pandai-pandai menitik buih
pandai-pandai main layang-layang
terasa ada angin, ulur sedikit
terasa kurang angin, tarik sedikit
jangan terlalu ulur, tinggi nyangkutnya
jangan terlalu tarik sampai dia tak terbang
Lo hapus chat WhatsApp, storage tetap penuh.
Bukan bug.
WhatsApp sengaja simpen semua foto/video di 4 folder tersembunyi.
Gue kira udah bersih,
ternyata masih nyangkut 14,7GB.
Ini cara bersihinnya:
Salah satu hal yang paling aku kagumi dari Imam Syafi'i adalah pemahaman beliau pada sifat manusia.
Dan itu tertuang di satu nasihatnya, "Ridha manusia adalah tujuan yang tidak akan pernah tercapai, dan tidak ada jalan untuk bisa selamat dari mereka."
Lelahnya people pleasing.
Dokter spesialis ortopedi pernah bilang satu kalimat ke gue yg susah dilupain.
"Pasien saraf kejepit termuda gue bulan ini umur 24. Baru lulus kuliah, ga pernah angkat beban berat, badannya kurus."
Gue tanya: terus kenapa bisa kena saraf kejepit?
Dia jelasin panjang. Tapi intinya satu hal.
Bukan soal kecelakaan atau cedera olahraga ekstrem. Tapi soal satu kebiasaan yg dianggap biasa dan dilakuin tiap hari selama bertahun-tahun di depan layar.
Duduk 8-10 jam sehari. Posisi tubuh condong ke depan, leher menekuk, tanpa stretching sama sekali. Tiap hari.
Ini yg terjadi di dalam tubuh waktu lo konsisten duduk bungkuk berjam-jam tanpa jeda.
Beban di tulang belakang naik 3x lipat dibanding saat berdiri. Bantalan tulang belakang (diskus) perlahan tertekan, kehilangan elastisitas, dan akhirnya menonjol keluar menekan saraf di sekitarnya.
Bertahun-tahun. Diam-diam. Sampe suatu sore pas dia lagi mau ambil pulpen yg jatuh, pinggangnya mendadak kaku dan kaki kanannya langsung kesemutan hebat sampai mati rasa.
Dokternya bilang: "Duduk bungkuk seharian tanpa jeda itu efek ngerusak struktur tulang belakang setara maksain bawa beban puluhan kilo di punggung lo tiap menit."
Kalimat itu yg bikin pasiennya baru ngeh. Selama ini dia pikir risikonya cuma pegel-pegel biasa atau butuh koyo doang.
Ternyata yg rusak duluan itu bukan cuma kenyamanan kerjanya. Tapi bantalan tulang belakangnya yg udah bergeser.
Yg bikin lebih berbahaya: kerusakannya terjadi pelan-pelan tanpa lo sadari.
Bantalan tulang yg mulai menipis itu ga langsung bikin lumpuh. Lo masih bisa jalan, masih bisa scrolling medsos. Kalo ga di-MRI, lo ga bakal tau ada saraf yg kejepit di area lumbal atau leher.
Baru kerasa waktu tonjolannya udah bener-bener nyentuh jalur saraf utama.
Tanda-tanda tubuh udah mulai kasih sinyal yg sering diabaikan:
Pinggang sering kaku tiap bangun pagi. Paha belakang atau betis kerasa kesemutan/panas kayak ketarik kalo duduk agak lama. Telapak kaki kadang mendadak lemes atau gampang kesandung tanpa sebab.
Itu bukan "pegel encok biasa." Itu saraf yg udah mulai kejepit dan kejebak di dalam.
Dua hal yg bantu ringankan beban tulang belakang dan perbaiki postur secara konsisten:
Korset Lumbal / Back Support, bantu jaga posisi tulang belakang tetep tegak lurus secara mekanis saat kerja di kursi.
cc : pojokpakjiman
Gue makan gorengan tiap hari. Kopi manis pagi siang.
Mie instan jam 11 malam. Tidur berantakan, sering ketiduran di sofa depan TV.
Istri gue kebalikannya. Makan sayur. Rutin olahraga. Tidur teratur. Waktu cek kesehatan bareng, gue pikir gue yang bakal kena tegur.
