15 tahun yg lalu tepatnya pada tanggal 18 Juni 2011 sebuah tragedi terjadi di Big Brother Indonesia yg disiarkan Trans TV. Seorang peserta asal Medan bernama Luthfi didiskualifikasi & ditangkap polisi ditengah acara karena statusnya sebagai buronan penggelapan di Medan. Bahkan penangkapannya pun disiarkan live & disaksikan penonton di lokasi (gedung Trans Media).
Status ini mulai terungkap ketika korban2nya menghubungi Trans TV & pihak Trans TV langsung datang ke lokasi yg berkaitan dgn Luthfi untuk konfirmasi. Bahkan penyelidikannya diputar setiap hari selama 2 minggu.
Ada yg pernah nonton gk?
Pelatih kepala tim nasional Senegal, Pape Thiaw, menjadi topik pembicaraan di Amerika karena pernyataan yang dibuatnya saat konferensi pers, terkait dengan ibadah sholat Jum'at
Wartawan :
"Hari ini ada angin yang sangat kencang di negara bagian New Jersey, dan petugas keamanan menyarankan anggota delegasi untuk tidak keluar demi keselamatan kalian... mengapa Anda tetap keluar untuk menunaikan sholat...?"
Pape Thiaw :
"Apakah ada yang lebih penting daripada sholat? saya rasa itu bukan urusan Anda... kalian takut pada angin, sementara kami takut kepada Allah, Zat yang menciptakan angin... kita datang ke sini untuk sebuah pertandingan hiburan, lantas kita lupa bahwa kita diciptakan untuk menyembah Allah...
Bahkan kalo final Piala Dunia FIFA digelar hari ini dan kami adalah salah satu tim finalisnya, kami tetap akan keluar untuk menunaikan sholat Jum'at, meski itu berarti kehilangan gelar juara...
Jangan ceramahi kami tentang ritual dan kewajiban agama kami..."
#PialaDunia
Bayangin rakyat cari kerja harus ngelewatin psikotes, online assessment, interview HR, FGD, interview user, sampe direksi. Sementara yang jadi presiden ngitung 10 + 6 = 17 ☺️😇
- Rotasi posisi
- Ball Posession
- Regenerasi
- Kolektifitas
- High Pressing
- Mau belajar bahasa Indonesia
- Kalo lagi ga ngelatih paling ketangkep kamera lagi jogging
- Netizen ga kenal penerjemahnya
- Ga banyak babibu diluar lapangan
- Ga janji muluk muluk
- Aktif dipinggir lapangan selama pertandingan
- Ga ngambil spotlight ketum pssi diluar lapangan
JOHN HERDMAN Masterclass 🔥
Presiden paling bodoh, paling tone deaf, paling NPD dan ntah lah udah gatau lagi mau nulis apa.
Semoga disulitkan sakaratul mautnya. Diadzab dunia akhirat.
Aamiin
gue mau cerita sesuatu yang kejadian siang tadi.
hal kecil. tapi bikin gue nangis di dapur sendirian.
dari tadi gue laper. cemilan habis. males keluar.
terus gue denger suara dari luar. sayup-sayup. kayak orang jualan sesuatu tapi nggak jelas jualannya apa.
kepo. gue tungguin dari balik jendela.
beberapa menit kemudian lewatlah seorang kakek. kira-kira 65 tahunan. bawa dagangan roti. gue panggil.
kakeknya nyebut rasa satu-satu. gue pilih coklat keju. bayar. selesai.
gue balik masuk rumah. pintu belum sempet gue tutup.
dan tiba-tiba kakeknya bilang sesuatu yang bikin gue berbalik.
"Mbak maaf... punya nasi putih nggak? Boleh minta sedikit? Saya sakit perut dari pagi belum makan."
tangannya gemetar waktu ngomong itu.
gue berdiri sebentar. tenggorokan gue langsung berasa penuh.
tanpa banyak mikir gue langsung ke dapur. ambilin nasi. ambil lauk yang ada. sambal. beliin minum air putih.
gue taruh semuanya di depan kakeknya.
dan dia makan.
lahap banget.
gue berdiri di situ nggak bisa ngomong apa-apa.
nggak lama suami gue pulang.
dia liat ada kakek duduk di depan rumah kami.
"Itu siapa?"
gue ceritain semuanya.
suami gue diam sebentar.
matanya merah.
dia mewek.
laki-laki ini yang susah banget nangis, mewek di depan gue gara-gara cerita kakek jualan roti.
gue malah jadi ikutan nangis.
suami gue keluar. ngobrol sama kakeknya. nanya-nanya pelan.
dan ini yang bikin gue makin nggak kuat.
kakek itu baru dua minggu merantau ke sini. jauh banget dari kampung halamannya di Jawa. beliau nebeng ngekos sama temannya. nekat berangkat karena di Jawa jualannya nggak pernah laku, dan nggak ada yang mau ngurus beliau di sana.
sendirian. di kota orang. umur segitu. jualan roti keliling.
waktu kakeknya mau pamit lanjut jualan, suami gue inisiatif kasih uang pegangan.
kakeknya nolak.
"Nggak usah, nggak usah."
suami gue maksa pelan-pelan. kakeknya tetap nolak.
terus kakeknya bilang satu hal yang bikin gue langsung masuk kamar buat nahan nangis:
"Kalau mau bantu, boleh minta baju bekas aja yang sudah nggak dipakai. Baju saya cuma ini."
yang dipakainya keliatan lusuh. kusut. kayak udah lama banget nemenin beliau kemana-mana.
gue bongkar lemari suami. cariin baju yang masih layak. pilih beberapa.
dan uang yang tadi ditolak kakeknya, gue selipkan diam-diam di dalam lipatan bajunya.
biar nggak bisa dikembaliin.
kakeknya pamit.
gue berdiri di pintu nonton beliau jalan pelan-pelan sambil bawa dagangannya lagi.
dan gue mikir:
mungkin memang Allah yang bikin gue kepo sama suara jualan itu tadi. mungkin memang bukan kebetulan gue lagi di jendela pas kakeknya lewat. mungkin memang siang itu kakeknya harus makan dulu sebelum lanjut jalan.
gue nulis ini bukan buat pamer kebaikan.
gue nulis ini karena gue malu sama diri gue sendiri yang tadi lagi rebahan sambil ngeluh nggak ada cemilan.
sementara di luar, ada kakek yang jualan dari pagi dengan perut kosong dan tangan gemetar.
semoga dagangan kakek laris.
semoga beliau sehat terus.
semoga beliau nggak pernah kelaparan lagi.
aamiin. 🤲
“walaupun mulutnya jahat tapi hatinya baik”
But in Islam : “apa yang keluar dari mulut itu cerminan hatinya”
Simple words can have a big impact. Mind your words.
kalau kamu mau berkarir di internet sebagai seleb(platform) atau konten kreator, jangan terlena sama angka2 repost, insight & ledakan engagement di satu postingan saja, rayakan sebentar saja lalu lanjut lagi buat konten/karya selanjutnya
karena bagaimana pun, yg terpenting itu "terkenal" dulu, kuatin personal branding, kamu mau dikenal sebagai apa. kalo udah kebentuk, jual apapun di medsos akan laku, ada aja yang beli kalo kamu udah dikenal. asal brandingan kamunya baik ya, ga problematik
btw israel babi
Jumlah like di reply nya jauh lebih banyak dari jumlah like di postingan yg di-reply.
Mbaknya nge-reply dengan bahasa yang menurut gue harmless banget tapi tetep mengingatkan dengan sangat tegas.