baca kalimat di bawah ini, lalu pejam mata dan dengarkan suara ini:
ini adalah nyanyian nyamuk setelah menghisap banyak darah. salah satu di antara nyamuk tersebut menghisap darah pemakai narkoba.
Fakta dari BRIN: Rokok elektronik (vape) dan produk tembakau yang dipanaskan lebih rendah risiko dibandingkan rokok yang dibakar. Apa alasannya? Simak thread ini!
Ingat kasus Leony Vitria Hartanti (eks Trio Kwek Kwek)? Ayahnya meninggal 2021. Rumah sudah lunas dari dulu. PBB dibayar rajin tiap tahun. Pas Leony mau balik nama sertifikat, dia kena tagihan PULUHAN JUTA.
Reaksi Leony sama seperti semua org: "Kan bukan jual beli? Ini kan WARISAN?"
Ternyata ada prosedur yang bisa bikin biaya balik namanya jadi 0 rupiah. Tapi banyak yang gak tau. Simak screenshot cara2nya dari akun thread @nafkahnation.dx
1. Yang bikin kebijakan bukan ASN, dan ASN ga pernah ngusulin ini apalagi yang umbie
2. Lebih enak kerja di kantor, di rumah banyak distraksi+ semua beban pekerjaan jadi ada di rumah (listrik, wifi, dll), bisa diremburs? ada pengganti? Tidak
3. Dikira ASN bukan rakyat jelata?
Stabilitas PNS menghambat inovasi nasional
talenta hebat yang seharusnya membangun teknologi atau industri baru, akhirnya menghabiskan waktu 20 tahun hanya untuk mengurus surat menyurat atau regulasi.
PNS menciptakan keamanan dan kenyamanan dalam bekerja yang membunuh insting survival dalam melahirkan inovasi besar.
sok asik lu.
coretax nih ribet
mau lapor SPT tahunan aja susahnya setengah mampus. lu yang nerima duitnya.. lu juga yang nyuruh kita lapor.
tunkin paling gede, tapi kerja memble.
harusnya cukup unggah berkas sekali beres. ini ribet banget.
Pak Pras, apakah rumahnya di Cibubur?
Mungkin ini bahan evaluasi juga ya, kenapa seorang staf senior Pemprov DKI Jakarta kok rumahnya maaf, di Cibubur.
Sebuah tamparan bagi Pemprov dalam penyediaan hunian bagi warganya.
Peringatan dini bagi keluarga ASN (@PNS_Ababil), 2026 UKT PTN akan tetap mahal untuk kalian.
2025 sudah kita lewati dengan perjuangan.
Ada satu catatan, yang masih membayangi pikiran saya.
Catatan yang boleh jadi, akan menjadi mimpi buruk keluarga besar ASN.
Terutama bagi ASN golongan II,
ASN tunkin jelata,
ASN pemda yang bupatinya KPK. ini juga berlaku, untuk keluarga yang bapak ibunya tamtama / bintara @DivHumas_Polri dan @Puspen_TNI
Kalian harus waspada,
bukan...
bukan waspada terhadap teror bangkai ayam yang dikirim ke rumah-rumah warga.
tapi waspada,
karna keluarga ASN akan menghadapi teror biaya kuliah yang mencekam di tahun 2026.
Saya meyakini,
kita sedang berada dalam badai siklon liberalisasi pendidikan,
di mana negara secara perlahan mulai lepas tangan dan membiarkan kampus-kampus beroperasi layaknya korporasi yang mengejar profit.
Dalam prakik ekonomi yang sesat ini, UKT mahal dipandang sebagai konsekuensi logis dari kualitas, padahal sejatinya itu adalah bentuk pengalihan tanggung jawab negara ke pundak rakyat.
Bayangkan,...
bapak ibu kalian yang PNS.
Harus nge-gendong pejabat skill issue, plus nge-gendong biaya kuliah kalian yang besar sekali.
Jika tren ini berlanjut,
pendidikan tinggi tidak lagi menjadi alat mobilitas sosial, melainkan tembok tebal yang memisahkan mereka yang berduit dengan mereka yang hanya memiliki otak encer tapi kantong kering.
Bagi anak PNS,
kalian adalah target empuk dari ketidakadilan sistem yang menggunakan "indikator buta" dalam menentukan golongan UKT.
Karena pendapatan orang tua kalian, tercatat sangat transparan di database negara,
kalian otomatis terjebak dalam kasta UKT tertinggi tanpa ada ruang untuk negosiasi—rasionalisasi.
Negara menutup mata bahwa slip gaji tersebut seringkali sudah habis dipotong cicilan rumah dan kebutuhan pokok lainya, yang terus meroket bak perfoma @juventusfc
dibawah asuhan Luciano Spalleti.
Saudara-saudara,...
keadilan sosial bagi kalian telah direnggut oleh republikh.
Bukan oleh antek-antek aseng, tapi oleh mereka,
Para pembuat kebijakan, yang statusnya WNI, sama seperti kita.
Keluarga PNS dianggap "mampu" secara administratif, hanya karena status kepegawaian orang tua.
Padahal secara faktual, banyak keluarga PNS yang sedang megap-megap menjaga napas untuk meniup tungku dapur, agar tetap ngebul.
Mereka di tengah tekanan hidup yang kian brutal.
Ada eksklusi struktural yang sangat diskriminatif, di mana kalian dianggap tidak layak menerima bantuan sosial pendidikan seperti KIP-Kuliah, namun di saat yang sama, gaji orang tua kalian tidak cukup kuat untuk membayar biaya. rumit bukan?
tapi tenang, ada kabar baik.
kabar baiknya yaitu,
kita adalah bangsa yang besar. xixixi
Tapi kalian akan tetap menjadi kelompok "yatim piatu kebijakan",
terlalu dianggap kaya untuk dibantu, tapi terlalu miskin untuk bisa bertahan tanpa hutang.
Inilah cacat logika dalam distribusi keadilan pendidikan kita.
Mereka yang jujur melaporkan pendapatan justru menjadi pihak yang paling berat menanggung beban biaya negara.
Oleh karena itu,
jangan pernah berharap pada janji manis pemerataan pendidikan jika sistem klasifikasi UKT masih bersifat diskriminatif terhadap kelompok menengah.
Pemerintah harus segera meninjau ulang standar keadilan bagi keluarga PNS,
jangan sampai mereka yang telah bekerja pada negara justru dikhianati oleh sistem yang menghalangi anak-anak mereka untuk sarjana.
Mulai diskusikan ini dengan keluarga kalian,
menabunglah sekuat tenaga, karena di tahun 2026 nanti, negara mungkin masih sibuk dengan proyek mercusuar, yang tak bisa saya tulis namanya.
karna bisa memancing buzzer nimbrung.
📹: kompasiana / @akuratco
📸 - JORGINHO IS MINUTES AWAY FROM WINNING THE COPA LIBERTADORES!
HE COULD BECOME THE FIRST ITALIAN EVER TO WIN BOTH COPA LIBERTADORES AND CHAMPIONS LEAGUE!
HE COULD BE COME ONE OF THE FEW PLAYERS IN HISTORY TO WIN BOTH COMPETITIONS!