“Saya menghabiskan belasan tahun meneliti tentang perlindungan sosial di banyak negara. Saya menyelesaikan S2 dan S3 saya di inggris. Tidak ada satu pun negara di dunia yg program makan bergizi gratisnya dilakukan oleh aparat keamanan. Dari semua program perlindungan sosial di seluruh dunia, MBG adalah program terbesar dari segi anggaran, inefisiensi dan potensi korupsinya, di seluruh dunia.”
Video ini adalah paparan paling clear soal kekacauan tata kelola embege. Kalo ada yg nanya “emang apa salahnya sih embege?”, cukup suruh nonton video ini.
Sering denger orang protes: "Masuk GWK kok tiketnya mahal banget, padahal kan dibangun pake uang negara/APBN?"
GWK itu 100% proyek swasta murni, gak pake duit pajak rakyat sama sekali. Makanya wajar kalau masuk sana bayar, karena itu murni bisnis pariwisata.
Ide gila patung 122 meter ini awalnya lahir tahun 1989 dari patungan pikiran Nyoman Nuarta, Joop Ave (Menpar era Soeharto), dan Ida Bagus Sudjana (Gubernur Bali). Mereka bikin perusahaan PT GAIN buat ngelola proyek ini.
Pas Krismon 98 menghantam, proyek ini langsung mati suri puluhan tahun sampai dicap proyek gagal. Nyoman Nuarta pusing tujuh keliling nyari investor baru.
Baru pas tahun 2012, datang penyelamat berkantong tebal: PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI). Mereka akuisisi mayoritas saham pengelola GWK. Jadi, dari tahun 2012 sampai kelar 2018, modal ratusan miliar sampai Rp1 Triliun itu murni kucuran dana Alam Sutera plus pinjaman bank.
Tapi ya emang ada pro-kontra sih. Gara-gara kepemilikan penuh dipegang swasta, kawasan sekitar GWK sekarang emang jadi komersil banget. Mulai dari sewa buggy car sampai spot-spot foto berbayar. Tapi kalau dipikir dari kacamata bisnis, ya masuk akal, kalau gak digituin gimana cara mereka ngerawat patung seberat 3.000 ton tiap bulannya? Mending komersil tapi kelar, daripada jadi candi mangkrak 🗿
Logika ni orang :
-Gaji pejabat harus dinaikin biar ga korupsi
-Gaji hakim harus dinaikin biar ga disuap
-Gaji TNI polri harus dinaikin biar ga meras rakyat
Yg ga dinaikin :
-gaji guru soalnya tkut rakyat jd cerdas dan kritis
@tirta_cipeng@masgozali_ Kayaknya yg kelas menengah solusi terbaiknya turun kelas dlu ke kelas bebawah: full frugal, full grinding double triple job
skip gaya hidup dan consumerism kelas menengah, langsung target minimal kekayaan setara HNWI (high networth individual)
Wes abis itu harusnya susah miskin
Gak ada yang lebih ironis dari kisah Prof. Bambang Hero Saharjo. Ilmuwan yang berjuang nyelametin hutan Indonesia dari kebakaran, malah digugat Rp510 Miliar di negeri sendiri oleh korporat sawit.
Tahun 2018, dosen IPB ini dituntut dengan angka fantastis itu cuma karena beliau jadi saksi ahli KLHK buat ngebongkar kasus pembakaran hutan di Riau. Analisis ilmiahnya yang akurat malah dibalas teror hukum yang nyaris ngehancurin kariernya.
Tapi plot twist-nya bikin nampar muka hukum kita: Di saat dalam negeri beliau ditekan habis-habisan, tahun 2019 lembaga internasional di London, Inggris, justru menganugerahi beliau John Maddox Prize—salah satu penghargaan tertinggi buat ilmuwan paling berani di dunia.
Bukti nyata kalau di negeri ini, jujur dan pakai ilmu buat bela alam itu taruhannya bisa miskin tujuh turunan digugat mafia.
PRESIDEN PERNAH BILANG: “GA ADA YANG LEBIH GENTING DARI PERUT LAPAR”
TAPI SIAPA YANG BIKIN PERUT ITU LAPAR?
PERUT LAPAR LAHIR DARI KORUPSI, KEBIJAKAN YANG SALAH, DAN KEKUASAAN YANG GAGAL MENGURUS RAKYAT NYA
PERUT LAPAR KARENA SISTEM YANG TERUS MEMPRODUKSI KELAPARAN
Akan selamanya diperdebatkan bagaimana Gol Mesir dengan Skema Counter Attack seindah itu terlalu dipaksakan untuk dianulir
Satu yang pasti aksi Haissem Hassan 12 tak perlu didebat! Composure mahal yang mengantar gol itu terjadi
https://t.co/rym3CcnUxX
Subuh, Yogyakarta, 9 Februari 2008
Lambang Babar Purnomo, seorang PNS arkeolog senior, alumni FIB UGM, ditemukan tewas di selokan di jalan lingkar luar utara Yogyakarta.
Dia baru pulang sekitar jam 4 pagi setelah bertemu dengan sejumlah teman arkeolognya.
Harusnya di hari itu, siangnya, dia menjadi saksi ahli dalam persidangan perkara kehilangan dan pemalsuan beberapa benda berupa arca, koleksi Museum Radya Pustaka, Solo.
***
Beberapa waktu sebelum kejadian, dia ditugaskan kantornya untuk pengambilan dan pengembalian benda pusaka ke tempat seharusnya.
Benda-benda itu akhirnya Pak Lambang temukan di bangunan rumah pribadi di Jakarta.
Milik siapa rumah itu?
Hashim Djojohadikusumo, adik Presiden Prabowo Subianto.
Setelah menjemput arca di rumah itu, Pak Lambang juga bilang bahwa ada fosil gading dan arca-arca lain tanpa dokumen.
Pak Lambang dijadwalkan menjadi saksi ahli di pengadilan untuk kasus ini.
***
Polisi menyatakan kematian Pak Lambang adalah karena kecelakaan tunggal sepeda motor.
Tidak ada yang janggal kata Polisi.
Tapi, ini janggal karena jenazahnya tidak menunjukkan kalau itu kecelakaan tunggal.
Setelah diotopsi, laporan medisnya bilang, ini tidak seperti biasanya kecelakaan tunggal sepeda motor
Dokter yang melakukan otopsi bilang kalau ini tidak seperti kecelakaan, tapi bisa jadi karena: kepalanya dipukul atau dipuntir.
"Seperti di film-film itu, lo, sampai bunyi krek."
Kutipan dokter itu dimuat di laporan Tempo tanggal 29 September 2008.
Tapi polisi tetap menyatakan itu kecelakaan tunggal.
Kematiannya tidak pernah dibawa ke pengadilan.
Kebetulan Tempo, beberapa bulan lalu mengangkat kasus ini sebagai kilas balik. Menarik disimak.