Barat kelabakan. Harga minyak dunia meroket tiga kali lipat. Krisis minyak itu terjadi karena kemarahan Raja Faisal setelah mendengar kabar Amerika memberi bantuan senjata untuk Israel.
Dua tahun berselang, Raja Faisal ditembak mati oleh keponakannya, Pangeran Faisal bin Musaid, yang belum lama kembali dari Amerika. Pangeran Faisal kemudian dieksekusi mati.
Ada beberapa teori motif pembunuhan Raja Faisal oleh Pangeran Faisal. Pangeran Faisal balas dendam atas kematian saudaranya, Pangeran Khalid bin Musaid, atau balas dendam terhadap turun takhtanya Raja Saud. Pangeran Faisal diduga agen CIA (intelijen Amerika) atau Mossad (intelijen Israel) karena kekasihnya, Christine Surma, ditengarai aset Mossad.
Kematian membuat Raja Faisal tidak bisa mewujudkan mimpinya untuk kembali salat di Masjid Al-Aqsa.*
🔗https://t.co/48vspSOnyf
📷Raja Faisal di PBB. Raja Faisal mengunjungi Masjid Al-Aqsa. Pangeran Faisal bin Musaid, pembunuh Raja Faisal. (Wikimedia Commons).