Tapi yang diminta duduk lebih lama sama dokter...
bukan gue.
Istri gue. Dan gue bingung.
Tapi dokter engga.
yaa iyalah, beliau kan baca hasil lab. Bukan baca emosional
@CiptaBuana_ ini fakta yang pahit, yang ditakutkan isu2 itu lama kelamaan geser ke bahan entertainment, jadi sirkus politik, substansinya ga nyampe ke akar masalahnya
masih mencoba optimis, semoga ini tidak terjadi
Coba liat juga track record beberapa eks ketua/wakil BEM yang dulu sering muncul di TV.
Ada yang akhirnya gabung partai politik.
Ada yang masuk lingkaran kabinet.
Sistem yang katanya mereka kritik abis-abisan, ternyata jadi pintu masuk karir mereka sendiri.
Bukan berarti itu salah, dan ini bukan soal nge-judge personalnya. tapi pola ini layak dipertanyakan:
Kritik mahasiswa itu beneran lagi didengar, atau cuma jadi bahan tontonan biar pemerintah kelihatan demokratis?
Aku sangat suka dengan kalimat ini:
“Kalau kamu suka tidur, mulailah bangun untuk Tahajjud; kalau kamu suka uang, mulailah lebih banyak bersedekah; kalau kamu suka mendengarkan musik, mulailah mendengarkan Al-Qur’an; kalau kamu suka makanan, mulailah berpuasa; karena cintamu pada dunia tidak boleh lebih besar daripada cintamu kepada Allah.”
Banyak orang ingin menjadi versi terbaik dari dirinya.
Tapi tidak semua orang siap menghadapi prosesnya.
Coba tantang dirimu dengan:
1. Puasa Senin-Kamis
2. Stop gula 21 hari
3. Mandi air dingin 30 hari
4. Baca buku 10 menit/hari
5. Baca Al-Qur'an 1 lembar/hari
6. 7 hari tanpa scrolling berlebihan
7. Bangun jam 5 pagi selama 10 hari
8. Jalan kaki 3.000 langkah/hari
9. Tatap dirimu di cermin selama 10 menit
Karena berubah tidak ditentukan oleh seberapa sering kita memulai, tetapi seberapa lama kita mampu bertahan.
Temen gw dokter anak. 11 tahun praktek. Ratusan pasien dari bayi sampai remaja.
Gw ngeluh pas ngopi: "Anak gw manja banget. Minta gendong terus. Turun bentar, naik lagi. Turun bentar, naik lagi. Bahu gw remuk."
Dia ketawa. "Berapa bulan anaknya?"
"14 bulan."
"Itu bukan manja. Itu namanya SECURE BASE BEHAVIOR. Dan kalau lo tolak terus, lo lagi bikin kerusakan yang gak keliatan di otaknya."
Gw naruh kopi. "Kerusakan?"
Setuju banget.
Masuk tahun ke 4 pernikahan, saya makin paham kalau "excited sendirian" itu salah satu jenis sepi yang paling melelahkan.
Di awal hubungan, jatuh cinta itu mudah karena semuanya serba baru. Tapi begitu masuk tahun-tahun penuh rutinitas, saat obrolan bergeser dari mimpi-mimpi masa depan ke urusan kebutuhan bulanan, dan kelelahan kerja, di situlah kesetaraan itu diuji.
Cinta yang setara di fase ini soal hal-hal kecil yang manusiawi.
Soal bagaimana dia tetap meletakkan ponselnya dan mendengarkan ceritamu yang itu-itu lagi dengan binar mata yang sama.
Soal bagaimana kamu tetap ingin menyeduh kopi kesukaannya tanpa perlu dia minta.
Soal perasaan lega yang muncul saat pintu rumah terbuka, karena kamu tau, kamu pulang ke seseorang yang juga menganggapmu tempat pulangnya.
Menikah itu melelahkan kalo cuma satu orang yang sibuk merawat api, sementara yang lain cuma numpang menghangatkan badan.
Hubungan bisa bertahan dewasa karena dua orang sama-sama keras kepala untuk menolak bosan, dan memilih untuk tetap jatuh cinta setiap hari, sekecil apa pun caranya.
Biar lelahnya hidup ini, setidaknya, kita tanggung berdua dengan porsi yang sama adilnya.